Topan
Durian,1.000 Lebih
Tewas
Filipina -
Bali
Post/ap
HAMPIR ROBOH-Topan Durian di Filipina Timur menimbulkan
korban tewas lebih dari 1.000 orang. Tampak sebuah
bangunan hampir roboh karena tergerus longsor.
Tim
penyelamat
di Filipina,
Minggu (3/12)
kemarin
mengatakan jumlah
korban
tewas
akibat
topan Durian di
Filipina Timur
dapat
melebihi angka 1.000
orang.
Pada saat yang
sama
Presiden Gloria Arroyo
menyatakan
tragedi yang
terjadi
mulai Kamis
lalu
tersebut sebagai
bencana
nasional.
Anggota
tim
penyelamat
darurat yang
bekerja
sama dengan
penduduk
lokal
terus melanjutkan
usaha
penggalian guna
mencari
mayat-mayat yang terkubur
di
dalam lumpur
tebal.
Menurut
konfirmasi
seorang
staf Palang
Merah
lokal ada 406
korban
jiwa dan 398
menghilang.
Anggota
senat Richard Gordon,
presiden
dari
Palang Merah
Nasional,
menduga
bahwa jumlah
korban
meninggal akibat
bencana
ini dapat
melebihi
1.000 orang.
Namun
harapan
untuk dapat
menemukan
lebih
banyak korban
selamat
semakin memudar.
Gordon mengungkapkan "kami
sudah
mengumpulkan sangat
banyak
korban meninggal
dan
korban hilang
juga
jumlahnya terus
meningkat.
Saya
menduga
jumlah korban
meninggal
dapat
melebihi angka 1.000
jiwa.
Namun
jumlah
korban secara
pastinya,
kami
belum mengetahuinya."
Banyak
desa yang
belum
melaporkan berapa
banyak
penduduknya yang
tewas.
Dalam
beberapa kasus
ada
satu keluarga yang
semuanya
terkubur
oleh
hantaman banjir
lumpur yang
disebabkan
oleh
topan super Durian.
Terjangan
lumpur
tersebut menyapu
banyak
desa yang letaknya
di
lereng Gunung
Mayon.
Presiden
Gloria Arroyo kemudian
mendeklarasikan ''malapetaka
nasional''
dan
memerintahkan agar
dicairkannya
dana
satu
milyar peso (20 juta
dolar)
untuk merehabilitasi
area-area yang terkena
tragedi.
Ia
menambahkan,
pemerintah
akan
terus memobilisasi
semua
peralatan dan SDM
yang dimiliki
untuk
mencari serta
menemukan
korban
selamat. Arroyo
juga
mengucapkan banyak
terima
kasih kepada
negara-negara
asing yang
menawarkan
pemberian
bantuan
serta ucapan
belasungkawa.
Di
beberapa
bagian
wilayah Bicol,
tenggara Manila,
penduduk
di
sana
terpaksa
melakukan
penguburan
secara
massal karena
mayat-mayat
korban
mulai membusuk.
Palang
Merah
menyebutkan sebanyak
31 desa yang
dihuni
oleh 14.871 penduduk
terkena
dampak terjangan
lumpur
tersebut.
Di
sebelah
timur Bicol,
lebih
dari 500 desa
dan
dusun kecil
terkena
dampak akibat
topan super Durian.
Banyak
penduduk di
desa
tersebut masih
belum
bisa mendapat
bantuan
tim
penolong
karena
lokasinya yang sulit
dilalui.
Sebagian
besar
wilayah ini
belum
juga bisa
menikmati
aliran
listrik, sambungan
telepon
dan air bersih,
sehingga
semakin
mempersulit upaya
pemberian
bantuan
dalam bencana
alam
hebat ini.
(ton/afp)