kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 11 Juni 2006 tarukan valas
 

BERITA


Dipertanyakan, Kemunculan Titik Soeharto

Jakarta (Bali Post) -
Demam piala dunia empat tahunan tidak cuma mengguncang dunia. Di Indonesia, para penggila bola (gibol, sebutan
penggemar sepak bola) juga terguncang-guncang. Bukan karena penampilan Jerman yang bisa menekuk Costarika 4-2, dan Ecuador melumat Polandia 2-0, tetapi munculnya sosok keluarga Cendana di layar kaca. Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa Titik Soeharto tampil menjadi presenter bola di stasiun televisi.

Selidik punya selidik, Titik memang menjadi salah satu komisaris di stasiun televisi swasta yang punya hak siar momen akbar empat tahunan itu. Kendati menjadi komisaris, para gibol menyayangkan penampilannya di layar kaca karena publik selama ini mengenal Titik sebagai juru bicara kasus ayahnya, Soeharto.

Pengamat komunikasi publik, Effendy Ghazali, menyayangkan penampilan Titik di acara bola. "Dia salah mengambil momen. Memang Cendana berhak untuk memulihkan citranya, tetapi tidak memanfaatkan momen Piala Dunia. Ini contoh yang gagal," kata Effendy kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (10/6) kemarin.

Kata Effendy, komisaris tidak harus menjadi presenter. Apalagi, dia tidak mengerti bola. "Penampilannya menjadi hambar. Ini sayang sekali karena Piala Dunia momen empat tahunan. Ini jelas mengecewakan gibol," akunya.

Ahmadi, salah satu penggila bola asal Depok, juga sangat menyayangkan munculnya Titik Soeharto di layar kaca saat acara Piala Dunia. Selain tidak mengerti bola, Titik juga dinilai lebih akrab dengan kasus-kasus korupsi dan kesehatan ayahnya yang kontroversial.

Salah satu komisaris stasiun televisi yang membeli hak siar 12 juta dolar AS itu, Sujono, menyatakan tampilnya Titik sebagai presenter itu berdasarkan rapat komisaris. "Itu program tidak main-main. Belinya saja mahal. Titik itu menguasai bola. Jadi, kita pilih dia untuk menjadi presenternya," tegas Sujono yang juga mantan Kasum ABRI waktu kasus 27 Juli 1996 itu.

Katanya, Titik memang menjadi salah satu komisaris stasiun televisi itu. Tetapi, bukan karena alasan komisaris yang membuat Titik terpilih sebagai presenter bola. "Dia memang menguasai. Dia tidak meminta kok. Kami yang memutuskan untuk menempatkan Titik sebagai presenter," tegas dia.

Kalau ada yang memandang remeh pada kemampuan Titik, itu hak dia. Sujono juga tidak terpengaruh apabila kemunculan Titik dikait-kaitkan dengan kasus-kasu Pak Harto. "Itu kan urusan pribadi. Urusan perusahaan berbeda. Ini program unggulan, belinya mahal. Kalau sampai kita tidak sungguh-sungguh kita bisa bangkrut," katanya. (kmb7)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com