kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Pon, 2 Desember 2007 tarukan valas
 

BERITA


Dr. IGN Arya Vedakarna MWS:
Orang Bali Jadi Penonton di UNCCC

Denpasar (Bali Post) -
 Program sejuta pohon yang dilakukan pemerintah dan tokoh Bali diragukan efektifitasnya oleh Ketua PNIM Bali, Dr. Shri IGN Arya Vedakarna MWS. Hal ini disampaikan dalam Blimate Peace Congres Bali yang diadakan sebuah NGO dari Canada di Denpasar (28/11), Vedakarna mengatakan penanaman pohon yang dilakukan oleh pejabat dan tokoh hanya berkepentingan terhadap pblikasi murahan serta tendensi untuk Pilkada. "Kita bisa lihat dari raut wajah mereka di media, kalau mereka sesungguhnya tidak mengerti apa itu global warming. Itu cuma akting dikamera," ungkap Vedakarna yang disambut tawa para peserta kongres.

   Dia menambahkan, yang diperlukan oleh Bali dan Indonesia adalah Green Policy (Kebijakan Hijau) yang datang dari lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. ''Rasanya kok aneh ya, kalau Gubernur, Bupati/Walikota, Anggota DPRD dan kandidat pilkada cuma bisa menanam pohon. Justru mereka harusnya memperjuangkan kebijakan jalur hijau, pembabatan hutan, surutnya air danau dan polusi dengan perda atau aturan yang tegas. Jika cuma nenanam pohon, anak sekolahan juga bisa," ugkapnya.

    Vedekarna memberi contoh kasus hutan di Jembrana dibabat habis, jalur hijau yang semakin menyusut di Denpasar, Badung dan Gianyar. Dampak ekosistem Galian C di Klungkung. Air danau yang menyusut di Tabanan dan Buleleng. "Itutandanya para pengambil kebijakan belum menjalankan swadharma sebagai Ksatria dengan baik. Orang Bali wajib menjaga Tri Hita Karana. Jangan bicara ajeg Bali kalau jaga lingkungan saja tidak bisa,'' paparnya. Ia juga mengkritisi pemerintah pusat yang tidak memberikan ruang pada orang Bali untuk menyuarakan haknya. ''Bali kembali menjadi penonton di acara internasional. Orang Bali cuma jadi pecalang, pembawa minuman, penari, sopir dan penyambut tamu. Sisanya yang ikut sidang dan menjadi delegasi semua datang dari Jakarta. Ironisnya para pejabat Bali yang seharusnya berdebat membela Bali, cuma bisa menanam pohon,'' pungkas doktor pemerintahan termuda di Indonesia ini. (r)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com