kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Kliwon, 4 Desember 2006

 Mancanegara


Terkuak
, Rekomendasi Rumsfeld 

Washington -
Dua
hari sebelum mengundurkan diri, Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld memberikan rekomendasi mengenai dilakukannya pengurangan besar-besaran atas operasi militer AS di Irak. Ia berargumen jika strategi yang diterapkan AS pada saat ini di negeri yang terus diwarnai insiden kekerasan tersebut membutuhkan "sebuah modifikasi signifikan."

Rekomendasi tersebut ia sampaikan dalam sebuah memorandum rahasia yang dikirim menuju Gedung Putih saat digelarnya pemilu legislatif 7 November lalu, yang mana kubu Republik pimpinan Presiden Goerge W. Bush akhirnya harus mengakui kekalahan mutlak dan kehilangan kontrol atas Kongres dari rivalnya kubu Demokrat.

Dokumen penting yang pertama kali didapat oleh harian The New York Times Sabtu lalu dan dikonfirmasi oleh pihak Pentagon, berisikan mengakuan yang sangat mengejutkan.

Bahwa, strategi yang diterapkan AS saat ini "tidak dapat bekerja dengan tepat serta sangat lamban" dan merekomendasikan dilakukannya serangkaian koreksi.  

Rumsfeld yang sejak dulu dikenal sebagai pendukung utama strategi "tetap berjuang", kini menyerukan agar dilakukannya pengaturan ulang pasukan AS dari zona pertempuran, mempercepat pelatihan bagi pasukan keamanan Irak dan meraih dukungan dari para pejuang Irak.

"Lakukanlah pendekatan di mana pasukan AS akan memberikan bantuan keamanan hanya bagi propinsi-propinsi atau kota yang meminta bantuan secara terbuka dan mau bekerja sama dengan aktif. Jika hal tersebut tidak dipenuhi atau mereka tidak mau bekerja sama dengan baik, pasukan AS dapat meninggalkan propinsi yang bermasalah," tulis surat Rumsfeld tertanggal 6 November.

Ia juga merekomendasikan dikuranginya secara drastis pangkalan militer AS dari saat ini yang berjumlah 55 buah menjadi 10-15 saja pada bulan April dan terus dikurangi menjadi lima buah saja pada Juli 2007. (ton/afp)

 

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)