Nusa
Makmur Langsung
Angkut
Penumpang
MESKI
KMP Nusa Makmur
sempat kandas
selama beberapa
jam di perairan
Gilimanuk, namun
satu jam setelah
dilakukan
pemeriksaan, kapal
tersebut langsung
beroperasi
kembali. Bahkan
hingga Sabtu
sore kemarin,
tercatat kapal
penumpang itu
sudah lebih
dari enam
trip mengangkut
penumpang.
Syahbandar
Gilimanuk,
Putrawan, menjelaskan
setelah diteliti
KMP sudah bisa
beroperasi lagi
seperti sedia
kala karena
tidak ada
kerusakan yang
dialami kapal
tersebut.
Putrawan
membantah
kandasnya kapal
karena kelebihan
muatan, namun
lebih disebabkan
oleh cuaca
buruk.
Pihaknya
sebenarnya sudah
mengimbau kepada
para nakhoda
agar pada cuaca
buruk tidak
beroperasi dulu,
namun saat
kejadian dalam
hitungan menit
cuaca langsung
berubah.
''Sebelum
berangkat, cuaca
masih normal,
tinggi gelombang
satu meter dan
kecepatan angin
18 knot,'' ujar
pria asal
Klungkung ini.
Hal
serupa dikatakan
oleh nakhoda
kapal, Imam
Muhgiono.
Pada
saat itu
arus bergerak
ke selatan,
kondisi cuaca
hujan lebat
dan berkabut
dengan jarak
pandang 300 meter.
Kecepatan
angin sekitar
10 - 19 knot dari
selatan.
Karena
cuaca buruk
itulah kemudian
kapalnya terseret
hingga lampu
suar merah
yang menandakan
lokasi itu
rawan karena
pada perairan
dangkal.
Pada
saat itu,
kata dia,
air sedang surut,
sehingga kapal
kandas di
perairan tersebut.
Proses evakuasi
berlangsung
hingga dua jam
karena saat
itu hujan.
Kapal
tersebut
mengangkut 66 penumpang, 11
kendaraan sedang,
1 bus umum, dan
20 kendaraan roda
dua. ''Evakuasi
diutamakan para
kepada penumpang
perempuan dan
pejalan kaki,''
tambahnya.
Kapal baru
bisa bersandar
kembali di
dermaga sekitar
pukul 18.05,
kemudian 15 menit
dilakukan bongkar
hingga
tangki-tangki tidak
ada masalah.
Sekitar
pukul 19.30 kapal
beroperasi
kembali menyesuaikan
jadwal.
Putrawan
menambahkan untuk
antisipasi agar
kejadian tidak
terulang,
pihaknya telah
mengimbau kepada
para nakhoda
untuk
berhati-hati dan
saat cuaca
buruk agar tidak
beroperasi.
Namun
diakuinya, cuaca
di perairan
Gilimanuk sering
tidak menentu.
(sur)