Sentuhan
Batik yang Memikat
dari
Guruh
Ada
yang berbeda dari
pesta akhir
tahun yang
disiarkan secara live
oleh Bali TV dan
di-relay Bandung
TV. Cakra
Semarang TV, dan
Sriwijaya TV.
Guruh Soekarno
Putra menawarkan
busana-busana
cantik untuk
Anda yang ingin
tampil
beda.
Dengan
beragam bahan
yang terbuat dari
Batik. Di
tangan Guruh, batik
jadi elegan,
gaya,
dan sangat
mewah.
==========
Obsesi
Guruh Soekarno
Putra untuk
menggali budaya
leluhur memang
patut ditiru.
Batik-batik Nusantara
yang tidak
tersentuh desain modern
memang tidak
menarik untuk
kalangan muda.
Di
tangan Guruh,
berubah jadi
cantik dan
sangat modern.
Bertahun-tahun
guruh mempelajari
keunggulan
apa yang
bisa ditawarkan batik, yang
kesannya
konservatif menjelma
mewah dan
tentu saja
"gaul"
Batik (atau
kata Batik)
berasal dari
bahasa Jawa
"amba" yang
berarti menulis
dan "titik".
Kata batik
merujuk pada
kain dengan
corak yang
dihasilkan oleh
bahan "malam"
(wax) yang diaplikasikan
ke atas
kain, sehingga
menahan masuknya
bahan pewarna
(dye), atau dalam
Bahasa Inggrisnya
"wax-resist dyeing".
Batik
adalah kerajinan
yang memiliki
nilai seni
tinggi dan
telah menjadi
bagian dari
budaya Indonesia (khususnya
Jawa) sejak
lama.
Perempuan-perempuan
Jawa di
masa lampau
menjadikan
keterampilan mereka
dalam membatik
sebagai mata
pencaharian,
sehingga di
masa lalu
pekerjaan
membatik adalah
pekerjaan
eksklusif perempuan
sampai
ditemukannya "Batik Cap" yang
memungkinkan masuknya
laki-laki ke
dalam bidang
ini.
Berubah
Ada
beberapa
pengecualian bagi
fenomena ini,
yaitu batik
pesisir yang memiliki
garis maskulin
seperti yang bisa
dilihat pada
corak "Mega
Mendung", di
beberapa daerah
pesisir pekerjaan
membatik adalah
lazim bagi
kaum lelaki.
Ragam
corak dan
warna Batik
dipengaruhi oleh
berbagai pengaruh
asing.
Awalnya,
batik memiliki
ragam corak
dan warna
yang terbatas,
dan beberapa
corak hanya
boleh dipakai
oleh kalangan
tertentu.
Namun batik
pesisir menyerap
berbagai pengaruh
luar, seperti
para pedagang
asing dan
juga pada
akhirnya, para
penjajah.
Warna-warna
cerah seperti
merah
dipopulerkan oleh
orang Tionghoa,
yang juga
mempopulerkan corak phoenix.
Bangsa
penjajah Eropa
juga mengambil
minat kepada
batik, dan
hasilnya adalah
corak bebungaan
yang sebelumnya
tidak dikenal (seperti
bunga tulip) dan
juga benda-benda
yang dibawa oleh
penjajah (gedung
atau kereta
kuda), termasuk
juga warna-warna
kesukaan mereka
seperti biru.
Batik
tradisional tetap
mempertahankan
coraknya, dan
masih dipakai
dalam
upacara-upacara adat,
karena biasanya
masing-masing
corak memiliki
perlambangan
masing-masing.
Teknik
membatik telah
dikenal sejak
ribuan tahun
yang silam.
Tidak
ada keterangan
sejarah yang
cukup jelas
tentang asal-usul
batik.
Ada
yang menduga
teknik ini
berasal dari
bangsa Sumeria,
kemudian
dikembangkan di
Jawa setelah
dibawa oleh
para pedagang
India.
Saat
ini batik bisa
ditemukan di
banyak negara
seperti
Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka,
dan Iran.
Selain di
Asia, batik juga
sangat populer
di beberapa
negara di
benua Afrika.
Walaupun
demikian, batik yang
sangat terkenal
di dunia
adalah batik yang
berasal dari
Indonesia,
terutama dari
Jawa.
Tradisi
membatik pada
mulanya merupakan
tradisi yang
turun- temurun,
sehingga kadang
kala suatu
motif dapat
dikenali berasal
dari batik
keluarga tertentu.
Beberapa
motif batik dapat
menunjukkan status seseorang.
Bahkan
sampai saat
ini, beberapa
motif batik tradisional
hanya dipakai
oleh keluarga
keraton
Yogyakarta
dan
Surakarta.
Minggu
ini Anda
bisa memilih
yang mana cocok
untuk Anda
kenakan?
Karena rancangan
Guruh minggu
ini terlihat
fresh dan
menggoda untuk
menambah koleksi
Anda di
tahun 2008 dengan
baju batik yang
gaya
dan sangat
modern. (osi)