kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 11 Juni 2006 tarukan valas
 

KELUARGA


Persoalan
Bawang Merah Bawah Putih
Cinderella dan Ibu
Tiri

Satu persoalan lagi berkenaan dengan dongeng ''Bawang Merah Bawang Putih'' adalah mengenai kedudukan Men Bawang dalam keluarganya. Adakah Men Bawang istri satu-satunya Pan Bawang? Apakah Men Bawang ibu kandung atau ibu tiri I Bawang, I Kesuna dan I Cekuh?

-------------

 

STITH Thompson, ahli cerita rakyat dari Amerika Serikat dalam bukunya ''The Types of the Folktale'' mengklasifikasikan cerita rakyat dari berbagai kelompok kebudayaan di dunia. Penggolongan itu dilakukan berdasarkan tipe dan motif cerita, yang memiliki unsur persamaan atau kemiripan. Dongeng ''Bawang Merah Bawang Putih'' cocok benar dimasukkan dalam satu ''keranjang'' (maaf, ini istilah saya sendiri) dengan dongeng ''Cinderella'' yang sangat populer di Eropa. Contoh lain yang dapat dimasukkan ke dalam ''keranjang'' itu, dongeng ''Ande-ande Lumut'' dan 'Si Melati dan si Kecubung' dari Jawa. Dongeng-dongeng serupa itu memiliki persamaan terutama yang dialami protagonis seperti misalnya diberi pakaian buruk, diperlakukan tidak adil, bertemu tokoh penolong, bertemu pangeran, dan  menunjukkan jatidiri.

Untuk memperjelas persmaan-persamaan itu, sebaiknya ikuti dulu dongeng ''Cinderella'' yang diringkas dari cerita ''Cinderella'' versi Perancis yang ditulis Charles Perrault sebagai berikut.

***

 

Sepeninggal ayahnya, Cinderella diasuh oleh ibu tirinya yang sudah mempunyai dua orang anak perempuan. Ibu tiri itu sangat tidak adil memperlakukan anak-anaknya. Cinderella selalu mendapat perlakuan buruk dari ibu dan saudara tirinya. Layaknya seorang pembantu, Cinderella harus menyelesaikan pekerjaan yang berat seperti mencuci piring, membersihkan kamar ibu dan saudara-saudara tirinya. Tempat tidurnya dari jerami di bawah atap, sedangkan ibu dan saudara tirinya tidur di kamar yang berlantai kayu, lengkap dengan peralatan yang mewah dan indah. Pembagian pakaian pun demikian. Saudara tirinya mendapat pakaian yang indah dan perhiasan yang mahal, tetapi Cinderella mendapat pakaian yang kumal dan compang-camping. Walaupun demikian ia kelihatan lebih cantik dari saudara tirinya.

Pada suatu hari tersebar berita bahwa putra raja akan dinikahkan dengan seorang putri yang menjadi pilihannya. Untuk mendapatkan calon istri, maka di istana diselenggarakan pesta dansa yang hanya boleh diikuti oleh putri-putri berdarah biru. Cinderella adalah anak bangsawan, demikian pula saudara-saudara tirinya. ''Walaupun kamu keturunan bangsawan, sebaiknya kamu tidak ikut,'' demikian saran saudara tirinya. ''Orang-orang akan tertawa melihat penampilanmu yang memalukan!'' katanya lagi.

Seperti biasanya, Cinderella mengerjakan pekerjaannya sehari-hari. Setelah itu ia disuruh menyetrika, mempersiapkan pakian dansa dan membantu menghiasi saudara tirinya yang akan berangkat ke istana. Ketika waktu yang dinanti-nantikan itu tiba, kedua saudara tirinya itu berangkat dengan kereta ke istana. Cinderella hanya mengikutinya dengan pandangan mata. Ia menangis mengenang nasibnya yang malang.

''Kau pasti ingin sekali ke pesta dansa, Anakku!'' Tiba-tiba di depannya berdiri seorang peri. ''Berhentilah menangis, kamu pasti akan mengikuti pesta itu di istana.''

Peri itu menyuruh Cinderella memetik sebuah labu manis dari kebun. Dengan sentuhan tongkat wasiat, sang peri mengubah labu itu menjadi sebuah kereta kencana. Kemudian Cinderella disuruh lagi menangkap beberapa ekor tikus dan kadal. Tikus dan kadal itu pun diubah peri menjadi kuda, sais dan pelayan. Terakhir, peri itu menyediakan pakaian yang indah dan gemerlapan serta menyuruh Cinderella mengenakan sepasang sepatu dari kaca. Malam itu Cinderella tampak sebagai seorang bidadari dari kayangan.

''Berangkatlah sekarang, ikutilah pesta dansa itu bersungguh-sungguh! Tapi ingat, sebelum tengah malam kamu harus sudah berada di rumah!'' kata peri itu.

 

* made taro

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com