kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Pon, 21 Mei 2006 tarukan valas
 

BERITA


Sempat Pegang Tangan Agresti

TAK pernah tebersit dalam pikiran Irvan Maulana (17) -salah satu korban yang selamat-, akan tertimpa nasib naas seperti yang dialaminya, Sabtu (20/5) kemarin. Ia bercerita saat berenang di pantai tidak merasakan firasat apa pun. ''Saat itu, perasaan saya sedang senang,'' ujarnya ketika ditemui Bali Post di IRD Medik RS Sanglah.

Irvan mengaku tidak tahu siapa yang mencetuskan untuk berenang duluan. Yang jelas mereka berenam sudah mandi di pantai sambil berpegangan tangan. ''Ombaknya datang dan menerjang kami. Awalnya tidak apa-apa, sampai akhirnya ombak semakin besar. Tiba-tiba Doni melepaskan pegangannya dan berteriak minta tolong,'' jelas Irvan. Otomatis teman-temannya yang lain melepaskan pegangannya dan ikut juga berteriak. Irvan mengaku sempat memegang tangan Agresti (korban yang hilang), namun karena terjangan ombak, pegangan itu terlepas.

Irvan yang kebetulan bisa berenang berusaha menyelamatkan diri. ''Kaki saya waktu itu masih menjejak pasir, dan tepi pantai tidak terlalu jauh. Saya berusaha berenang sampai akhirnya ditolong penjaga pantai,'' ujarnya. Ia tidak tahu apakah temannya yang lain bisa berenang atau tidak. Kondisi Irvan tampak tidak terlalu parah walau masih menggunakan masker oksigen untuk membantu pernapasannya. Sedangkan Doni, lebih memerlukan perawatan yang intensif karena harus mendapatkan perawatan di ICU RS Sanglah.

 

Sempat Mogok

Kepergian 300 siswa SMUN 4 Surabaya sempat dihalangi dengan mogoknya bus yang mereka tumpangi. ''Sebenarnya kami berencana berangkat Jumat (19/5) sekitar pukul 05.00 pagi, tetapi karena salah satu bus mogok, akhirnya kami berangkat pukul 07.00,'' ujar Rani salah satu siswa kelas III IPA-1.

Permasalahan tersebut akhirnya ditangani dengan menjejalkan siswa yang mendapat jatah tempat duduk di bus yang mogok ke bus yang lain. ''Sebenarnya ada delapan bus, karena mogok satu, akhirnya kami pergi dengan tujuh bus. Sampai di Pasuruan, baru ada bus pengganti, hingga ketika sampai di Denpasar kami datang dengan delapan bus,'' kata Rani.

Ia mengatakan sampai di Bali, Sabtu (20/5) sekitar pukul 01.00 wita. Mereka menginap di dua Hotel yaitu Holiday Hotel dan Dhyana Pura Hotel. ''Kebetulan kami melihat di belakang hotel ada pantai. Hingga sewaktu tidur sebentar, sekitar pukul enam pagi sebagian anak-anak turun ke pantai untuk jalan-jalan,'' terang Rani. (jay/san)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com