kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 23 Maret 2008 tarukan valas
 

BERITA


Warih Dalem Arya Tegeh Kori
Harus Jadi Teladan Rakyat Bali

Singaraja (Bali Post) -
  Lokasabha Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculkuk Tegeh Kori Kabupaten Buleleng berlangsung sukses pada (16/3) di Lovina, Singaraja. Lokasabha dihadiri oleh kurang lebih 400 perwakilan semeton dari seluruh kecamatan di Buleleng. Tampak hadir Raja Denpasar IX Ida Cokorda Ngurah Jambe Pemecutan dari Puri Agung Denpasar sebagai Tedung Semeton didampingi oleh kerabat puri.

   Selain itu hadir Brigjen Pol. Suweta (Ketua Umum Pasemetonan Propinsi), IGN Hadipta (Wakil Ketua I) dan Dr. Shri I Gst Ngrh Arya Vedakarna M Wedasteraputra Suyasa (Wakil Ketua II).

  Raja Denpasar IX menyatakan bahwa seluruh semeton harus selalu ingat dengan leluhur. Hal senada diungkap oleh Brigjen Suweta yang menyatakan bahwa pasemeton dibentuk untuk semakin mempersatukan keluarga dan meluruskan informasi sejarah Ida Betara Tegeh Kori. Dalam lokasabha tersebut juga diisi seminar yang menghadirkan narasumber Raja Denpasar IX, Ida Bhawati Prof. Dr. Ir. IGB Wijaya Kusuma dan Dr. Shri Gst Ngrh Arya Vedakarna MWS.

  Yang menarik dalam sesi diskusi tersebut muncul pemaparan kristis dari Dr.Vedakarna yang menyatakan bahwa semeton Tegeh Kori sebagai Putra Dalem (keturunan raja) harus menempatkan leluhur dengan porsi yang proporsional. Ia menilai bahwa Ida Betara Dalem Tegeh Kori dapat menjadi raja karena proses diskriminasi dan kejujuran hati nurani.

"Sebagai seorang Hindu yang universal, adalah sah jika umat mengkaji keberadaan leluhur. Jangan tempatkan leluhur di tempat sakral semata, tapi mari kaji keberadaan leluhur dengan ruang dialog akademis yang bertanggungjawab. Niscaya kecintaan semeton terhadap leluhur akan semakin dalam," ujar Vedakarna.

    Selebihnya, ia berharap tidak ada lagi diskriminasi terhadap semeton Tegeh Kori di Bali, baik yang pregusti atau nyineb wangsa. ''Betara Tegeh Kori tidak pernah membedakan manusia dari gelar atau penampilan.Yang penting bisa menjaga nama baik leluhur,'' ujar tokoh muda asal Penyaringan, Jembrana ini. (r/*)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com