kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Kliwon, 4 Desember 2006

 Nusatenggara


Pascagempa Guncang Bima---

Khawatir Tsunami, Warga masih Mengungsi
 

Kota Bima (Suara NTB) -
Warga Kota Bima, khususnya warga dari Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima hingga Minggu (3/12) kemarin, masih enggan kembali ke rumah. Mereka memilih tetap mengungsi di perbukitan karena khawatir akan datangnya tsunami.

Demikian dikatakan Lurah Kolo, M. Amin kepada Suara NTB saat dihubungi, Minggu (3/12) kemarin. Gempa yang mengguncang Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu, Jumat (1/12) lalu, mengakibatkan sedikitnya 928 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Kolo Kota Bima mengungsi di atas bukit. Warga terpaksa mengungsi karena khawatir datangnya tsunami karena gempa berkekuatan 5,8 SR pada Jumat malam lalu diikuti empat gempa susulan beskala rendah. Kemudian disusul empat kali gempa susulan keesokan harinya, Sabtu (2/11) lalu.

Akibat masih adanya guncangan gempa menurut M. Amin, membuat sebagian warganya enggan untuk kembali ke rumahnya. Tadi masih ada gempa (Minggu (32/12)--red), tapi kecil, sehingga warga saya kembali ke gunung (tempat pengungsian-red), kata M. Amin. Karena masih adanya kekhawatiran warga akan datangnya tsunami, warga Kolo sepakat untuk bermalam di atas bukit dan kembali ke perkampungan saat paginya.

M. Amin juga mengaku, hingga Minggu (3/12) kemarin jumlah kerusakan rumah di Kelurahan Kolo sebanyak 79 rumah dari data sebelumnya hanya 51 rumah. Laporan ini baru akan disampaikan kepada Wali Kota Bima Senin (4/12) hari ini. Selain itu, Amin mengaku, hingga Minggu kemarin warganya mengungsi, belum ada pihak manapun yang memberikan bantuan termasuk dari Pemerintah Kota (Pemkot). Sampai sekarang, belum satu pun pihak yang memberikan bantuan kepada warga kami, kata M. Amin seraya mengaku, tenda pengungsian dibuat dari terpal pribadi.

Hasil pendataan sementara, kerugian akibat kerusakan saat gempa bumi Jumat lalu di Kota Bima diperkirakan mencapai Rp 12 milyar. Sementara di Kabupaten Bima kerugian materialnya masih dalam pendataan tim penanganan bencana alam.

Gempa yang mengguncang Bima, mengakibatkan satu korban tewas, sejumlah luka-luka dan lebih dari 100 bangunan baik rumah penduduk, fasilitas umum dan perkantoran mengalami rusak berat. Sementara Wakil Wali Kota Bima, H. Umar H. Abubakar, BA yang dihubungi mengatakan, pihaknya baru bisa memberikan bantuan kepada keluarga korban tewas Siti Siyah warga Kelurahan Kendo Rasa Nae Timur Kota Bima sebesar Rp 1 juta.

 

Belum Terima

Sementara hingga Minggu kemarin, Pemprop NTB masih menunggu laporan dari Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima mengenai jumlah kerusakan, baik materiil atau lainnya akibat gempa bumi yang berkuatan 5,9 skala richter tersebut. ''Kami masih menunggu laporan dan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Bima mengenai  kerusakan maupun kerugian lainnya,'' ungkap Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Perempuan (Kessos dan PP) NTB Drs. H. Junaidi Najmuddin, M.M., yang dihubungi Suara NTB via ponselnya mengenai langkah Pemprop NTB terhadap dampak gempa bumi di Bima, Minggu (3/12) kemarin.

Pemprop NTB, kata dia, tidak tinggal diam dengan musibah yang terjadi di Bima. Bagaimana pun, ujarnya, pihaknya tetap akan memberikan bantuan pada korban, terutama warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa tersebut. ''Sekarang ini sedang dilakukan pendataan mengenai berapa jumlah bangunan milik warga atau fasilitas umum yang rusak. Kita upayakan, bisa memberikan bantuan,'' terangnya.

Menyinggung pemberian bantuan kepada korban gempa bumi di Bima, baik konsumsi atau lainnya, untuk sementara masih ditangani pemerintah setempat. Pun, bantuan dari Dinas Kessos dan PP NTB, dalam waktu dekat akan segera disalurkan pada korban, terutama kebutuhan yang sangat diperlukan warga. (ula/ham)


Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)