ABK Baku Hantam, Satu Tewas
Dua Pelaku Diamankan ---
Denpasar
(Bali Post) -
Perkelahian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang terjadi di
atas Kapal Motor (KM) Bali Bersaudara, Minggu (16/3) lalu. Tiga
anak buah kapal (ABK) yakni Ajis Lailan alias Peron, M. Ayin dan
Syarif terlibat baku hantam. Satu nyawa pun melayang akibat kena
tusukan senjata tajam (sajam). Dia adalah korban Ajis, ABK asal
Gorontalo. Sementara, kedua tersangka (M. Ayin dan Syarif-red)
kini masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Pol. Air Polda
Bali.
Informasi yang dihimpun Bali Post Sabtu (22/3)
kemarin, menyebutkan ada dua versi yang beredar dalam insiden
kasus pembunuhan tersebut. Versi pertama menyatakan timbulnya
perkelahian mereka gara-gara masalah penyajian makanan. Pasalnya,
kedua tersangka berprofesi sebagai tukang masak selama di kapal.
Kedua tersangka mesti melayani dan menyediakan menu makanan untuk
13 ABK. Sesaat sebelum kejadian, ke-13 ABK termasuk korban
mendapat sajian makanan. Konon, sajian makanan korban yang paling
jelek, terutama piring yang diberikan. Merasa tersinggung, korban
membuang makanan itu dan membentak-bentak tersangka. Bahkan,
korban juga menantang tersangka Ayin, kata salah satu ABK yang
menolak menyebutkan nama.
Tak mau permasalahannya berbuntut panjang, Ayin
ngacir dan lantas naik ke dok kapal. Bermaksud menghindar, justru
masalah besar menimpanya. Entah masih jengkel akibat diberikan
sajian makanan yang jelek atau ada hal lain, korban mendatangi
Ayin pukul 17.00 wita. Kebetulan Ayin sedang mengasah pisau,
ketersinggungan kembali muncul. Korban pun melontarkan kata-kata
sembari menantang Ayin. ''Kamu mau gorok leher saya,'' ujar ABK
tadi menirukan kata-kata korban.
Ayin hanya diam saat korban berkata seperti itu.
Namun, Syarif yang tidak terima dan langsung mengambil papan kayu.
Begitu syarif geram, Ayin juga bertindak dan menaruh pisau itu di
leher korban. Syarif pun mengarahkan papan itu ke kepala korban.
Sementara, Ayin menghunjamkan pisaunya ke perut korban. Suasana
gaduh pun terjadi di ruangan paling atas kapal. Mendapat pukulan
dan tusukan, korban roboh dan terkapar. Begitu juga darah segar
mengalir deras dari lukanya. ABK lainya sempat berusaha mengobati
korban, namun korban keburu meninggal. Setelah kejadian, Ayin dan
Syarif diamankan dan dititipkan di KM Sumber Jaya. ''Sebelum
mengembuskan napas terakhirnya, korban sempat menangis menahan
sakit,'' ungkapnya.
Sementara, versi kedua menyebutkan di antara mereka
(korban dan tersangka-red) sudah memiliki dendam sejak lama.
Sebelumnya, mereka juga sering terjadi percekcokan. Korban yang
dikenal memiliki karakter temperamental ini, juga tidak pernah mau
mengalah.
Kasi Bin Gakkum Pol. Air Polda Bali AKP I Gusti
Ngurah Arbawa Sabtu kemarin, menjelaskan peristiwa itu terjadi di
Perairan Ambon dekat Pulau Damar, tepatnya 08.38.906 LS dan
128.44.276 BT. Kedua tersangka tiba di Pelabuhan Benoa, Sabtu
(22/3) kemarin. ''Kini, mereka masih menjalani pemeriksaan di
ruangan penyidik,'' ujar AKP Arbawa.
(jay)