Sengketa Dermaga NNT di Lotim Masuki Tahun Keempat
Selong (Suara NTB) -
Sengketa dermaga jety milik Pemkab Lombok Timur yang
disewakan kepada PT Newmont Nusa Tenggara (NNT),
memasuki tahun keempat. Dermaga yang berada di Labuhan
Lombok itu diklaim telah memasuki wilayah kolam yang
dikelola PT ASDP dan sangat mengganggu olah gerak kapal
penyeberangan yang hendak berlabuh.
Keterangan yang diperoleh Suara NTB di Kayangan dan
Labuhan Lombok, Selasa (4/4) kemarin, tiap tahun
persoalan lokasi dermaga NNT tersebut dipermasalahkan
oleh PT ASDP Cabang Kayangan. ''Tetapi persoalan tetap
saja tidak tuntas, dan dermaga tersebut sangat
mengganggu pelayanan kepada masyarakat banyak,'' kata
sumber di ASDP. Persoalan tersebut, menurut sumber itu
harus dibahas lebih serius lagi dengan pihak-pihak
terkait.
ASDP mempersoalkan pembangunan dermaga NNT tersebut
sejak masih dalam perencanaan hingga dermaga tersebut
beroperasi. Pada saat bersamaan, ASDP telah mengantongi
izin dari Dirjen Hubdar Dephub di Jakarta untuk
membangun dermaga II ASDP. ''Dermaga I yang selama ini
dipakai harus direhab ASDP, semata-mata untuk
meningkatkan pelayanan penyeberangan kepada masyarakat,''
lanjutnya. Tapi anehnya, dermaga NNT tersebut terus saja
dibangun tanpa kompromi di kolam milik ASDP.
Awalnya jarak antara dermaga II ASDP sekitar 150 meter
dengan dermaga jety NNT. Tetapi kini malah makin dekat,
sekitar 96 meter. ''Jarak yang demikian dekat tersebut
tentu saja sangat mengganggu olah labuh kapal
penyeberangan,'' kata Kepala TU Syahbandar Labuhan
Lombok, H. Taosi Muhap, S.Sos. Gubernur NTB, H. Lalu
Serinata pun pernah menyurati Pemkab Lotim soal
keberadaan dermaga NNT tersebut, yang menurut gubernur
tidak memiliki status jelas, dan karena itu harus
ditinjau kembali.
Pada rapat koordinasi terakhir antara Dinas Perhubungan
NTB, ASDP, Syahbandar, Hubpar Lotim yang juga dihadiri
pejabat NNT, demikian Taosi, telah disepakati antara
lain agar NNT segera mengangkat beban berat yang masih
tertanam di sekitar dermaga I dan II ASDP. Beban berat
tersebut akhirnya telah diangkat. Sementara untuk
membuktikan bahwa olah labuh kapal penyeberangan
terganggu atau tidak saat berlabuh, tiga kapal
penyeberangan telah dipersiapkan untuk melakukan olah
gerak di pintu dermaga II.
Kendati demikian, pembuktian olah gerak kapal dimaksud
belum dapat dilakukan hingga saat ini. ''Tiga kapal
dimaksud saat ini sedang docking di Surabaya,'' kata
Taosi. (038)