kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 23 Maret 2008 tarukan valas
 

BERITA


Puluhan Warga Selat dan Bebandem Muntaber
Seorang
Pemangku Tewas ---

Amlapura (Bali Post) -
Puluhan
warga Kecamatan Selat dan Bebandem, Karangasem, terserang muntaber. Seorang di antaranya Jero Mangku Wayan Keman (58), pemangku di Pura Puseh Desa Pakraman Bukit Galah, Sebudi, Selat tewas tanpa sempat mendapat pertolongan. Petugas sampai Sabtu (22/3) sore kemarin, melakukan survaillance aktif (mengecek dan mencari) ke banjar-banjar kemungkinan ada penderita yang mengalami gejala atau terserang muntaber.

Sedikitnya, sampai Sabtu kemarin, baru dilaporkan 39 warga terserang muntaber. Namun tak tertutup kemungkinan jumlah itu bertambah, karena penderita terus berdatangan ke Puskesmas Selat. Di samping ada yang dipulangkan untuk rawat jalan. Sejumlah warga penunggu pasien di Puskesmas Selat mengatakan keluarganya mengalami gejala muntaber sejak lima hari lalu. Namun karena dikira muntah biasa disertai badan panas, mereka dirawat di rumahnya. Namun karena tak kunjung sembuh, malah kian parah, mereka baru dibawa ke Puskesmas Selat dan dinyatakan muntaber.

Kepala Puskesmas Selat dr. Gusti Gede Widia menyampaikan pihaknya baru menerima pasien muntaber Kamis (20/3) lalu. Saat itu baru masuk dua orang, satu rawat inap dan satu rawat jalan. Namun hari berikutnya, Jumat (21/3) pasien membludak menjadi 20 orang, masing-masing sepuluh orang rawat jalan dan rawat inap. Dari sepuluh yang menjalani rawat inap, empat di antaranya dirujuk ke RSUD Karangasem dan Klungkung. Sabtu kemarin, pasien dari berbagai desa di Kecamatan Selat, terus berdatangan. Sampai sore kemarin, datang sebelas orang, rawat jalan tujuh dan rawat inap empat orang.

 

Puskesmas Penuh

Total penderita paling banyak dari Kecamatan Selat, Desa Sebudi dilaporkan 19 orang, Duda Utara (7), Duda, Selat dan Peringsari masing-masing empat, dua, dan tiga orang. Kabid Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (P2M dan PLP) dr. Wayan Suardana, M. Repro menyampaikan warga dari Sebudi dan Desa Jungutan paling banyak terserang muntaber. Dari Sebudi dominan dari Banjar Sebun, di samping ada dari Batu Gede, serta Jangu Desa Duda. Sementara dari Bebandem berasal dari Desa Jungutan, dari Banjar Yeh Kori, Tanah Ampo, dan Yeh Bunga.

Dikatakan, belum diketahui penyebab kasus itu. Namun, sampel  air dari Yeh Kori, Bukit Galah dan Sebun yang biasa dikonsumsi warga yang terserang sudah dikirim ke Diskes Propinsi Bali untuk diteliti. Di samping itu, sampel muntahan dan kotoran pasien juga diambil. Dari hasil pemeriksaan sampel itu diharapkan diketahui penyebab wabah itu.

Suardana mengatakan Sabtu kemarin, sudah dibentuk dua posko penanggulangan yakni di Puskesmas Selat dan Bebandem. Di Posko itu, petugas ada 24 jam dengan obat-obatan dan sarana lain termasuk ambulans siaga. Suardana mengatakan sudah menghubungi pihak Kepala Puskesmas terdekat yakni Rendang, Sidemen guna menangani jika ada pasien yang datang. Kemarin, dokter di Puskesmas Selat terus berkoordinasi memanggil perawat atau petugas medis, untuk mengganti rekannya yang sudah lelah bekerja. Libur empat hari ini membuat para Kepala Puskesmas cukup kewalahan mencari petugas medis.  (013)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com