Rumah Ludes Terbakar, Bocah Tewas Terpanggang
Negara (Bali Post) -
Musibah menimpa keluarga Ponimin (40) dari Dusun Air
Anakan, Banyubiru, Negara. Rumah semi permanen ukuran 6
x 12 meter ludes dilalap si jago merah, Sabtu (2/12)
malam.
Siti Wasiah (35), istri Ponimin, didampingi sepupunya
Ahmad Beri (35) yang untuk sementara mengungsi ke rumah
sepupunya tersebut mengatakan petang itu dia memasak air
di dapur dengan menggunakan kompor minyak tanah.
Sebelumnya, juga sempat masak di tungku kayu bakar.
Ahmad Beri menambahkan kemungkinan karena udara panas
kompor minyak tanah meledak. ''Waktu itu, saya ada di
depan rumah yang jaraknya tidak jauh. Mendengar ada
ledakan kecil dan melihat titik api, saya lari, namun
api sudah membesar,'' katanya.
Siti menuturkan, saat kejadian dia dan suaminya ada di
warung di depan rumahnya. Sedangkan dua anaknya yakni
Imam Malik (9) dan Rian Muhakim (4) ada di kamar sedang
bersiap-siap untuk mengaji. ''Kakaknya sudah selesai
berpakaian sedangkan Rian baru mau berpakaian,'' ujarnya.
Ahmad Beri menduga api membesar setelah kompor meledak
dan menyambar bensin yang berada di dalam jeriken yang
berjarak sekitar tiga meter dari pusat api. Sehingga,
dalam lima menit api sudah melalap semua isi rumah.
Saat itu, mereka lari keluar rumah, sedangkan Rian
berteriak dari dalam kamar. Ponimin berusaha menolong
dan masuk ke dalam rumah, namun usahanya sia-sia dan dia
justru terbakar sehingga kini terbaring di RSU Negara.
Sementara Rian tidak tertolong. Bahkan, mayatnya saat
berhasil dikeluarkan sudah dalam keadaan mengenaskan. ''Saat
itu, kakaknya bisa keluar. Mungkin adiknya terjebak di
dalam kamar,'' tambahnya.
Api padam sekitar 10 menit, karena rumah tersebut
berdinding gedek. Tidak ada sisa, semua ludes,
bahkan satu dari dua ekor kambing juga hangus terbakar
karena tidak bisa diselamatkan. Mobil pemadam pun datang
setelah api hampir padam. Demikian halnya dengan aparat
keamanan.
Kerugian dari musibah itu ditaksir mencapai Rp 29 juta
karena termasuk sembako dan dagangan lainnya ikut
terbakar. Sedang korban Rian sudah dikuburkan malam itu
juga. Siti yang kini hamil tujuh bulan masih tampak
shock dan duduk menyalami tamu yang datang untuk
menyampaikan rasa duka.
Kini, Ponimin sedang terbaring lemah dan sekarat di sal
D RSU Negara. Tampak sekujur tubuhnya menghitam dan
hangus terbakar. Sedangkan kulit kakinya habis
terkelupas. ''Kondisi tubuhnya hampir seluruhnya
terbakar sehingga masih perlu perawatan intensif dan
masih trauma,'' kata salah seorang kerabat yang
menunggui di RSU Negara.
Sementara Kades Banyubiru H. Ali mengatakan pihaknya
akan segera bersurat ke Pemkab Jembrana untuk meminta
bantuan atas musibah yang menimpa keluarga Ponimin
tersebut. (kmb)