Pendidikan Gratis dan Evaluasi
Mutu sekolah tidak hanya diukur dari keberhasilan
akademis, tetapi juga nonakademis (olah raga, seni, budaya,
lingkungan sekolah yang sehat, dan sebagainya). Sangat mustahil
bagi sekolah untuk dapat mengemban visi-misinya jika tidak
melibatkan stakeholder (terutama masyarakat). Bebas biaya
pendidikan sebaiknya diprioritaskan kepada masyarakat miskin,
sedangkan masyarakat menengah ke atas sebaiknya tetap dilibatkan
dalam menangani permasalahan biaya pendidikan dengan pola subsidi
silang.
Sistem evaluasi yang ada saat ini sangat
bertentangan dengan sistem evaluasi proses. Secara praktis pihak
sekolah tidak dilibatkan dalam menentukan kelulusan siswa
khususnya pada mata pelajaran yang di UN-kan. Padahal kualitas
siswa secara utuh (akademis dan nonakademis) hanya diketahui oleh
sekolah. Jadi, sekolahlah yang sesungguhnya dapat menentukan lulus
tidaknya siswa. Lulus tidaknya siswa semestinya tidaklah
dikarenakan hanya oleh nilai ujian nasional matematika/bahasa
Inggris saja.
Mungkin ada baiknya untuk mengkaji kembali sistem
evaluasi yang lama yaitu dengan mengkombinasikan nilai ujian
sekolah (P,Q,R) dengan nilai ujian nasional. Ini rasanya akan
lebih adil karena paling tidak pihak sekolah yang tahu persis
keberadaan siswanya, juga dilibatkan dalam menentukan kelulusan
siswanya.
Sungguh sangat memprihatinkan kondisi pendidikan
saat ini, jauh hari sebelum UN dilaksanakan, materi pelajaran
dipaksakan agar bisa tertuntaskan. Selanjutnya siswa dijejali
dengan cara-cara memecahkan soal-soal yang akan di-UN-kan, pihak
terkait pada kelimpungan mencari cara agar siswa bisa lolos dari
ancaman hasil UN, melaksanakan try out dengan biaya yang tidak
sedikit, pasraman kilat dan berbagai usaha lainnya termasuk
kursus-kursus menjamur menawarkan diri untuk membantu para siswa
agar bisa lolos dalam UN.
Sejatinya tujuan pendidikan bukanlah hanya pada
aspek knowledge, tetapi juga aspek afektif dan psikomotor yang
saat ini keadaannya cukup rapuh mesti mendapat perhatian serius.
I Made
Suparwa, SE, M.Pd.
Jl. Gn. Patuha IV/68
Denpasar Barat