kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Pon, 2 Desember 2007 tarukan valas
 

BERITA


Tolak
Kondomisasi

Jakarta (Bali Post) -
Aksi
nyeleneh diperlihatkan ratusan orang dalam memperingati hari AIDS se-dunia di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu (1/12) kemarin. Mereka bukannya mendukung penggunaan kondom untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS, tetapi malah mengecamnya. Kondomisasi dinilai bukan solusi yang baik, karena tidak sesuai dengan ajaran agama dan nilai budaya bangsa Indonesia.

Massa yang menamakan diri Aliansi Pemuda Selamatkan Bangsa (APSB) itu juga menolak program pemerintah dengan menggelar puluhan spanduk. Pengunjuk rasa ini merupakan gabungan dari mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Islam Negeri (UIN), sejumlah LSM dan komunitas pemakai kendaraan merek tertentu. Meski agak nakal, aksi ini mereka dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

Selain mengecam kondomisasi, spanduk itu juga menentang Pekan Kondom Nasional yang kini tengah diselenggarakan BKKBN pada 1-8 Desember ini. ''Penyakit HIV/AIDS hanya bisa dijauhi dengan sikap dan perilaku yang baik,'' kata kordinator aksi Ivan Ahda dalam orasinya

Aktivis unjuk rasa lainnya, Agung Waluyo, menilai penggunaan kondom masih memungkinkan terkena HIV/AIDS sebesar 80 persen. Sedangkan kemungkinan amannya hanya 20 persen. Tapi sebaliknya jika mencegahnya dengan sikap dan perilaku yang baik, kemungkinan tertular hanya 0,01 persen. ''Itu pun disebabkan faktor kesengajaan karena jarum suntik dan alat medis lainnya tidak diganti atau steril,'' tandasnya. (kmb3)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com