kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Pon, 2 Desember 2007 tarukan valas
 

BERITA


Delegasi KTT Batal Kunjungi Banyuwangi

Banyuwangi (Bali Post)-
  Delegasi peserta KTT Perubahan Iklim di Nusa Dua,Bali batal berkunjung ke Banyuwangi, Sabtu (1/12) kemarin. Penyebabnya, jadwal yang diberikan terlalu sempit dengan penyelenggaraan KTT. Seluruh delegasi dari luar negeri ternyata baru masuk ke Bali, hari ini. Kunjungan ke Banyuwangi akhirnya hanya diwakili Direktur Produksi Perhutani Pusat dan beberapa perwakilan panitia KTT.

            Batalnya kedatangan ratusan tamu asing itu sudah terasa sejak pagi. Pengamanan ekstra ketat tidak begitu nampak di pelabuhan Ketapang. Termasuk pengawalan kapal yang datang dari pelabuhan Gilimanuk. Meski beberapa sarana pendukung telah disiapkan, hingga pukul 10.00 WIB, para delegasi tak kunjung nongol di pelabuhan. " Ini memang urusan dari Panitia Pusat KTT dan Departemen Kehutanan RI. Para delegasi asing batal ke Banyuwangi karena jadwalnya cukup sempit," kata Kabag Humas Pemkab Banyuwangi Abdul Kadir usai mendampingi rombongan.

            Sehari sebelumnya, dia sempat bertemu dengan panitia pusat KTT di Nusa Dua,Bali. Ternyata para delegasi baru masuk ke Bali mulai hari ini. Padahal, seluruh persiapan menyambut para delegasi asing telah disiapkan dengan matang. Termasuk kerjasama pengamanan dengan aparat Kepolisian. 

            Meski gagal, acara kunjungan yang dikemas dengan field trip tersebut tetap digelar. Sesuai jadwal semula, rombongan bergerak menuju RPH Bangsring, Kecamatan Wongsorejo dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Di wilayah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyuwangi utara ini rombongan diajak mengunjungi program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dan berdialog dengan perwakilan warga serta sejumlah LSM pemerhati lingkungan.

            Program PHBM dinilai mampu melindungi habitat hutan yang menjadi jantungnya dunia. PHBM adalah kegiatan pelestarian hutan dengan melibatkan masyarakat pemangku hutan. Mereka diberikan kesempatan bercocok tanam di lingkungan hutan produktif tanpa merusak tanaman milik Perhutani. " Ini salah satu kelebihan yang kita miliki. Hutan dikelola bersama masyarakat secara saling menguntungkan," kata Direktur Produksi Perhutani Pusat Upi Rosalina Wasrin.

            Program PHBM akan diterapkan di seluruh lahan milik Perhutani yang tersebar di pulau Jawa. Langkah ini dinilai efektif untuk menekan angka pembalakan dan penjarahan hutan. Kunjungan sehari kemarin diakhiri dengan penamanan ratusan pohon jati. Kegiatan massal ini sebagai upaya mendukung KTT Pemanasan Global dan komitmen Indonesia untuk menggalakan penghijauan sebagai salah satu paru-paru dunia.

           

Diliburkan Dua Hari     

            Meski para delegasi asing batal mengunjungi Banyuwangi, pengamanan ekstra ketat tetap diberlakukan di pelabuhan Ketapang. Mulai Sabtu kemarin, seluruh aktivitas pelabuhan diawasi dengan teliti. Untuk mempermudah pengawasan, seluruh tukang ojek dan pedagang asongan terpaksa diliburkan selama dua hari.

            Mereka dilarang keras memasuki pelabuhan area pelabuhan. Polisi juga memberikan kartu identitas kepada pegawai pelabuhan dan para pedagang asongan. Hanya petugas pelabuhan yang diperkenankan masuk di kawasan pelabuhan. Akibatnya, sehari kemarin pelabuhan Ketapang terasa sangat sepi. Hanya personel kepolisian dan pegawai pelabuhan yang terlihat beraktivitas. Sedang komunitas tukang ojek lebih banyak bertahan di luar pelabuhan. " Kita diminta libur dua hari, katanya untuk pengamanan KTT," ujar salah satu pedagang asongan yang enggan disebutkan namanya.

            Kapolres Banyuwangi AKBP Ery Nursatari mengatakan pihaknya terus memperketat pelabuhan Ketapang menjelang pelaksanaan KTT. Salah satunya mengorganisir  para penghuni pelabuhan. " Mereka kita berikan kartu identitas khusus untuk bisa masuk ke Ketapang," tegasnya.  (udi)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com