Jangan Ada Lagi Tayangan Semacam 'Smack Down'
Muhamad Hardianto, 11, siswa Kelas I SMP Negeri 3 Puwatu,
Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara,
Rabu (29/11), sekitar pukul 09.30 Wita menjadi korban
Smack Down teman sekolahnya. Karena mengalami luka
serius di bagian kepala, ia kini dirawat di Rumah Sakit
Umum Propinsi Sulawesi Tenggara.
Kasus Muhamad Hardianto, semakin menambah daftar panjang
akibat negatif tayangan televisi terhadap anak-anak.
Peristiwa tersebut hanyalah salah satu contoh, betapa
besar pengaruh tayangan televisi terhadap anak-anak.
Sehingga banyak orang tua yang merasa khawatir terhadap
dampak menonton televisi bagi anak-anak.
Adegan dalam tayangan smack down memang didominasi
kekerasan, tema yang tidak sehat bagi perkembangan jiwa
anak. Dalam psikologi pendidikan, tayangan semacam itu
dapat merusak citra diri anak yang pada fitrahnya tidak
menyukai kekerasan, tapi mendambakan kasih sayang.
Tayangan televisi memang memiliki banyak pengaruh baik
negatif maupun positif. Televisi bersifat audio visual
sinematografis yang memiliki dampak besar terhadap sikap
dan perilaku khalayaknya khususnya bagi yang belum
memiliki referensi yang kuat seperti anak-anak. Posisi
anak-anak atas tayangan televisi memang sangat lemah.
Hal ini berkaitan dengan sifat anak yang di antaranya,
anak sulit membedakan mana yang baik atau buruk serta
mana yang pantas ditiru atau diabaikan.
Program acara televisi bagaikan dagangan yang
dipengaruhi pertimbangan bisnis, yang mengikuti tren dan
musim. Namun, dalam upaya menyajikan tayangan yang
terkait dengan kepentingan publik sebaiknya televisi
memiliki tujuan mulia untuk terus memproduksi
tayangan-tayangan dengan memperhatikan dampak-dampak
negatif tayangannya, bahwa stasiun televisi memiliki
tanggungjawab sosial kepada masyarakat.
Slamet Riyadi
Jl. Kayu Putih VI/37 Jakarta Timur