Rio Juara, BRTV 2007 Bertaburan Bintang Tamu
LANGKAH
kelima duta BRTV 2007 akhirnya mencampai puncaknya. Setelah
bersaing dengan ribuan kontestan, Rio (Karangasem), Dedek
(Lombok), Asisia (Jembrana), Elva (Tabanan), dan Wida (Bangli)
dinyatakan sebagai lima besar serta melangkah ke konser Grand
Final BRTV 2007, Sabtu malam (1/12) kemarin di Wantilan Gedung
Pers K. Nadha.
Pada konser tersebut, kelima kontestan menyanyikan
dua lagu. Hasil akhirnya, duta Karangasem Rio keluar sebagai
pemenang dan berhak membawa pulang motor Kymco sebagai hadiah
utama.
Selain penampilan lima duta, konser grand final
kemarin bertaburan bintang tamu seperti Trio Kirani Jar, Trio
Januadi dan Dek Ulik. Komentator tamu kali ini adalah Manik yang
mendampingi dua komentator tetap Sri Sumahardhani dan Gus Purwa.
Pada sesion pertama para duta menyanyikan lagu baru
yang khusus diciptakan bagi mereka. Penampilan pertama dibuka oleh
Elva (Tabanan) dengan ''Buduh-Buduhan'' ciptaan Mang Gita, Rio
(Karangasem) dengan ''Mekecuh di Arep Adi'' ciptaan Adi Surya,
Asisia (Jembarana) dengan ''Mantu Kutang'' ciptaan Manggala
Sunari, Dedek (Lombok) dengan ''Lutung Ngidaman Bulan'' ciptaan
Adi Surya. Wida (Bangli) dengan ''Keweh Merayu'' ciptaan Adi
Surya.
Untuk sesion ke-2, penampilan pertama dibuka oleh
Asisia (Jembarana) dengan ''Lingis Miik'', Dedek (Lombok) dengan
''Gong Jambu'', Elva (Tabanan) dengan ''Megedi'', Rio dengan
''Suud Memotoh'', dan Wida (Bangli) dengan ''Taksu''.
Penampilan Elva (Tabanan) yang membuka sesion
pertama menuai pujian dari tiga komentator. ''Tidak salah kalau
saya mengunggulkan kamu menjadi juara'' ujar Manik.
Duta Karangasem, Rio, menurut tiga komentator
membawakan lagu barunya dengan sangat baik. ''Lagunya sudah indah,
lebih indah lagi ketika kamu bawakan,'' ujar Sri.
Sementara Asisia (Jembrana) meski mendapatkan
pujian dari komentator tetapi mendapatkan sedikit kritik
dari Manik. ''Dari segi vokal mungkin kamu harus lebih menekankan
dinamikanya. Selebihnya bagus,'' ujar Manik.
Jika tiga duta sebelumnya saat menyanyikan lagu
baru mereka menuai pujian, maka tidak untuk Dedek. Duta Lombok ini
terlalu rendah mengambil nada sehingga menurut para komentator
penampilannya tidak sebagus duta lain. ''Beban kamu mungkin berat
sebagai duta Lombok. Mungkin ini yang mempengaruhi kamu. Jiwa
lagunya tidak kamu dapatkan,'' ujar Manik.
Hampir sama dengan Dedek, Wida tidak terlalu
beruntung pada penampilan pertamanya. Terlalu banyak nada fals
yang keluar sehingga Wida menuai banyak kritik dari komentator.
''Kunci lagu ini adalah di napas terutama pada bagian ref. Napas
kamu kurang panjang saat menyanyikannya sehingga ada nada tinggi
yang tidak kesampaian,'' ujar Manik pada Wida.
Setelah penampilan ke-2 dari para duta, para
komentator diberikan kesempatan untuk merangkum penampilan ke-5
duta secara keseluruhan. Ketiga-tiganya menjagokan Rio dari
Karangasem sebagai juara BTRV 2007.
Sebelum saat-saat yang menegangkan bagi para duta,
Trio Junaidi dan Dek Ulik menghibur para penonton pada konser
malam kemarin. Di posisi ke-2 diraih oleh Elva (Tabanan) , Asisia
(Jembrana) di posisi ke-3, Dedek (Lombok) di posisi keempat dan
Wida di posisi terakhir. Penyerahan piala dilakukan Wali Kota
Denpasar, A.A. Puspayoga dan Direktur Utama Bali TV, Satria
Naradha. (san)