Tokoh
Mawang Kaja
ke AS Media Center
Gianyar
(Bali Post) -
Para tokoh Mawang
Kaja mendatangi
kantor AS
Media Center di
Jalan Raya
Campuhan, Ubud,
Sabtu (1/12) pagi
kemarin.
Dengan
mimik muka
yang menampakkan
kekesalan, mereka
berusaha menemui
Ketua AS Media Center,
Widiana Kepakisan
yang akrab
dipanggil Kiss. Mereka
kesal terhadap
pemberitaan di
media
massa
yang terbit 29 November 2007
lalu. ''Kami
sebagai tokoh
masyarakat tidak
bisa menerima
pemberitaan itu,
karena
bertentangan dengan
fakta,'' ujar
I Nyoman Riana,
S.Pd.,
salah seorang
tokoh Mawang
Kaja yang ikut
hadir di
AS Media Center.
Belasan
tokoh masyarakat
Mawang Kaja
ikut hadir
pada kesempatan
ini, di
antaranya tokoh
gaek yang
menjabat klian
sejak tahun
1959 hingga 2001, I
Nyoman Pugeg,
Klian Adat
setempat, I
Nyoman Parta,
Sekretaris Banjar,
I Wayan Sailendra,
Wakil Ketua
Pemuda, I Komang
Kurnata, dan
beberapa lainnya.
Sebelumnya
sejumlah media
massa
memberitakan
adanya kebulatan
tekad yang
dilakukan oleh
warga saat
menerima
kunjungan bupati.
Di
antaranya oleh
Klian Dinas
Mawang Kaja,
Wayan Rawa,
yang disebutkan
mewakili 220 KK warganya.
''Kami
semua sebagai
warga Mawang
Kaja kaget
dengan
pemberitaan tersebut
karena memang
tidak pernah
ada pembicaraan
mengenai hal
itu.
Karena itu,
kami mencoba
mengecek ke
klian
dinas.
Begitu kami
tanya,
ia mengatakan
dirinya terpaksa
membacakan naskah
kebulatan tekad
yang sudah
disiapkan oleh
oknum pendukung
salah satu
kandidat.
Karena
itu, kami
sebagai tokoh
masyarakat
berkewajiban moral untuk
meluruskan
informasi ini agar
tidak menyesatkan,''
tandas Riana.
Menanggapi
hal ini,
Kiss mengatakan
bahwa kasus
sebagaimana
diadukan oleh
para tokoh
Mawang Kaja
ini bukan
pertama kalinya
terjadi.
Sudah
sangat sering
tokoh masyarakat
dari berbagai
daerah yang
menuntut pelurusan
informasi akibat
diklaim
menyampaikan kebulatan
tekad.
Dalam hal
ini kandidat
kami, yakni
Tjokorda Oka
Artha Ardhana
Sukawati
menyarankan agar bantahan
atau counter
semacam itu
untuk tidak
dipublikasikan di
media
massa.
''Yang
penting adalah
kenyataan yang
sebenarnya di
tengah masyarakat,''
ujarnya.
Para
tokoh Mawang
Kaja itu
pun bisa memahami.
I Wayan
Pugeg bahkan
menegaskan bahwa
hubungan
masyarakatnya dengan
Puri Ubud
tidak mungkin
bisa dipisahkan.
Apa yang
diperbuat oleh
Puri Ubud
di Mawang
Kaja bukan
hanya saat
ini, tetapi
sudah sejak
dulu. (r/*)