kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Kliwon, 4 Desember 2006

 Mancanegara


Topan
Durian,1.000 Lebih Tewas

Filipina -
Bali Post/ap
HAMPIR ROBOH-Topan Durian di Filipina Timur menimbulkan korban tewas lebih dari 1.000 orang. Tampak sebuah bangunan hampir roboh karena tergerus longsor.

Tim penyelamat di Filipina, Minggu (3/12) kemarin mengatakan jumlah korban tewas akibat topan Durian di Filipina Timur dapat melebihi angka 1.000 orang. Pada saat yang sama Presiden Gloria Arroyo menyatakan tragedi yang terjadi mulai Kamis lalu tersebut sebagai bencana nasional.

Anggota tim penyelamat darurat yang bekerja sama dengan penduduk lokal terus melanjutkan usaha penggalian guna mencari mayat-mayat yang terkubur di dalam lumpur tebal. Menurut konfirmasi seorang staf Palang Merah lokal ada 406 korban jiwa dan 398 menghilang.

Anggota senat Richard Gordon, presiden dari Palang Merah Nasional, menduga bahwa jumlah korban meninggal akibat bencana ini dapat melebihi 1.000 orang. Namun harapan untuk dapat menemukan lebih banyak korban selamat semakin memudar.

Gordon mengungkapkan "kami sudah mengumpulkan sangat banyak korban meninggal dan korban hilang juga jumlahnya terus meningkat. Saya menduga jumlah korban meninggal dapat melebihi angka 1.000 jiwa. Namun jumlah korban secara pastinya, kami belum mengetahuinya."

Banyak desa yang belum melaporkan berapa banyak penduduknya yang tewas. Dalam beberapa kasus ada satu keluarga yang semuanya terkubur oleh hantaman banjir lumpur yang disebabkan oleh topan super Durian. Terjangan lumpur tersebut menyapu banyak desa yang letaknya di lereng Gunung Mayon.

Presiden Gloria Arroyo kemudian mendeklarasikan ''malapetaka nasional'' dan memerintahkan agar dicairkannya dana satu milyar peso (20 juta dolar) untuk merehabilitasi area-area yang terkena tragedi. Ia menambahkan, pemerintah akan terus memobilisasi semua peralatan dan SDM yang dimiliki untuk mencari serta menemukan korban selamat. Arroyo juga mengucapkan banyak terima kasih kepada negara-negara asing yang menawarkan pemberian bantuan serta ucapan belasungkawa.

Di beberapa bagian wilayah Bicol, tenggara Manila, penduduk di sana terpaksa melakukan penguburan secara massal karena mayat-mayat korban mulai membusuk.

Palang Merah menyebutkan sebanyak 31 desa yang dihuni oleh 14.871 penduduk terkena dampak terjangan lumpur tersebut.

Di sebelah timur Bicol, lebih dari 500 desa dan dusun kecil terkena dampak akibat topan super Durian. Banyak penduduk di desa tersebut masih belum bisa mendapat bantuan tim penolong karena lokasinya yang sulit dilalui.

Sebagian besar wilayah ini belum juga bisa menikmati aliran listrik, sambungan telepon dan air bersih, sehingga semakin mempersulit upaya pemberian bantuan dalam bencana alam hebat ini. (ton/afp)

 

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)