Tolak
Kondomisasi
Jakarta
(Bali Post) -
Aksi
nyeleneh
diperlihatkan ratusan
orang dalam
memperingati hari
AIDS se-dunia di
bundaran Hotel Indonesia, Jakarta,
Sabtu (1/12)
kemarin. Mereka
bukannya
mendukung penggunaan
kondom untuk
mencegah
penyebaran HIV/AIDS, tetapi
malah mengecamnya.
Kondomisasi
dinilai bukan
solusi yang baik,
karena tidak
sesuai dengan
ajaran agama dan
nilai budaya
bangsa Indonesia.
Massa
yang menamakan
diri Aliansi
Pemuda Selamatkan
Bangsa (APSB) itu
juga menolak
program pemerintah
dengan menggelar
puluhan spanduk.
Pengunjuk rasa
ini merupakan
gabungan dari
mahasiswa
Universitas Indonesia (UI) dan
Universitas Islam
Negeri (UIN), sejumlah LSM
dan komunitas
pemakai kendaraan
merek tertentu.
Meski agak
nakal, aksi
ini mereka
dilakukan secara
tertib dan
tidak mengganggu
arus lalu
lintas.
Selain
mengecam
kondomisasi, spanduk
itu juga
menentang Pekan
Kondom Nasional
yang kini tengah
diselenggarakan BKKBN
pada 1-8 Desember
ini. ''Penyakit
HIV/AIDS hanya
bisa dijauhi
dengan sikap
dan perilaku
yang baik,'' kata
kordinator aksi
Ivan Ahda dalam
orasinya.
Aktivis
unjuk rasa
lainnya, Agung
Waluyo, menilai
penggunaan kondom
masih
memungkinkan terkena HIV/AIDS
sebesar 80 persen.
Sedangkan
kemungkinan amannya
hanya 20 persen.
Tapi sebaliknya
jika mencegahnya
dengan sikap
dan perilaku
yang baik,
kemungkinan tertular
hanya 0,01 persen.
''Itu pun
disebabkan faktor
kesengajaan
karena jarum
suntik dan
alat medis
lainnya tidak
diganti atau
steril,''
tandasnya. (kmb3)