kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Pon, 2 Desember 2007 tarukan valas
 

Mimbar Agama Islam


Pengantar Redaksi

Pengasuh mimbar agama Islam mulai penerbitan ini adalah H. Kusnadi Musthofa, menggantikan almarhum KH Wasil Abu Ali. Dalam kurun waktu hampir lima tahun terakhir, Kusnadi bertindak sebagai asisten almarhum dalam mempersiapkan tulisan-tulisannya di koran ini. Sebagaimana pendahulunya, Kusnadi juga aktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).

 

Bekal dan Misi Haji

''Watazauw waduu fa inna khairaz zaadit taqwaa, wat taquuni yaa ulil albaab''

HARI-HARI ini sedemikian sibuk bagi lebih dari tujuh kota besar di Indonesia yang dijadikan sebagai embarkasi pemberangkatan jemaah haji ke tanah suci. Juga merupakan hari-hari yang sangat sibuk bagi bandara internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Saudi Arabia, karena jutaan orang dari berbagai penjuru berdatangan untuk menunaikan ibadah haji, rukun Islam kelima itu.

Usia manusia memang merupakan rahasia Allah SWT. Tak sedikit calon jamaah haji kita yang tidak jadi berangkat lantaran keburu wafat atau sakit. Yang memprihatinkan, ada 6.500 orang calon jamaah haji yang dipersiapkan oleh swasta (KBIH Khusus), justru gagal berangkat karena kekeliruan pengelolaan administrasi pemerintah.

Tentu saja bagi yang tertunda keberangkatannya, kita pun berharap semoga pada kesempatan musim haji berikutnya, dapat berangkat dengan membawa bekal yang lebih baik. Sebagaimana dikutip dalam ayat di atas, sebaik-baik bekal adalah takwa. "Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal," (al-Baqarah [2]: 197).

Memang ayat tersebut berbicara dalam konteks pelaksanaan ibadah haji, namun mengingat begitu luasnya makna yang terkandung dalam suatu ayat Alquran, maka bisa dipahami bahwa dalam suatu kegiatan apa pun, tetap saja sebaik-baik bekal bagi kita adalah bekal takwa.

Kini, betapa mudahnya komunikasi antara jamaah haji yang berada di tanah suci dengan sanak saudaranya di Tanah Air, misalnya melalui telepon seluler. Karena itu, sangat bagus jika kita memanfaatkan jaringan telekomunikasi itu untuk menyampaikan pesan-pesan takwa bagi jamaah haji, bukan malah hanya disibukkan dengan "pesan" minta oleh-oleh.

Sungguh suatu kebiasaan yang baik selama ini, manakala seseorang berangkat menunaikan ibadah haji, maka antara yang pergi dan yang ditinggalkan saling berpesan untuk saling mendoakan. Doa adalah salah satu wujud ketakwaan kita kepada Allah SWT yang memang memerintahkan kita agar bermohon (berdoa) kepada-Nya (Q.S. 60: 40).

Bukan hal aneh apabila seorang jamaah haji membawa daftar nama-nama orang yang akan mereka doakan. Maklum, di tanah suci, sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah SAW terdapat  sejumlah tempat di mana doa yang dimohonkan makbul, seperti di depan pintu Ka'bah, di Raudah (masjid Nabawi) dan yang  lainnya. Sedangkan bagi kita yang berada di rumah pun, layak optimistis bahwa doa kita untuk mereka yang berhaji niscaya dikabulkan, karena sesama mukmin yang gaib (berjauhan, tidak saling melihat), doanya menurut Rasulullah SAW, juga makbul.

Mudah-mudahan, mereka yang berangkat ke tanah suci bekal takwanya memadai, sehingga mampu menangkap pesan dan misi haji yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, yakni agar mampu mengikuti jejak Nabi Ibrahim a.s. dan meraih predikat haji mabrur. Betapapun Ibrahim a.s. adalah figur teladan yang mesti kita ikuti, teladan yang berkepribadian cerdas, penyantun, berhati lembut, ikhlas, dan sangat mencintai Khaliqnya, Allah SWT.

Meraih kepribadian yang berakhlak mulia seperti Ibrahim a.s. dan Rasulullah SAW itulah hakikat misi haji, yang mudah-mudahan dapat diraih oleh calon jamaah haji kita yang memenuhi panggilan Allah SWT ke tanah suci tahun ini. Semoga pula mereka pun dapat memanfaatkan event akbar itu untuk menjalin silaturahmi yang lebih luas, baik terhadap saudara sebangsa maupun sesama muslim dari berbagai negara. Bahkan, diharapkan makin memperluas pula tali persaudaraan sesama manusia dari berbagai bangsa dan agama, mengingat yang terlibat pada pelaksanaan perjalanan haji juga saudara-saudara kita dari berbagai bangsa dan agama.

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com