Warih Dalem Arya Tegeh Kori
Harus Jadi Teladan Rakyat Bali
Singaraja
(Bali Post) -
Lokasabha Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculkuk Tegeh Kori Kabupaten
Buleleng berlangsung sukses pada (16/3) di Lovina, Singaraja.
Lokasabha dihadiri oleh kurang lebih 400 perwakilan semeton dari
seluruh kecamatan di Buleleng. Tampak hadir Raja Denpasar IX Ida
Cokorda Ngurah Jambe Pemecutan dari Puri Agung Denpasar sebagai
Tedung Semeton didampingi oleh kerabat puri.
Selain itu hadir Brigjen Pol. Suweta
(Ketua Umum Pasemetonan Propinsi), IGN Hadipta (Wakil Ketua I) dan
Dr. Shri I Gst Ngrh Arya Vedakarna M Wedasteraputra Suyasa (Wakil
Ketua II).
Raja Denpasar IX menyatakan bahwa seluruh
semeton harus selalu ingat dengan leluhur. Hal senada diungkap
oleh Brigjen Suweta yang menyatakan bahwa pasemeton dibentuk untuk
semakin mempersatukan keluarga dan meluruskan informasi sejarah
Ida Betara Tegeh Kori. Dalam lokasabha tersebut juga diisi seminar
yang menghadirkan narasumber Raja Denpasar IX, Ida Bhawati Prof.
Dr. Ir. IGB Wijaya Kusuma dan Dr. Shri Gst Ngrh Arya Vedakarna
MWS.
Yang menarik dalam sesi diskusi tersebut
muncul pemaparan kristis dari Dr.Vedakarna yang menyatakan bahwa
semeton Tegeh Kori sebagai Putra Dalem (keturunan raja) harus
menempatkan leluhur dengan porsi yang proporsional. Ia menilai
bahwa Ida Betara Dalem Tegeh Kori dapat menjadi raja karena proses
diskriminasi dan kejujuran hati nurani.
"Sebagai seorang Hindu yang universal, adalah sah
jika umat mengkaji keberadaan leluhur. Jangan tempatkan leluhur di
tempat sakral semata, tapi mari kaji keberadaan leluhur dengan
ruang dialog akademis yang bertanggungjawab. Niscaya kecintaan
semeton terhadap leluhur akan semakin dalam," ujar Vedakarna.
Selebihnya, ia berharap tidak
ada lagi diskriminasi terhadap semeton Tegeh Kori di Bali, baik
yang pregusti atau nyineb wangsa. ''Betara Tegeh Kori tidak pernah
membedakan manusia dari gelar atau penampilan.Yang penting bisa
menjaga nama baik leluhur,'' ujar tokoh muda asal Penyaringan,
Jembrana ini. (r/*)