kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 23 Maret 2008 tarukan valas
 

BERITA


ABK Baku Hantam, Satu Tewas

Dua Pelaku Diamankan ---

Denpasar (Bali Post) -
Perkelahian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang terjadi di atas Kapal Motor (KM) Bali Bersaudara, Minggu (16/3) lalu. Tiga anak buah kapal (ABK) yakni Ajis Lailan alias Peron, M. Ayin dan Syarif terlibat baku hantam. Satu nyawa pun melayang akibat kena tusukan senjata tajam (sajam). Dia adalah korban Ajis, ABK asal Gorontalo. Sementara, kedua tersangka (M. Ayin dan Syarif-red) kini masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Pol. Air Polda Bali.

Informasi yang dihimpun Bali Post Sabtu (22/3) kemarin, menyebutkan ada dua versi yang beredar dalam insiden kasus pembunuhan tersebut. Versi pertama menyatakan timbulnya perkelahian mereka gara-gara masalah penyajian makanan. Pasalnya, kedua tersangka berprofesi sebagai tukang masak selama di kapal. Kedua tersangka mesti melayani dan menyediakan menu makanan untuk 13 ABK. Sesaat sebelum kejadian, ke-13 ABK termasuk korban mendapat sajian makanan. Konon, sajian makanan korban yang paling jelek, terutama piring yang diberikan. Merasa tersinggung, korban membuang makanan itu dan membentak-bentak tersangka. Bahkan, korban juga menantang tersangka Ayin, kata salah satu ABK yang menolak menyebutkan nama.

Tak mau permasalahannya berbuntut panjang, Ayin ngacir dan lantas naik ke dok kapal. Bermaksud menghindar, justru masalah besar menimpanya. Entah masih jengkel akibat diberikan sajian makanan yang jelek atau ada hal lain, korban mendatangi Ayin pukul 17.00 wita. Kebetulan Ayin sedang mengasah pisau, ketersinggungan kembali muncul. Korban pun melontarkan kata-kata sembari menantang Ayin. ''Kamu mau gorok leher saya,'' ujar ABK tadi menirukan kata-kata korban.

Ayin hanya diam saat korban berkata seperti itu. Namun, Syarif yang tidak terima dan langsung mengambil papan kayu. Begitu syarif geram, Ayin juga bertindak dan menaruh pisau itu di leher korban. Syarif pun mengarahkan papan itu ke kepala korban. Sementara, Ayin menghunjamkan pisaunya ke perut korban. Suasana gaduh pun terjadi di ruangan paling atas kapal. Mendapat pukulan dan tusukan, korban roboh dan terkapar. Begitu juga darah segar mengalir deras dari lukanya. ABK lainya sempat berusaha mengobati korban, namun korban keburu meninggal. Setelah kejadian, Ayin dan Syarif diamankan dan dititipkan di KM Sumber Jaya. ''Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, korban sempat menangis menahan sakit,'' ungkapnya.

Sementara, versi kedua menyebutkan di antara mereka (korban dan tersangka-red) sudah memiliki dendam sejak lama. Sebelumnya, mereka juga sering terjadi percekcokan. Korban yang dikenal memiliki karakter temperamental ini, juga tidak pernah mau mengalah.

Kasi Bin Gakkum Pol. Air Polda Bali AKP I Gusti Ngurah Arbawa Sabtu kemarin, menjelaskan peristiwa itu terjadi di Perairan Ambon dekat Pulau Damar, tepatnya 08.38.906 LS dan 128.44.276 BT. Kedua tersangka tiba di Pelabuhan Benoa, Sabtu (22/3) kemarin. ''Kini, mereka masih menjalani pemeriksaan di ruangan penyidik,'' ujar AKP Arbawa. (jay)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com