Tigabelas
Membantah
Mitos
Sial
Mitos
angka 13 (tiga
belas) yang
dianggap sial
banyak orang,
dibantah grup
band Tigabelas yang
berfomasikan Ade
(vokal), Dewa
dan Putra
(gitar), Soempix
(bass) dan Adex
(drum) ini.
---------
GRUP
band yang berdiri
sejak Mei 2005
ini justru
mengaku sangat
beruntung. "Sejak
terbentuk dengan
nama Tigabelas,
kami dapat
menunjukkan gaung
kami di
blantika musik
Bali," ungkap Ade.
Layaknya
seperti band pada
umumnya,
Tigabelas terbentuk
lantaran para
personelnya
menyukai musik
saat duduk
di bangku
SMA. Menurut Ade,
sangat
disayangkan jika
kemampuan yang
ada tiap
personel dalam
membawakan alat
musik tidak
dimanfaatkan.
Kendati
belum memiliki
album rekaman,
Ade mengaku
bukan berarti
Tigabelas terjun
ke blantika
musik Bali hanya
sekadarnya. Bagi
Ade, untuk
menggarap album,
mereka harus
benar-benar
matang. "Biar
kami mengalir
apa adanya
dulu," terang
Ade. Warna
musik Tigabelas
adalah hard core.
Grup ini
terpengaruh band luar
seperti Hate Breed.
Lantas,
ke depan
apa harapan
Tigabelas? "Kami
berharap album
perdana kami
segera dirilis,"
harap Ade
seraya mengatakan
lagu-lagu mereka
dominan
mengangkat tema
kehidupan sekitar.
Kendati
industri musik
indie kini
makin menunjukkan
grafik
peningkatan, para
personel
Tigabelas mengaku
tidak takut
akan tersaingi.
Bagi mereka,
nilai terpenting
dalam diri
Tigabelas adalah
berkarya
semaksimal mungkin. "Yang
terpenting, kami
mampu berbuat,
terserah orang
menilainya,"
imbuh Ade.
Perihal
adanya
pengkotak-kotakan musik
di masyarakat,
sangat disesali
Tigabelas. Bagi
Ade, sangat
tidak relevan
jika suatu
karya cipta
mesti
dikotak-kotakkan. Musik yang
dianggapnya
apresiasi dari
dalam hati,
sangatlah universal
untuk disampaikan
kepada siapa
pun dan di
mana pun. "Saya
rasa musik
dapat mengandung
banyak makna
dan dapat
menyampaikan
pesan perdamaian.
Jadi tidak
wajar jika
musik diberi
jarak pemisah,"
paparnya. (dri)