Dharma Shanti Telkom Bali di Gurukula
Menjadi Organisasi Religius
Bangli
(Bali Post) -
Meningkatnya persaingan bisnis telekomuniksi di Indonesia,
khususnya Bali membuat PT. Telkom selain dituntut peningkatan SDM
juga menjadi organisasi religius. Setiap tahunnya secara rutin
dilakukan dharma santi secara bergiliran di seluruh Bali.
Demikian diungkapkan DGM Telkom Bali
Gede Negara dalam acara Dharma Santi Hari Raya Nyepi tahun Caka
1930 Telkom Bali di Pesraman Gurukula Bangli Sabtu (22/3) kemarin.
Turut hadir dalam kesempatan itu bupati Bangli I Nengah Arnawa,
S.Sos., M.M, pejabat terkait di Bangli, JM Telkom Vision Area
Surabaya-Nusra Ketut Gawe, ketua Suka Duka Bimroh Hindu Telkom
Bali A.A. Bagus Segara, ketua Suka Duka Bimroh Telkom Jatim Gede
Suartama, Ida Pandita Empu Jaya Acarya Nanda dari Gianyar, Ida
Pandita Empu Jaya Satwika Nanda dari Sulawesi.
Menurut Gede Negara menghadapi
persaingan telekomunikasi yang semakin ketat, Telkom dituntut
menyediakan SDM yang baik dan berkualitas. Tidak saja dari bidang
keahlian, namun pembinaan mental dan spiritual. ''Dharma santi
Nyepi diharapkan menjadi sebuah perenungan dan instropeksi,''
ujarnya. Menurutnya, dipilihnya Pasraman Gurukula sebagai
pelaksanaan Dharma Santi adalah untuk melihat secara langsung
penciptaan SDM sejak dini yang dilakukan Pemkab Bangli.
Bupati Bangli I Nengah Arnawa,
S.Sos., M.M., mengaku sangat berterima kasih atas kepercayaan dan
kesempatan yang diberikan Telkom Bali memilih Pesraman Gurukula
sebagai lokasi untuk melangsungkan kegiatan kali ini. Apalagi
Telkom Bali belum lama ini juga sangat peduli terhadap lingkungan.
Turut bersama-sama melakukan kegiatan penghijauan di Kayu Selem
Desa Songan. Dijelaskan bupati, Pesraman Gurukula merupakan
lembaga yang dibiayai daerah dan pihak ketiga dalam mengajegkan
Hindu. Selama mengikuti pendidikan siswa tidak dipungut biaya.
Sedangkan Ida Pandita Empu Jaya Acarya Nanda lebih
banyak menjelaskan akan hakikat hidup. Bahwa apapun agama yang
dianut merupakan sama-sama anak Tuhan. (kmb17/*)