Dukung ke Pilgub, Minta Perjuangkan SKTM
Amlapura
(Bali Post) -
Menteri Kesehatan didesak agar tetap memberlakukan SKTM (surat
keterangan tidak mampu) dan tidak hanya berpegang pada bantuan
Askeskin berdasarkan data orang miskin versi pemerintah, guna
memberikan pelayanan pengobatan gratis kepada warga miskin.
Masalahnya kini banyak warga yang benar-benar miskin ternyata
tidak tercatat dalam data orang miskin dalam Askeskin model baru
pemerintah.
Anggota DPD RI, Wayan Sudirta, yang telah berhasil
mendesak Menkes memberikan pelayanan dan pengobatan gratis untuk
warga miskin berdasarkan SKTM, juga didesak tetap memperjuangkan
hal ini agar jangan sampai ada warga miskin telantar, apalagi ada
yang sampai meninggal, semata-mata karena tidak memperoleh
pengobatan. Aspirasi itu dilontarkan beberapa kades dalam
simakrama dengan anggota DPD RI itu dengan pengurus Forum
Perbekel/Lurah se-Kabupaten Karangasem yang beranggotakan 78
orang, Selasa (27/11), di Seraya, Karangsem, dipandu oleh ketuanya
Gde Putu Dana.
Usai simakrama, beberapa kades meminta Sudirta dan
komponen masyarakat Bali yang telah mendukungnya terus maju dan
bersatu padu menuju pencalonan ke Bali-1. Apalagi perjalanan
menuju Bali-1 didukung Budi Argawa, yang mau berkoalisi tanpa
target kekuasaan yang bersifat jangka pendek. ''Mari sama-sama
bekerja untuk menggolkan beliau ke Bali-1,'' ujarnya.
Di antara tokoh yang bicara adalah Ketut Badra dan
Wayan Sedana menegaskan rasa prihatinnya, karena cukup banyak
warganya hidup dirundung kemiskinan. Tidak hanya kesehatannya yang
tidak terasuransi, karena biaya pendidikan yang mahalnya melangit,
mereka kesulitan menyekolahkan anak-anaknya. Karena itu, ia
wanti-wanti agar Sudirta tetap memperjuangkan ke Menkes, SKTM
jangan sampai dihapus. Mereka juga berharap, Sudirta
memperjuangkan satu model pendidikan menengah maupun pendidikan
tinggi yang terjangkau, tidak melangit mahalnya seperti sekarang
ini.
Wayan Ariawan, Ketua KORdEM Karangasem, yang
mendampingi Sudirta dalam simakrama tersebut menjelaskan tanpa
partisipasi masyarakat, perjuangan Wayan Sudirta dan KORdEM tidak
akan cukup punya legitimasi. (r/*)