kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Paing, 18 Agustus 2006

 Bali


Bahas Proyek Seruni ---

''Pengempon'' Pura Dalem Boikot Pertemuan Pemkab
 

Semarapura (Bali Post) -
Pengempon Pura Dalem Desa Adat Kemoning memboikot pertemuan dengan Pemkab Klungkung guna membahas persoalan proyek peningkatan Jalan Seruni, Semarapura Kauh. Aksi pemboikotan itu terjadi, Rabu (16/8) lalu.

Akibat ketidakhadiran para pengempon pura, maka rencana pertemuan pun gagal. Padahal Bupati Klungkung, Wayan Candra, Kadis PU, IB Adnyana, Camat Klungkung, dan Lurah Semarapura Kauh sudah menunggu di ruang rapat bupati sejak pagi. ''Kami maunya diskusi langsung dengan warga. Apa sebenarnya yang diinginkan. Kenyataannya tak ada yang datang, mungkin proyek ini tak akan dibahas lagi,'' ujar Kadis PU, IB Adnyana, Kamis (17/8) kemarin.

Menurut Adnyana, pemerintah tak akan memaksakan kehendak dan ngotot melakukan perlawanan terhadap masyarakat untuk mewujudkannya. ''Intinya, proyek itu untuk kepentingan masyarakat. Kalau ditolak, kenapa mesti dipaksa,'' tandasnya seraya menambahkan proyek yang dianggarkan Rp 2,240 milyar itu tetap dilaksanakan. Hanya, sampai pada lahan yang diizinkan masyarakat.

Sementara itu, berdasarkan pantauan, pengempon Pura Dalem hanya menyerahkan surat jawaban atas undangan pemerintah. Intinya, mereka menolak proyek tersebut sampai mencaplok tanah kuburan Desa Adat Kemoning. Menurut mereka, penolakan itu sudah harga mati.

Sebelumnya, Bupati Candra didampingi Kadis PU dan staf sempat meninjau proyek sepanjang 600 meter tersebut. Karena masih menyisakan persoalan, Candra berniat mengundang pengempon pura, terutama mereka yang sempat membubuhkan tanda tangan menyetujui pada pertemuan tahun 2004. Namun, mereka tak memenuhi undangan pemerintah. (kmb20)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)