Dr. IGN Arya Vedakarna MWS:
Orang Bali Jadi Penonton di UNCCC
Denpasar
(Bali Post) -
Program sejuta pohon yang dilakukan pemerintah dan tokoh Bali
diragukan efektifitasnya oleh Ketua PNIM Bali, Dr. Shri IGN Arya
Vedakarna MWS. Hal ini disampaikan dalam Blimate Peace Congres
Bali yang diadakan sebuah NGO dari Canada di Denpasar (28/11),
Vedakarna mengatakan penanaman pohon yang dilakukan oleh pejabat
dan tokoh hanya berkepentingan terhadap pblikasi murahan serta
tendensi untuk Pilkada. "Kita bisa lihat dari raut wajah mereka di
media, kalau mereka sesungguhnya tidak mengerti apa itu global
warming. Itu cuma akting dikamera," ungkap Vedakarna yang disambut
tawa para peserta kongres.
Dia menambahkan, yang diperlukan oleh
Bali dan Indonesia adalah Green Policy (Kebijakan Hijau) yang
datang dari lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. ''Rasanya
kok aneh ya, kalau Gubernur, Bupati/Walikota, Anggota DPRD dan
kandidat pilkada cuma bisa menanam pohon. Justru mereka harusnya
memperjuangkan kebijakan jalur hijau, pembabatan hutan, surutnya
air danau dan polusi dengan perda atau aturan yang tegas. Jika
cuma nenanam pohon, anak sekolahan juga bisa," ugkapnya.
Vedekarna memberi contoh kasus
hutan di Jembrana dibabat habis, jalur hijau yang semakin menyusut
di Denpasar, Badung dan Gianyar. Dampak ekosistem Galian C di
Klungkung. Air danau yang menyusut di Tabanan dan Buleleng.
"Itutandanya para pengambil kebijakan belum menjalankan swadharma
sebagai Ksatria dengan baik. Orang Bali wajib menjaga Tri Hita
Karana. Jangan bicara ajeg Bali kalau jaga lingkungan saja tidak
bisa,'' paparnya. Ia juga mengkritisi pemerintah pusat yang tidak
memberikan ruang pada orang Bali untuk menyuarakan haknya. ''Bali
kembali menjadi penonton di acara internasional. Orang Bali cuma
jadi pecalang, pembawa minuman, penari, sopir dan penyambut tamu.
Sisanya yang ikut sidang dan menjadi delegasi semua datang dari
Jakarta. Ironisnya para pejabat Bali yang seharusnya berdebat
membela Bali, cuma bisa menanam pohon,'' pungkas doktor
pemerintahan termuda di Indonesia ini.
(r)