Sempat Pegang Tangan Agresti
TAK
pernah tebersit dalam pikiran Irvan Maulana (17) -salah satu
korban yang selamat-, akan tertimpa nasib naas seperti yang
dialaminya, Sabtu (20/5) kemarin. Ia bercerita saat berenang di
pantai tidak merasakan firasat apa pun. ''Saat itu, perasaan saya
sedang senang,'' ujarnya ketika ditemui Bali Post di IRD Medik RS
Sanglah.
Irvan mengaku tidak tahu siapa yang mencetuskan
untuk berenang duluan. Yang jelas mereka berenam sudah mandi di
pantai sambil berpegangan tangan. ''Ombaknya datang dan menerjang
kami. Awalnya tidak apa-apa, sampai akhirnya ombak semakin besar.
Tiba-tiba Doni melepaskan pegangannya dan berteriak minta
tolong,'' jelas Irvan. Otomatis teman-temannya yang lain
melepaskan pegangannya dan ikut juga berteriak. Irvan mengaku
sempat memegang tangan Agresti (korban yang hilang), namun karena
terjangan ombak, pegangan itu terlepas.
Irvan yang kebetulan bisa berenang berusaha
menyelamatkan diri. ''Kaki saya waktu itu masih menjejak pasir,
dan tepi pantai tidak terlalu jauh. Saya berusaha berenang sampai
akhirnya ditolong penjaga pantai,'' ujarnya. Ia tidak tahu apakah
temannya yang lain bisa berenang atau tidak. Kondisi Irvan tampak
tidak terlalu parah walau masih menggunakan masker oksigen untuk
membantu pernapasannya. Sedangkan Doni, lebih memerlukan perawatan
yang intensif karena harus mendapatkan perawatan di ICU RS
Sanglah.
Sempat
Mogok
Kepergian 300 siswa SMUN 4 Surabaya sempat
dihalangi dengan mogoknya bus yang mereka tumpangi. ''Sebenarnya
kami berencana berangkat Jumat (19/5) sekitar pukul 05.00 pagi,
tetapi karena salah satu bus mogok, akhirnya kami berangkat pukul
07.00,'' ujar Rani salah satu siswa kelas III IPA-1.
Permasalahan tersebut akhirnya ditangani dengan
menjejalkan siswa yang mendapat jatah tempat duduk di bus yang
mogok ke bus yang lain. ''Sebenarnya ada delapan bus, karena mogok
satu, akhirnya kami pergi dengan tujuh bus. Sampai di Pasuruan,
baru ada bus pengganti, hingga ketika sampai di Denpasar kami
datang dengan delapan bus,'' kata Rani.
Ia mengatakan sampai di Bali, Sabtu (20/5) sekitar
pukul 01.00 wita. Mereka menginap di dua Hotel yaitu Holiday Hotel
dan Dhyana Pura Hotel. ''Kebetulan kami melihat di belakang hotel
ada pantai. Hingga sewaktu tidur sebentar, sekitar pukul enam pagi
sebagian anak-anak turun ke pantai untuk jalan-jalan,'' terang
Rani. (jay/san)