kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 23 Maret 2008 tarukan valas
 

BERITA


Persediaan Air makin Tipis

Jakarta (Bali Post) -
Peruhahan iklim yang tak bisa diduga akibat kerusakan alam, menyebabkan cadangan air di bumi makin tipis. Untuk menjaga kesinambungan, penduduk bumi diminta tidak melakukan pemborosan penggunaan air. Ajakan ini disampaikan sejumlah LSM dn pencinta alam yang menggelar aksi unjuk rasa damai di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu (22/3) kemarin.

Dalam aksinya memperingati hari air se-dunia itu, para aktivis lingkungan hidup menggelar sejumlah spanduk dan poster besar serta aksi treatrikal. Teater jalanan itu menggambarkan kecaman terhadap perilaku boros air. Sedangkan sebagian besar spanduk yang digelar, berisikan ajakan menjaga kelestarian alam dan air. Ajakan itu tidak terbatas pada masyarakat umum, melainkan kalangan pengusaha serta pejabat pemerintah.  

Selain penghematan air, puluhan massa tersebut juga meminta masyarakat untuk menyadari pentingnya sumur resapan. Peran serta pemerintah sangat dibutuhkan dalam menjaga kelestarian air. Hal ini bisa diperlihatkan dalam membuat kebijakan untuk berani bersikap tegas dalam menindak pembalakan liar yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. "Sumber daya air saat ini sudah terbatas, safe water for life," kata koordinator aksi Julius Rudianto.

Dalam orasinya, Julius juga mengungkapkan 70 persen permukaan bumi memang tertutup air. Tetapi tidak semua air yang ada bisa dikonsumsi. Pasalnya, hanya kira-kira 2,5 persen yang merupakan air tawar. Selebihnya merupakan air asin alias air laut. Air merupakan barang ultra-esensial bagi kelangsungan hidup manusia. ''Pada 2020 nanti, kalau terjadi kekurangan air yang dahsyat, bisa mengarah pada perang besar. Mulai sekarang, gunakan air seperlunya,'' tandasnya. (kmb3)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com