kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 23 Maret 2008 tarukan valas
 

KELUARGA


Skabies, Gatal pada Malam Hari
Oleh dr. Yulia Siskawati

PERNAHKAH Anda mengalami bintik-bintik pada kulit disertai dengan rasa gatal yang khususnya muncul hanya pada malam hari? Ini mungkin merupakan salah satu pertanda bahwa Anda telah menderita skabies, penyakit yang disebabkan oleh sejenis parasit.

-----

 

Bintik-bintik pada kulit yang disertai gatal yang khususnya terjadi pada malam hari merupakan salah satu gejala penting yang paling sering dikeluhkan oleh penderita skabies. Penyakit yang juga dikenal dengan istilah lain seperti gudik, budukan, atau "gatal agogo" ini disebabkan oleh serangan dan sensitisasi oleh parasit Sarcoptes scabei var. hominis dan produknya (cairan dan lain-lain).

Ukuran parasit yang mikroskopik ini menyebabkannya sulit dilihat dengan kasat mata. Dilihat melalui mikroskop, ia merupakan tungau kecil, berbentuk oval, punggungnya cembung dan bagian perutnya rata. Tungau ini berwarna putih kotor dan tidak bermata. Waktu yang diperlukan tungau ini untuk berkembang dari telur menjadi dewasa 8-12 hari.

Terdapat pula jenis parasit Sarcoptes scabei yang hidup pada kambing, babi, dan dapat pula hidup pada binatang peliharaan.

 

Gejala & Penularan

Penyakit ini terjadi pada siapa saja -- anak-anak sampai orang dewasa. Gejala yang ditimbulkan pada anak-anak maupun orang dewasa tidak berbeda. Jika telah terserang parasit ini, maka akan muncul bercak-bercak seperti tergigit serangga yang umumnya terjadi di daerah sela-sela jari tangan, pergelangan tangan bagian telapak, siku bagian luar, lipat ketiak bagian depan, pusar, bokong, dan perut bagian bawah. Alat kelamin pria juga sering terkena.

Keluhan gatal disebabkan oleh sensitisasi cairan parasit atau tungau ini memerlukan waktu sekitar sebulan setelah serangan. Lalu, gatal hanya terjadi pada malam hari? Tungau memiliki aktivitas yang lebih tinggi pada malam hari, yaitu pada suhu yang lembab. Penyakit ini biasanya tidak menyerang satu orang saja. Orang-orang di sekeliling penderita juga dapat terserang. Untuk lebih memastikan adanya penyakit ini, maka dapat dilakukan pemeriksaan ke laboratorium.

Namun, tak semua orang yang telah terserang tungau ini memiliki gejala-gejala seperti yang teruraikan tadi. Ada juga yang belum menimbulkan gejala, namun telah terserang parasit ini. Hal ini disebut mengalami keadaan hiposensitisasi dan orang tersebut dikatakan sebagai "pembawa" (carrier) penyakit skabies.

Ada yang mengatakan bahwa penyakit ini merupakan akibat hubungan seksual. Keadaan sosial ekonomi yang rendah, hiegenitas yang buruk, hubungan seksual yang sifatnya promiskuitas (tidak memilih-milih), dan perkembangan demografik serta ekologi yang buruk merupakan hal-hal yang erat kaitannya dengan perkembangan penyakit ini.

Penularan penyakit pun sangat berhubungan dengan hal-hal tersebut, ditularkan secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, penyakit ini ditularkan dari kontak melalui kulit penderita dengan orang normal, misalnya saat berjabat tangan, tidur bersama, dan melalui hubungan seksual. Penularan secara tidak langsung melalui benda-benda yang digunakan secara bersama-sama, misalnya dari penggunaan handuk, pakaian, bantal, sprei, dan sebagainya secara bersama-sama.

Selain cara penularan antarmanusia, pernah juga dilaporkan bahwa tungau dapat menular ke manusia terutama dari binatang peliharaan seperti anjing.

 

Pencegahan & Pengobatan

Pencegahan sering kali terlewatkan dalam menangani suatu penyakit. Dalam pencegahan penyakit skabies, selayaknya orang menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya.

Mandi, penggunaan pakaian, bantal, tempat tidur, dan sprei secara bersamaan dengan seorang penderita hendaknya dihindari. Melakukan penjemuran kasur dan bantal secara rutin amat membantu mencegah tertular orang dari penyakit ini. Walaupun harus dengan berat hati, kontak secara langsung melalui kulit untuk sementara harus dilakukan sampai penderita sembuh.

Di samping itu perlu juga diperhatikan agar orang tidak melakukan hubungan seksual secara sembarangan dengan banyak pasangan. Jika terdapat hewan peliharaan, seperti anjing, sebaiknya anjing diobati juga ke dokter hewan sehingga menghilangkan salah satu faktor penularan di dalam rumah.

Sementara untuk pengobatannya, dengan obat-obatan anti-skabies memberikan hasil yang baik jika digunakan dengan benar. Dengan adanya berbagai jenis obat, maka diperlukan obat yang efektif pada berbagai stadium hidup tungau, tidak menimbulkan iritasi yang baru pada kulit serta tidak bersifat meracuni, tidak berbau, tidak kotor, tidak merusak dan mewarnai pakaian, mudah diperoleh, dan harganya murah.

Masing-masing obat anti-skabies punya kelebihan dan kekurangan karena dalam pemilihan obat harus dilihat siapa yang menggunakannya, apakah anak-anak, ibu hamil, orang dewasa, ataupun orang tua. Karenanya, konsultasikan hal ini dengan ahlinya.

Penderita penyakit ini sebaiknya memperhatikan cara pengobatan dengan baik. Oleh karena pengobatannya perlu waktu sekitar seharian, penderita harus bersabar. Di samping itu, penderita harus menghindari kontak langsung dengan orang lain seperti keluarga dan orang terdekat, sehingga penyakit dapat disembuhkan. Pada penderita anak sekolah, sebaiknya tunda belajar di sekolah sehingga tidak akan menyebarkan penyakit ke teman-teman lainnya.

Semua pakaian, handuk, dan seprei yang digunakan dalam seminggu terakhir dicuci dengan air panas sebanyak dua kali, yaitu pada saat pengobatan pertama dan seminggu kemudian. Jemur kasur dan bantal di bawah sinar matahari secara berkala. Karpet dan furnitur yang tidak dapat dicuci sebaiknya di-vacuum atau dimasukkan ke dalam plastik yang terbungkus rapat selama sekitar satu minggu.

Penyakit ini, jika tidak diobati, akan mengenai seluruh tubuh. Biasanya dapat terjadi pada orang-orang dengan retardasi mental, kelemahan fisik, gangguan imun, dan gangguan jiwa, seperti psikosis. Skabies yang mengenai seluruh tubuh ini dikenal dengan nama Norwegian Scabies. Pada skabies jenis ini akan tampak pula luka-luka yang tertutup oleh krusta (seperti cairan yang mengering di atas luka), kelainan pada kuku, dan adanya sisik di seluruh kulit.

Skabies merupakan penyakit yang dapat disembuhkan secara total jika diobati dengan baik. Namun dalam pelaksanaan pengobatan, kadang-kadang penderita tidak melakukan dengan benar dan juga tidak memperhatikan lingkungannya. Hal ini karena beberapa orang menganggap hanya dirinya saja yang sakit, tanpa melihat bahwa tanpa memperhatikan keadaan lingkungan sekitarnya, penyakit ini dapat menyerangnya kembali.

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com