kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Pon, 2 Desember 2007 tarukan valas
 

BERITA


Tokoh
Mawang Kaja ke AS Media Center

Gianyar (Bali Post) -
Para tokoh Mawang Kaja mendatangi kantor AS Media Center di Jalan Raya Campuhan, Ubud, Sabtu (1/12) pagi kemarin. Dengan mimik muka yang menampakkan kekesalan, mereka berusaha menemui Ketua AS Media Center, Widiana Kepakisan yang akrab dipanggil Kiss. Mereka kesal terhadap pemberitaan di media
massa yang terbit 29 November 2007 lalu. ''Kami sebagai tokoh masyarakat tidak bisa menerima pemberitaan itu, karena bertentangan dengan fakta,'' ujar I Nyoman Riana, S.Pd., salah seorang tokoh Mawang Kaja yang ikut hadir di AS Media Center.

Belasan tokoh masyarakat Mawang Kaja ikut hadir pada kesempatan ini, di antaranya tokoh gaek yang menjabat klian sejak tahun 1959 hingga 2001, I Nyoman Pugeg, Klian Adat setempat, I Nyoman Parta, Sekretaris Banjar, I Wayan Sailendra, Wakil Ketua Pemuda, I Komang Kurnata, dan beberapa lainnya. Sebelumnya sejumlah media massa memberitakan adanya kebulatan tekad yang dilakukan oleh warga saat menerima kunjungan bupati. Di antaranya oleh Klian Dinas Mawang Kaja, Wayan Rawa, yang disebutkan mewakili 220 KK warganya. ''Kami semua sebagai warga Mawang Kaja kaget dengan pemberitaan tersebut karena memang tidak pernah ada pembicaraan mengenai hal itu. Karena itu, kami mencoba mengecek ke klian dinas. Begitu kami tanya, ia mengatakan dirinya terpaksa membacakan naskah kebulatan tekad yang sudah disiapkan oleh oknum pendukung salah satu kandidat. Karena itu, kami sebagai tokoh masyarakat berkewajiban moral untuk meluruskan informasi ini agar tidak menyesatkan,'' tandas Riana.

Menanggapi hal ini, Kiss mengatakan bahwa kasus sebagaimana diadukan oleh para tokoh Mawang Kaja ini bukan pertama kalinya terjadi. Sudah sangat sering tokoh masyarakat dari berbagai daerah yang menuntut pelurusan informasi akibat diklaim menyampaikan kebulatan tekad. Dalam hal ini kandidat kami, yakni Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyarankan agar bantahan atau counter semacam itu untuk tidak dipublikasikan di media massa. ''Yang penting adalah kenyataan yang sebenarnya di tengah masyarakat,'' ujarnya.

Para tokoh Mawang Kaja itu pun bisa memahami. I Wayan Pugeg bahkan menegaskan bahwa hubungan masyarakatnya dengan Puri Ubud tidak mungkin bisa dipisahkan. Apa yang diperbuat oleh Puri Ubud di Mawang Kaja bukan hanya saat ini, tetapi sudah sejak dulu. (r/*)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com