Diduga
Diintimidasi
Sosialisasi
Pastika-Yoga
Dijaga Ketat
Negara
(Bali Post) -
Cagub Mangku
Pastika
didampingi Ketua DPD PDI-P Bali
Cok Ratmadi,
pengurus DPP PDI-P
Dewi Jaksa,
Ketua DPC PDI-P
Tabanan, serta
jajaran pengurus
DPC PDI-P Jembrana,
anggota Fraksi
PDI-P DPRD Jembrana
melakukan
sosialisasi di
wilayah Pekutatan
dan Mendoyo,
Sabtu (22/3) sore
hingga malam
kemarin.
Sosialisasi
yang dilaksanakan
pasangan calon yang
diusung PDI-P ini
diwarnai dengan
intimidasi.
Bahkan
dalam waktu
bersamaan kemarin
juga dilaksanakan
pertemuan di
semua kecamatan
di wilayah
Jembrana yang
mengumpulkan para
kades dan
kaling.
Sehingga
ada indikasi
para kades
dan kaling
serta kadus
yang sebagian
besar merupakan
kader PDI-P ini
diintimidasi
untuk tidak
menghadiri
sosialisasi yang dilaksanakan
di Pekutatan
dan Mendoyo.
Dari beberapa
sumber yang
mengikuti pertemuan
para perbekel
di Pekutatan
dan Jembrana,
pertemuan di
kantor
camat membahas
masalah
surat
edaran Bupati
yang melarang
para perbekel,
kaling dan
kadus menjadi
pengurus partai
politik.
Namun
mereka menolak
menjelaskannya
lebih jauh.
Wakil
masyarakat Yeh
Sumbul Mendoyo
Dewa Gede
Adiputra dan
Gusti Agung
Putu Rai
Ardika mengakui
kalau mereka
terkesan
diintimidasi untuk
tidak menghadiri
sosialisasi di
rumah milik
IB Alus di
Tembles, Mendoyo
petang kemarin.
Dari 10 ranting yang ada
di Mendoyo
katanya 4 ranting
terkesan membelot.
Bahkan
sejak awal
rencana
sosialisasi ini
dibayang-bayangi
dengan kegagalan.
Apalagi
ada forum
perbekel se-kecamatan
Mendoyo membuat
kesepakatan kalau
melarang
menggunakan fasilitas
umum sebagai
tempat
sosialisasi partai
politik.
Hal
ini juga
diakui oleh
Ketua PAC PDI-P
Mendoyo Ketut
Wirata Winaya.
Padahal
awalnya ingin
menggunakan balai
desa untuk
tempat
sosialisasi.
Sehingga
sosialisasi di
Mendoyo kemarin
dilaksanakan di
rumah salah
seorang warga
yaitu IB Alus.
Karena
adanya intimidasi,
petugas melakukan
penjagaan sangat
ketat.
Selain
jajaran Polsek
Mendoyo yang
tampak dikerahkan,
juga pasukan
Dalmas tampak
berjaga-jaga.
Bahkan
Satgas PDI-P juga
tampak penuh.
Dewa
Gede Adiputra
mengakui kalau
dia sempat
ditelepon
oleh
seorang oknum yang
melarangnya untuk
hadir dalam
sosialisasi itu
karena sudah
partai yang
mengurus. "Mungkin
acara ini
ingin dikudeta,
namun nyatanya
banyak yang hadir,
bahkan rumah
IB Alus tampak
sesak," katanya.
Menanggapi
hal ini,
Mangku Pastika
mengaku pihaknya
bersyukur masih
banyak yang hadir
dalam sosialisasi
kemarin, meskipun
banyak ketakutan
dan khawatir
dengan intimidasi
dan ancaman.
"Berarti
di Jembrana
ini belum
merdeka karena
masih ada
intimidasi-intimidasi
di tengah
demokrasi,"
katanya.
Cok
Ratmadi mengaku
akan
mengecek kembali
beberapa kader
yang dinyatakan
mengundurkan diri.
Dari sosialisasi
kemarin mantan
anggota DPRD
Jembrana dari PDI-P
Wayan Nirjaya
mengklarifikasi
kalau dia
tidak pernah
mengundurkan diri
dari PDI-P.
Kemarin
juga diserahkan
KTA secara
simbolis kepada 50
kader PDI-P di
wilayah Pekutatan.
(sur/kmb)