kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Kliwon, 4 Desember 2006

 Surat Pembaca


Jangan Ada Lagi Tayangan Semacam 'Smack Down'
 

Muhamad Hardianto, 11, siswa Kelas I SMP Negeri 3 Puwatu, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (29/11), sekitar pukul 09.30 Wita menjadi korban Smack Down teman sekolahnya. Karena mengalami luka serius di bagian kepala, ia kini dirawat di Rumah Sakit Umum Propinsi Sulawesi Tenggara.

Kasus Muhamad Hardianto, semakin menambah daftar panjang akibat negatif tayangan televisi terhadap anak-anak. Peristiwa tersebut hanyalah salah satu contoh, betapa besar pengaruh tayangan televisi terhadap anak-anak. Sehingga banyak orang tua yang merasa khawatir terhadap dampak menonton televisi bagi anak-anak.

Adegan dalam tayangan smack down memang didominasi kekerasan, tema yang tidak sehat bagi perkembangan jiwa anak. Dalam psikologi pendidikan, tayangan semacam itu dapat merusak citra diri anak yang pada fitrahnya tidak menyukai kekerasan, tapi mendambakan kasih sayang.

Tayangan televisi memang memiliki banyak pengaruh baik negatif maupun positif. Televisi bersifat audio visual sinematografis yang memiliki dampak besar terhadap sikap dan perilaku khalayaknya khususnya bagi yang belum memiliki referensi yang kuat seperti anak-anak. Posisi anak-anak atas tayangan televisi memang sangat lemah. Hal ini berkaitan dengan sifat anak yang di antaranya, anak sulit membedakan mana yang baik atau buruk serta mana yang pantas ditiru atau diabaikan.

Program acara televisi bagaikan dagangan yang dipengaruhi pertimbangan bisnis, yang mengikuti tren dan musim. Namun, dalam upaya menyajikan tayangan yang terkait dengan kepentingan publik sebaiknya televisi memiliki tujuan mulia untuk terus memproduksi tayangan-tayangan dengan memperhatikan dampak-dampak negatif tayangannya, bahwa stasiun televisi memiliki tanggungjawab sosial kepada masyarakat.

Slamet Riyadi
Jl. Kayu Putih VI/37 Jakarta Timur

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)