Hidayat dan Widi
Mempertemukan Koes Plus dan Beatles di
Bali
Mempertemukan grup legendaris Koes Plus dan The
Beatles di Bali? Apa bisa? Bisa saja. Impian ini malah sedang
diupayakan menjadi nyata. Namun, tentu jangan berharap kedua grup
itu tampil sebagaimana "asli"-nya. Realitanya, ada dua grup musik,
Duplikoes dan Voiceline -- masing-masing sebagai "duplikat" Koes
Plus dan The Beatles -- akan membentang sejarah dan gairah
tersendiri di tengah ingar-bingarnya beragam pentas musik di Bali.
-------------
DALAM
peta musik nasional dan internasional, Koes Plus dan Beatles
adalah dua grup musik "pelopor". Lebih mendalam, keduanya tidak
semata menawarkan wacana musik, tapi juga gaya hidup. Koes Plus
amat jelas cengkeraman riwayatnya di Indonesia, sedangkan Beatles
tidak asing lagi eksistensinya dalam wacana musik dunia. Lebih
fokus lagi, mengapa keduanya mesti disandingkan, karena keduanya
punya karakter musikal yang nyaris sama.
Lantas, ihwal ide mempertemukan Koes Plus dan
Beatles -- meski hanya duplikatnya -- di Bali, ini datangnya dari
dua grup "pelestari" kedua band legendaris itu. Mereka adalah
Duplikoes sebagai duplikat Koes Plus dan Voiceline sebagai imitasi
Beatles. Di tengah ingar-bingarnya dunia hiburan pentas musik
khususnya di Bali, Duplikoes maupun Voiceline ingin mencoba
memberikan hiburan alternatif untuk mengenang kembali dua grup
musik yang pernah jaya di masanya pada era 1960-an itu.
"Lagu-lagu dari kedua grup musik ini sangat khas
dengan beat-beat-nya yang riang di samping lagu-lagunya yang
melankolis. Sudah sepantasnya lagu-lagu mereka kita kenang terus
dalam wujud pertunjukan musik live dengan aransemen mendekati
aslinya," papar Hidayat, salah satu personel sekaligus leader
Duplikoes kepada Bali Post.
Guna "menghidupkan" Koes Plus atau Beatles di Bali,
Hidayat lebih jauh membandingkan dengan daerah atau kota-kota lain
di Indonesia. "Di Indonesia, khususnya di kota besar seperti
Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Solo telah ada
pertunjukan musik reguler yang menampilkan lagu-lagu kedua grup
band legendaris itu," paparnya.
Dicontohkannya, biasanya pada hari tertentu dalam
seminggu pentas di kota-kota besar itu menggunakan nama "Beatles
Night" dan "Koes Night". Ditambahkan Hidayat, acara-acara tersebut
telah berhasil menarik penggemar Koes Plus maupun Betales serta
menciptakan segmen atau komunitas penggemar musik tersendiri.
Dalam catatan pergelaran musik di Bali beberapa
waktu belakangan ini, Duplikoes memang sudah acap kali tampil di
sejumlah event. Sedangkan Voiceline, termasuk baru saja memutuskan
diri untuk "menjadi" Beatles. Adanya kesamaan napas dari kedua
grup legendaris itulah yang kemudian menjadikan Voiceline dan
Duplikoes berpadu serasi. Dari situ pula, kedua grup yang para
personelnya rata-rata beda usia ini belakangan jadi sering
manggung bersama.
Gde Widiandika Indra Putra yang akrab dipanggil
Widi, salah satu personel yang juga leader Voiceline menambahkan
paparan Hidayat, adalah suatu kebetulan jika penggemar Koes Plus
juga menggemari Beatles. "Selama ini lebih banyak acara yang
menampilkan lagu Beatles dan Koes Plus secara terpisah, maka akan
sangat baik jika lagu-lagu kedua band legendaris itu dibawakan
dalam satu panggung," ujar Widi.
Maka, guna mewujudkan betapa gaung Koes Plus dan
Beatles tak pernah surut dari "cakrawala" musik di mana-mana,
Duplikoes dan Voiceline akan menggelar pentas bersama pada Minggu
(28/5) di Handle Bar Jak Resto, Kuta. Dengan mengambil konsep
acara in door dengan kapasitas 300-an penonton, pentas ini
diharapkan menjadi momentum budaya secara lebih luas. Sebuah
momentum untuk membangun penghargaan setinggi-tingginya pada Koes
Plus maupun Beatles sebagai grup-grup "inspirator" perkembangan
musik Indonesia khususnya dan dunia umumnya.
"Lewat momentum ini pula kami ingin mengajak
masyarakat khususnya penikmat atau penggemar lagu-lagu Koes Plus
dan Beatles untuk bernostalgia," papar Hidayat. "Intinya, momentum
ini akan menjadi ajang berkumpulnya para penikmat atau penggemar
lagu-lagu Koes Plus dan Beatles khususnya di Bali," tambah Widi.
Pentas nanti, imbuh Hidayat, tak semata paparan musik, tapi juga
paparan sejarah. "Makanya di situ kami akan memutar rekaman visual
sejarah Koes Plus maupun Beatles dengan rinci," katanya.
Sebagaimana diketahui, Koes Plus "asli"
beranggotakan Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyo, dan
Murry. Sedangkan Duplikoes beranggotakan Hidayat, Heri, Eddy,
Andri, Moody, dan Arief. Sementara The Beatles "asli" berpersonel
John Lennon, Paul McCartney, George Harison, dan Ringo Star.
Sedangkan Voiceline beranggotakan Widi, Ari, Andri, Cok, Moody,
dan Tri. (tin)