kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Paing, 5 April 2006

 Nusatenggara


Sengketa Dermaga NNT di Lotim Masuki Tahun Keempat
 

Selong (Suara NTB) -
Sengketa dermaga jety milik Pemkab Lombok Timur yang disewakan kepada PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), memasuki tahun keempat. Dermaga yang berada di Labuhan Lombok itu diklaim telah memasuki wilayah kolam yang dikelola PT ASDP dan sangat mengganggu olah gerak kapal penyeberangan yang hendak berlabuh.

Keterangan yang diperoleh Suara NTB di Kayangan dan Labuhan Lombok, Selasa (4/4) kemarin, tiap tahun persoalan lokasi dermaga NNT tersebut dipermasalahkan oleh PT ASDP Cabang Kayangan. ''Tetapi persoalan tetap saja tidak tuntas, dan dermaga tersebut sangat mengganggu pelayanan kepada masyarakat banyak,'' kata sumber di ASDP. Persoalan tersebut, menurut sumber itu harus dibahas lebih serius lagi dengan pihak-pihak terkait.

ASDP mempersoalkan pembangunan dermaga NNT tersebut sejak masih dalam perencanaan hingga dermaga tersebut beroperasi. Pada saat bersamaan, ASDP telah mengantongi izin dari Dirjen Hubdar Dephub di Jakarta untuk membangun dermaga II ASDP. ''Dermaga I yang selama ini dipakai harus direhab ASDP,  semata-mata untuk meningkatkan pelayanan penyeberangan kepada masyarakat,'' lanjutnya. Tapi anehnya, dermaga NNT tersebut terus saja dibangun tanpa kompromi di kolam milik ASDP.

Awalnya jarak antara dermaga II ASDP sekitar 150 meter dengan dermaga jety NNT. Tetapi kini malah makin dekat, sekitar 96 meter. ''Jarak yang demikian dekat tersebut tentu saja sangat mengganggu olah labuh kapal penyeberangan,'' kata Kepala TU Syahbandar Labuhan Lombok, H. Taosi Muhap, S.Sos. Gubernur NTB, H. Lalu Serinata pun pernah menyurati Pemkab Lotim soal keberadaan dermaga NNT tersebut, yang menurut gubernur tidak memiliki status jelas, dan karena itu harus ditinjau kembali.

Pada rapat koordinasi terakhir antara Dinas Perhubungan NTB, ASDP, Syahbandar, Hubpar Lotim yang juga dihadiri pejabat NNT, demikian Taosi, telah disepakati antara lain agar NNT segera mengangkat beban berat yang masih tertanam di sekitar dermaga I dan II ASDP. Beban berat tersebut akhirnya telah diangkat. Sementara untuk membuktikan bahwa olah labuh kapal penyeberangan terganggu atau tidak saat berlabuh, tiga kapal penyeberangan telah dipersiapkan untuk melakukan olah gerak di pintu dermaga II.

Kendati demikian, pembuktian olah gerak kapal dimaksud belum dapat dilakukan hingga saat ini. ''Tiga kapal dimaksud saat ini sedang docking di Surabaya,'' kata Taosi. (038)

Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)