Terkuak,
Rekomendasi
Rumsfeld
Washington -
Dua
hari
sebelum mengundurkan
diri,
Menteri Pertahanan AS
Donald Rumsfeld
memberikan
rekomendasi
mengenai
dilakukannya
pengurangan
besar-besaran
atas
operasi militer AS
di Irak.
Ia
berargumen
jika
strategi yang diterapkan
AS pada
saat ini
di
negeri yang terus
diwarnai
insiden
kekerasan tersebut
membutuhkan "sebuah
modifikasi
signifikan."
Rekomendasi
tersebut
ia
sampaikan dalam
sebuah memorandum
rahasia yang
dikirim
menuju Gedung
Putih
saat digelarnya
pemilu
legislatif 7 November lalu,
yang mana
kubu
Republik pimpinan
Presiden
Goerge W. Bush
akhirnya
harus
mengakui kekalahan
mutlak
dan kehilangan
kontrol
atas Kongres
dari
rivalnya kubu
Demokrat.
Dokumen
penting yang
pertama kali
didapat
oleh harian The New
York Times Sabtu
lalu
dan dikonfirmasi
oleh
pihak Pentagon, berisikan
mengakuan yang
sangat
mengejutkan.
Bahwa,
strategi yang
diterapkan AS
saat
ini "tidak
dapat
bekerja dengan
tepat
serta sangat
lamban"
dan merekomendasikan
dilakukannya
serangkaian
koreksi.
Rumsfeld
yang sejak
dulu
dikenal sebagai
pendukung
utama
strategi "tetap
berjuang",
kini
menyerukan agar dilakukannya
pengaturan
ulang
pasukan AS dari
zona
pertempuran, mempercepat
pelatihan
bagi
pasukan keamanan
Irak
dan meraih
dukungan
dari
para pejuang
Irak.
"Lakukanlah
pendekatan
di mana
pasukan AS
akan
memberikan bantuan
keamanan
hanya
bagi propinsi-propinsi
atau
kota
yang meminta
bantuan
secara terbuka
dan mau
bekerja
sama dengan
aktif.
Jika
hal tersebut
tidak
dipenuhi atau
mereka
tidak mau
bekerja
sama dengan
baik,
pasukan AS dapat
meninggalkan
propinsi yang
bermasalah,"
tulis
surat
Rumsfeld
tertanggal 6 November.
Ia
juga
merekomendasikan
dikuranginya secara
drastis
pangkalan militer AS
dari
saat ini yang
berjumlah 55
buah
menjadi 10-15 saja
pada
bulan April dan
terus
dikurangi menjadi
lima buah
saja
pada Juli 2007. (ton/afp)