Dipertanyakan, Kemunculan Titik Soeharto
Jakarta
(Bali Post) -
Demam piala dunia empat tahunan tidak cuma mengguncang dunia. Di
Indonesia, para penggila bola (gibol, sebutan
penggemar
sepak bola) juga terguncang-guncang. Bukan karena penampilan
Jerman yang bisa menekuk Costarika 4-2, dan Ecuador melumat
Polandia 2-0, tetapi munculnya sosok keluarga Cendana di layar
kaca. Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa Titik Soeharto
tampil menjadi presenter bola di stasiun televisi.
Selidik punya selidik, Titik memang menjadi salah
satu komisaris di stasiun televisi swasta yang punya hak siar
momen akbar empat tahunan itu. Kendati menjadi komisaris, para
gibol menyayangkan penampilannya di layar kaca karena publik
selama ini mengenal Titik sebagai juru bicara kasus ayahnya,
Soeharto.
Pengamat komunikasi publik, Effendy Ghazali,
menyayangkan penampilan Titik di acara bola. "Dia salah mengambil
momen. Memang Cendana berhak untuk memulihkan citranya, tetapi
tidak memanfaatkan momen Piala Dunia. Ini contoh yang gagal," kata
Effendy kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (10/6) kemarin.
Kata Effendy, komisaris tidak harus menjadi
presenter. Apalagi, dia tidak mengerti bola. "Penampilannya
menjadi hambar. Ini sayang sekali karena Piala Dunia momen empat
tahunan. Ini jelas mengecewakan gibol," akunya.
Ahmadi, salah satu penggila bola asal Depok, juga
sangat menyayangkan munculnya Titik Soeharto di layar kaca saat
acara Piala Dunia. Selain tidak mengerti bola, Titik juga dinilai
lebih akrab dengan kasus-kasus korupsi dan kesehatan ayahnya yang
kontroversial.
Salah satu komisaris stasiun televisi yang membeli
hak siar 12 juta dolar AS itu, Sujono, menyatakan tampilnya Titik
sebagai presenter itu berdasarkan rapat komisaris. "Itu program
tidak main-main. Belinya saja mahal. Titik itu menguasai bola.
Jadi, kita pilih dia untuk menjadi presenternya," tegas Sujono
yang juga mantan Kasum ABRI waktu kasus 27 Juli 1996 itu.
Katanya, Titik memang menjadi salah satu komisaris
stasiun televisi itu. Tetapi, bukan karena alasan komisaris yang
membuat Titik terpilih sebagai presenter bola. "Dia memang
menguasai. Dia tidak meminta kok. Kami yang memutuskan untuk
menempatkan Titik sebagai presenter," tegas dia.
Kalau ada yang memandang remeh pada kemampuan
Titik, itu hak dia. Sujono juga tidak terpengaruh apabila
kemunculan Titik dikait-kaitkan dengan kasus-kasu Pak Harto. "Itu
kan urusan pribadi. Urusan perusahaan berbeda. Ini program
unggulan, belinya mahal. Kalau sampai kita tidak sungguh-sungguh
kita bisa bangkrut," katanya. (kmb7)