kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 23 Maret 2008 tarukan valas
 

BERITA


Diduga
Diintimidasi
Sosialisasi
Pastika-Yoga Dijaga Ketat

Negara (Bali Post) -
  Cagub Mangku Pastika didampingi Ketua DPD PDI-P Bali Cok Ratmadi, pengurus DPP PDI-P Dewi Jaksa, Ketua DPC PDI-P Tabanan, serta jajaran pengurus DPC PDI-P Jembrana, anggota Fraksi PDI-P DPRD Jembrana melakukan sosialisasi di wilayah Pekutatan dan Mendoyo, Sabtu (22/3) sore hingga malam kemarin.

   Sosialisasi yang dilaksanakan pasangan calon yang diusung PDI-P ini diwarnai dengan intimidasi. Bahkan dalam waktu bersamaan kemarin juga dilaksanakan pertemuan di semua kecamatan di wilayah Jembrana yang mengumpulkan para kades dan kaling. Sehingga ada indikasi para kades dan kaling serta kadus yang sebagian besar merupakan kader PDI-P ini diintimidasi untuk tidak menghadiri sosialisasi yang dilaksanakan di Pekutatan dan Mendoyo.

  Dari beberapa sumber yang mengikuti pertemuan para perbekel di Pekutatan dan Jembrana, pertemuan di kantor camat membahas masalah surat edaran Bupati yang melarang para perbekel, kaling dan kadus menjadi pengurus partai politik. Namun mereka menolak menjelaskannya lebih jauh.

  Wakil masyarakat Yeh Sumbul Mendoyo Dewa Gede Adiputra dan Gusti Agung Putu Rai Ardika mengakui kalau mereka terkesan diintimidasi untuk tidak menghadiri sosialisasi di rumah milik IB Alus di Tembles, Mendoyo petang kemarin. Dari 10 ranting yang ada di Mendoyo katanya 4 ranting terkesan membelot. Bahkan sejak awal rencana sosialisasi ini dibayang-bayangi dengan kegagalan. Apalagi ada forum perbekel se-kecamatan Mendoyo membuat kesepakatan kalau melarang menggunakan fasilitas umum sebagai tempat sosialisasi partai politik.

    Hal ini juga diakui oleh Ketua PAC PDI-P Mendoyo Ketut Wirata Winaya. Padahal awalnya ingin menggunakan balai desa untuk tempat sosialisasi. Sehingga sosialisasi di Mendoyo kemarin dilaksanakan di rumah salah seorang warga yaitu IB Alus. Karena adanya intimidasi, petugas melakukan penjagaan sangat ketat. Selain jajaran Polsek Mendoyo yang tampak dikerahkan, juga pasukan Dalmas tampak berjaga-jaga. Bahkan Satgas PDI-P juga tampak penuh.

   Dewa Gede Adiputra mengakui kalau dia sempat ditelepon  oleh seorang oknum yang melarangnya untuk hadir dalam sosialisasi itu karena sudah partai yang mengurus. "Mungkin acara ini ingin dikudeta, namun nyatanya banyak yang hadir, bahkan rumah IB Alus tampak sesak," katanya.

  Menanggapi hal ini, Mangku Pastika mengaku pihaknya bersyukur masih banyak yang hadir dalam sosialisasi kemarin, meskipun banyak ketakutan dan khawatir dengan intimidasi dan ancaman. "Berarti di Jembrana ini belum merdeka karena masih ada intimidasi-intimidasi di tengah demokrasi," katanya.

  Cok Ratmadi mengaku akan mengecek kembali beberapa kader yang dinyatakan mengundurkan diri. Dari sosialisasi kemarin mantan anggota DPRD Jembrana dari PDI-P Wayan Nirjaya mengklarifikasi kalau dia tidak pernah mengundurkan diri dari PDI-P. Kemarin juga diserahkan KTA secara simbolis kepada 50 kader PDI-P di wilayah Pekutatan. (sur/kmb)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com