kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 11 Juni 2006 tarukan valas
 

BERITA


Indonesia Jaga Jarak dengan Timor Leste

Denpasar (Bali Post) -
Hubungan Indonesia dengan Timor Leste tak akan lagi mengulangi konflik masa lalu. Berdasarkan pengalaman sejarah, Indonesia tak ingin membuat masalah lagi dengan Timor Leste. ''Kita akan selalu berupaya menjaga jarak dengan Timor Leste,'' ujar Koordinator Staf Ahli Menteri Pertahanan dan Keamanan Prof. Dr. Bambang Pranowo usai berbicara pada sarasehan nasional 100 tahun Puputan Badung di Nusa Dua, Sabtu (10/6) kemarin.

Ditegaskan, pemerintah Indonesia tak akan lagi melakukan pendekatan militer seperti masa lalu. Indonesia sadar dengan pendekatan seperti itu akan membawa kesengsaraan kepada warga negara. Dengan demikian, pendekatan yang dilakukan lebih bersifat defensif daripada refresif.

Kata dia, bagaimanapun gawatnya situasi akan selalu diupayakan dengan jalan damai. ''Kita sangat hati-hati kalau membicarakan persoalan Timor Leste, apalagi teringat sejarah masa lalu,'' tegasnya.

Sejarah hubungan Indonesia-Timor Leste yang kelam masa lalu, diakui berdampak pada embargo senjata AS kepada Indonesia. Embargo itu kini sudah tidak dilakukan lagi oleh pemerintah Amerika Serikat. Menanggapi masih adanya kelompok di Indonesia yang berbuat anarkis, Bambang Pranowo mengatakan Indonesia masih berada dalam transisi demokrasi. Masih ada pihak-pihak yang belum paham melaksanakan demokrasi secara baik dan benar. Manakala cara seperti itu dilakukan pemerintah tak segan-segan bertindak tegas. ''Asal ada bukti kuat secara hukum kita pasti akan menindak tegas,'' katanya seraya menunjukkan bukti kelompok tertentu di Jakarta ditindak atas perbuatan anarkisnya.

Sementara itu, sekapur sirih semangat 100 tahun Puputan Badung dalam Bali recovery disampaikan Raja Denpasar IX Ida Tjokorde Ngurah Jambe Pemecutan. Menurutnya, perang puputan adalah tonggak pertama peristiwa sejarah perjuangan terbesar di Bali. Sebagai peristiwa sejarah, sudah selayaknya mendapat tempat di setiap hati pewarisnya dan harus dijunjung sebagaimana penghormatan terhadap para pahlawan dan pejuang kemerdekaan bangsa.

Selama tahun 2005, Puri Agung Satria bersama puri lain telah mengadakan ritual Maligya Jangkep, Tawur Agung Lebur Sanga sampai Mabhiseka Ratu Ida Tjokorde Denpasar. Acara ritual tersebut dimaksudkan untuk mengantarkan para kesatrya yang telah digugur di medan perang menuju surga loka serta membersihkan jagat Bali dari peristiwa berdarah Puputan Badung 1906. Sementara pada tahun 2006, akan dilanjutkan dengan berbagai acara bertema semangat Puputan Badung dalam rangka pemulihan Bali. Hasil sarasehan ini menurut Raja Denpasar IX akan dituangkan dalam maklumat Pemahayu Jagat. Hasilnya dikirim kepada tokoh nasional termasuk Presiden SBY. (029)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com