Delegasi KTT Batal Kunjungi Banyuwangi
Banyuwangi
(Bali Post)-
Delegasi peserta KTT Perubahan Iklim di Nusa Dua,Bali batal berkunjung ke
Banyuwangi, Sabtu (1/12) kemarin. Penyebabnya, jadwal yang
diberikan terlalu sempit dengan penyelenggaraan KTT. Seluruh
delegasi dari luar negeri ternyata baru masuk ke Bali, hari ini.
Kunjungan ke Banyuwangi akhirnya hanya diwakili Direktur Produksi
Perhutani Pusat dan beberapa perwakilan panitia KTT.
Batalnya kedatangan ratusan tamu asing itu sudah terasa sejak pagi.
Pengamanan ekstra ketat tidak begitu nampak di pelabuhan Ketapang.
Termasuk pengawalan kapal yang datang dari pelabuhan Gilimanuk.
Meski beberapa sarana pendukung telah disiapkan, hingga pukul
10.00 WIB, para delegasi tak kunjung nongol di pelabuhan. " Ini
memang urusan dari Panitia Pusat KTT dan Departemen Kehutanan RI.
Para delegasi asing batal ke Banyuwangi karena jadwalnya cukup
sempit," kata Kabag Humas Pemkab Banyuwangi Abdul Kadir usai
mendampingi rombongan.
Sehari sebelumnya, dia sempat bertemu dengan panitia pusat KTT di
Nusa Dua,Bali. Ternyata para delegasi baru masuk ke Bali mulai
hari ini. Padahal, seluruh persiapan menyambut para delegasi asing
telah disiapkan dengan matang. Termasuk kerjasama pengamanan
dengan aparat Kepolisian.
Meski gagal, acara kunjungan yang dikemas dengan field trip
tersebut tetap digelar. Sesuai jadwal semula, rombongan bergerak
menuju RPH Bangsring, Kecamatan Wongsorejo dengan pengawalan ketat
aparat kepolisian. Di wilayah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH)
Banyuwangi utara ini rombongan diajak mengunjungi program
Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dan berdialog dengan
perwakilan warga serta sejumlah LSM pemerhati lingkungan.
Program PHBM dinilai mampu melindungi habitat hutan yang menjadi
jantungnya dunia. PHBM adalah kegiatan pelestarian hutan dengan
melibatkan masyarakat pemangku hutan. Mereka diberikan kesempatan
bercocok tanam di lingkungan hutan produktif tanpa merusak tanaman
milik Perhutani. " Ini salah satu kelebihan yang kita miliki.
Hutan dikelola bersama masyarakat secara saling menguntungkan,"
kata Direktur Produksi Perhutani Pusat Upi Rosalina Wasrin.
Program PHBM akan diterapkan di seluruh lahan milik Perhutani yang
tersebar di pulau Jawa. Langkah ini dinilai efektif untuk menekan
angka pembalakan dan penjarahan hutan. Kunjungan sehari kemarin
diakhiri dengan penamanan ratusan pohon jati. Kegiatan massal ini
sebagai upaya mendukung KTT Pemanasan Global dan komitmen
Indonesia untuk menggalakan penghijauan sebagai salah satu
paru-paru dunia.
Diliburkan
Dua Hari
Meski para delegasi asing batal mengunjungi Banyuwangi, pengamanan
ekstra ketat tetap diberlakukan di pelabuhan Ketapang. Mulai Sabtu
kemarin, seluruh aktivitas pelabuhan diawasi dengan teliti. Untuk
mempermudah pengawasan, seluruh tukang ojek dan pedagang asongan
terpaksa diliburkan selama dua hari.
Mereka dilarang keras memasuki pelabuhan area pelabuhan. Polisi
juga memberikan kartu identitas kepada pegawai pelabuhan dan para
pedagang asongan. Hanya petugas pelabuhan yang diperkenankan masuk
di kawasan pelabuhan. Akibatnya, sehari kemarin pelabuhan Ketapang
terasa sangat sepi. Hanya personel kepolisian dan pegawai
pelabuhan yang terlihat beraktivitas. Sedang komunitas tukang ojek
lebih banyak bertahan di luar pelabuhan. " Kita diminta libur dua
hari, katanya untuk pengamanan KTT," ujar salah satu pedagang
asongan yang enggan disebutkan namanya.
Kapolres Banyuwangi AKBP Ery Nursatari mengatakan pihaknya terus
memperketat pelabuhan Ketapang menjelang pelaksanaan KTT. Salah
satunya mengorganisir para penghuni pelabuhan. " Mereka kita
berikan kartu identitas khusus untuk bisa masuk ke Ketapang,"
tegasnya. (udi)