Persediaan Air makin Tipis
Jakarta
(Bali Post) -
Peruhahan iklim yang tak bisa diduga akibat kerusakan alam,
menyebabkan cadangan air di bumi makin tipis. Untuk menjaga
kesinambungan, penduduk bumi diminta tidak melakukan pemborosan
penggunaan air. Ajakan ini disampaikan sejumlah LSM dn pencinta
alam yang menggelar aksi unjuk rasa damai di bundaran Hotel
Indonesia, Jakarta, Sabtu (22/3) kemarin.
Dalam aksinya memperingati hari air se-dunia itu,
para aktivis lingkungan hidup menggelar sejumlah spanduk dan
poster besar serta aksi treatrikal. Teater jalanan itu
menggambarkan kecaman terhadap perilaku boros air. Sedangkan
sebagian besar spanduk yang digelar, berisikan ajakan menjaga
kelestarian alam dan air. Ajakan itu tidak terbatas pada
masyarakat umum, melainkan kalangan pengusaha serta pejabat
pemerintah.
Selain penghematan air, puluhan massa tersebut juga
meminta masyarakat untuk menyadari pentingnya sumur resapan. Peran
serta pemerintah sangat dibutuhkan dalam menjaga kelestarian air.
Hal ini bisa diperlihatkan dalam membuat kebijakan untuk berani
bersikap tegas dalam menindak pembalakan liar yang dapat
menyebabkan kerusakan lingkungan. "Sumber daya air saat ini sudah
terbatas, safe water for life," kata koordinator aksi Julius
Rudianto.
Dalam orasinya, Julius juga mengungkapkan 70 persen
permukaan bumi memang tertutup air. Tetapi tidak semua air yang
ada bisa dikonsumsi. Pasalnya, hanya kira-kira 2,5 persen yang
merupakan air tawar. Selebihnya merupakan air asin alias air laut.
Air merupakan barang ultra-esensial bagi kelangsungan hidup
manusia. ''Pada 2020 nanti, kalau terjadi kekurangan air yang
dahsyat, bisa mengarah pada perang besar. Mulai sekarang, gunakan
air seperlunya,'' tandasnya. (kmb3)