Trik Menghadapi Rekan Baru
MBAK
Santy, saat ini saya bekerja di salah satu perusahaan
eksport-import. Saya sudah bekerja sekitar 3 tahun. Baru-baru ini,
atasan saya merekrut beberapa karyawan baru, karena perusahaan
kami berencana untuk membuka cabang di daerah lain. Saya sangat
salut dengan kualitas karyawan-karyawan baru itu, mereka muda,
''smart'' dan punya semangat yang tinggi. Hal itu membuat saya
khawatir, jangan-jangan nanti posisi saya terancam dan bisa
diambil alih oleh mereka. Bagaimana saya seharusnya bersikap
mengahadapi rekan-rekan baru tersebut?
Kadek Wiwin
Mahayani
Jl. Hang Tuah, Sanur
Kehadiran orang-orang baru di lingkungan perusahaan
adalah hal yang biasa. Karena kehadiran mereka kerap dibutuhkan
untuk memenuhi beban kerja perusahaan yang makin meningkat atau
dalam rangka memperluas jaringan usaha. Perusahaan perusahaan
besar yang telah melakukan marger ataupun akuisisi dengan
perusahaan sejenis lainnya otomatis juga akan menambah kehadiran
rekan-rekan baru bagi Anda.
Namun, tak jarang kehadiran orang baru dengan
segala kelebihannya dianggap suatu ancaman bagi sebagian karyawan.
Rekan baru yang smart, berpendidikan tinggi, gesit, apalagi
ditunjang penampilan yang mewah sekilas bagaikan meteor yang siap
melesat dan mengancam posisi Anda.
Padahal rekan baru tersebut sebenarnya harus
disambut positif dan gembira. Karena bukankah dengan hadirnya
rekan baru berarti menambah jumlah teman yang sudah Anda miliki
sebelumnya? Tetapi masalahnya, tidak semua orang bisa bersikap
demikian. Reaksi yang muncul dengan hadirnya orang baru cukup
beragam. Ada yang menolak, ragu-ragu tetapi tidak sedikit juga
yang mau menerima dengan tangan terbuka. Berikut ini adalah
sedikit penjelasan tentang sikap menerima kehadiran orang baru.
Menolak
Kelompok yang menolak kehadiran orang baru, umumnya
belum apa-apa sudah menunjukkan gejala penolakan, meskipun
pendatang baru tidak menunjukkan sikap dan tingkah laku yang
merugikan. Anehnya kelompok ini enggan menjelaskan ihwal
penolakannya. Biasanya, kelompok ini merasa di pihak yang tidak
pernah puas dan selalu bermasalah dengan mencari-cari kelemahan
orang baru.
Ragu-ragu
Kelompok ini biasanya diliputi ragu-ragu antara
menerima dan menolak kehadiran rekan baru. Alasannya pun beragam
ada yang terkejut, iri, terancam, minder, merasa lebih senior dan
tidak butuh. Reaksi kelompok ini pun macam-macam, ada yang menjaga
jarak dengan pendatang baru, ada yang diam-diam menjadi pengamat
kritis bagi rekan baru bahkan ada yang terang-terangan mencibir.
Menerima
Mereka adalah orang-orang yang bersikap positif
atas kehadiran orang baru. Potensi rekan baru oleh mereka dianggap
sebagai pemacu semangat kerja sekaligus untuk mengukur potensi
dirinya.
Nah, kini bagaimana dengan sikap Anda sendiri
terhadap rekan-rekan baru di lingkungan Anda? Apakah Anda menolak,
ragu-ragu atau menerima? Tetapi apapun judulnya, tidak perlu ada
perasaan cemas dan khawatir dengan kehadiran orang baru. Toh
sepandai-pandainya rekan baru tetap saja ia membutuhkan kerja sama
dengan Anda.
Setelah Anda yakin tidak ada yang perlu
dikhawatirkan, tidak ada salahnya jika Anda bersikap terbuka
terhadap mereka. Anggap saja mereka sebagaimana layaknya anggota
keluarga baru yang akan bekerja bersama-sama dengan "keluarga
besar" Anda. Karena tentu Anda sendiri akan merasa tidak nyaman
jika bekerja sama dalam suasana yang "dingin" dan tidak bersahabat
kan? Karena bisa saja sebenarnya rekan baru itu sama "kedernya"
dengan Anda. Artinya, sebenarnya mereka pun memiliki kecemasan dan
perasaan yang sama dengan Anda. Atau bisa jadi lebih cemas dan
terancam dengan kehadiran Anda. Jadi dengan menerima mereka
sebagai anggota keluarga, semua perasaan tersebut akan hilang
dengan sendirinya.
Kemudian hal yang tak kalah penting adalah jangan
terjebak pada kesan pertama yang tidak seluruhnya benar. Karena
tidak ada sumber yang paling akurat selain rekan baru itu sendiri.
Ingat, kesan pertama secara subjektif tidak terlepas dari
"distorsi". Lebih baik Anda teropong rekan baru Anda secara
positif. Perhatikan kelebihan dan hal-hal positif rekan baru Anda.
Jika memang banyak hal positif yang bisa dipelajari dari rekan
baru, tidak ada salahnya jika Anda mengadopsi hal positif
tersebut.
Intinya dari semua hal tersebut adalah Anda harus
pintar memposisikan diri. Karena jika Anda cukup smart
memposisikan diri tak jarang Anda akan mampu mengambil strategi
aliansi bukan strategi ''agitator'' yang memicu persaingan tidak
sehat dan konflik. Sehingga Anda tetap dapat nyaman bekerja dengan
kehadiran rekan baru, bukan? Jadi, selamat berkolaborasi dengan
rekan baru.