kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Pon, 21 Mei 2006 tarukan valas
 

BERITA


Hidayat dan Widi
Mempertemukan Koes Plus dan Beatles di Bali

Mempertemukan grup legendaris Koes Plus dan The Beatles di Bali? Apa bisa? Bisa saja. Impian ini malah sedang diupayakan menjadi nyata. Namun, tentu jangan berharap kedua grup itu tampil sebagaimana "asli"-nya. Realitanya, ada dua grup musik, Duplikoes dan Voiceline -- masing-masing sebagai "duplikat" Koes Plus dan The Beatles -- akan membentang sejarah dan gairah tersendiri di tengah ingar-bingarnya beragam pentas musik di Bali.

-------------

 

DALAM peta musik nasional dan internasional, Koes Plus dan Beatles adalah dua grup musik "pelopor". Lebih mendalam, keduanya tidak semata menawarkan wacana musik, tapi juga gaya hidup. Koes Plus amat jelas cengkeraman riwayatnya di Indonesia, sedangkan Beatles tidak asing lagi eksistensinya dalam wacana musik dunia. Lebih fokus lagi, mengapa keduanya mesti disandingkan, karena keduanya punya karakter musikal yang nyaris sama.

Lantas, ihwal ide mempertemukan Koes Plus dan Beatles -- meski hanya duplikatnya -- di Bali, ini datangnya dari dua grup "pelestari" kedua band legendaris itu. Mereka adalah Duplikoes sebagai duplikat Koes Plus dan Voiceline sebagai imitasi Beatles. Di tengah ingar-bingarnya dunia hiburan pentas musik khususnya di Bali, Duplikoes maupun Voiceline ingin mencoba memberikan hiburan alternatif untuk mengenang kembali dua grup musik yang pernah jaya di masanya pada era 1960-an itu.

"Lagu-lagu dari kedua grup musik ini sangat khas dengan beat-beat-nya yang riang di samping lagu-lagunya yang melankolis. Sudah sepantasnya lagu-lagu mereka kita kenang terus dalam wujud pertunjukan musik live dengan aransemen mendekati aslinya," papar Hidayat, salah satu personel sekaligus leader Duplikoes kepada Bali Post.

Guna "menghidupkan" Koes Plus atau Beatles di Bali, Hidayat lebih jauh membandingkan dengan daerah atau kota-kota lain di Indonesia. "Di Indonesia, khususnya di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Solo telah ada pertunjukan musik reguler yang menampilkan lagu-lagu kedua grup band legendaris itu," paparnya.

Dicontohkannya, biasanya pada hari tertentu dalam seminggu pentas di kota-kota besar itu menggunakan nama "Beatles Night" dan "Koes Night". Ditambahkan Hidayat, acara-acara tersebut telah berhasil menarik penggemar Koes Plus maupun Betales serta menciptakan segmen atau komunitas penggemar musik tersendiri.

Dalam catatan pergelaran musik di Bali beberapa waktu belakangan ini, Duplikoes memang sudah acap kali tampil di sejumlah event. Sedangkan Voiceline, termasuk baru saja memutuskan diri untuk "menjadi" Beatles. Adanya kesamaan napas dari kedua grup legendaris itulah yang kemudian menjadikan Voiceline dan Duplikoes berpadu serasi. Dari situ pula, kedua grup yang para personelnya rata-rata beda usia ini belakangan jadi sering manggung bersama.

Gde Widiandika Indra Putra yang akrab dipanggil Widi, salah satu personel yang juga leader Voiceline menambahkan paparan Hidayat, adalah suatu kebetulan jika penggemar Koes Plus juga menggemari Beatles. "Selama ini lebih banyak acara yang menampilkan lagu Beatles dan Koes Plus secara terpisah, maka akan sangat baik jika lagu-lagu kedua band legendaris itu dibawakan dalam satu panggung," ujar Widi.

Maka, guna mewujudkan betapa gaung Koes Plus dan Beatles tak pernah surut dari "cakrawala" musik di mana-mana, Duplikoes dan Voiceline akan menggelar pentas bersama pada Minggu (28/5) di Handle Bar Jak Resto, Kuta. Dengan mengambil konsep acara in door dengan kapasitas 300-an penonton, pentas ini diharapkan menjadi momentum budaya secara lebih luas. Sebuah momentum untuk membangun penghargaan setinggi-tingginya pada Koes Plus maupun Beatles sebagai grup-grup "inspirator" perkembangan musik Indonesia khususnya dan dunia umumnya.

"Lewat momentum ini pula kami ingin mengajak masyarakat khususnya penikmat atau penggemar lagu-lagu Koes Plus dan Beatles untuk bernostalgia," papar Hidayat. "Intinya, momentum ini akan menjadi ajang berkumpulnya para penikmat atau penggemar lagu-lagu Koes Plus dan Beatles khususnya di Bali," tambah Widi. Pentas nanti, imbuh Hidayat, tak semata paparan musik, tapi juga paparan sejarah. "Makanya di situ kami akan memutar rekaman visual sejarah Koes Plus maupun Beatles dengan rinci," katanya.

Sebagaimana diketahui, Koes Plus "asli" beranggotakan Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyo, dan Murry. Sedangkan Duplikoes beranggotakan Hidayat, Heri, Eddy, Andri, Moody, dan Arief. Sementara The Beatles "asli" berpersonel John Lennon, Paul McCartney, George Harison, dan Ringo Star. Sedangkan Voiceline beranggotakan Widi, Ari, Andri, Cok, Moody, dan Tri. (tin)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com