kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Kliwon, 4 Desember 2006

 Bali


Rumah Ludes Terbakar, Bocah Tewas Terpanggang
 

Negara (Bali Post) -
Musibah menimpa keluarga Ponimin (40) dari Dusun Air Anakan, Banyubiru, Negara. Rumah semi permanen ukuran 6 x 12 meter ludes dilalap si jago merah, Sabtu (2/12) malam.

Siti Wasiah (35), istri Ponimin, didampingi sepupunya Ahmad Beri (35) yang untuk sementara mengungsi ke rumah sepupunya tersebut mengatakan petang itu dia memasak air di dapur dengan menggunakan kompor minyak tanah. Sebelumnya, juga sempat masak di tungku kayu bakar.

Ahmad Beri menambahkan kemungkinan karena udara panas kompor minyak tanah meledak. ''Waktu itu, saya ada di depan rumah yang jaraknya tidak jauh. Mendengar ada ledakan kecil dan melihat titik api, saya lari, namun api sudah membesar,'' katanya.

Siti menuturkan, saat kejadian dia dan suaminya ada di warung di depan rumahnya. Sedangkan dua anaknya yakni Imam Malik (9) dan Rian Muhakim (4) ada di kamar sedang bersiap-siap untuk mengaji. ''Kakaknya sudah selesai berpakaian sedangkan Rian baru mau berpakaian,'' ujarnya.

Ahmad Beri menduga api membesar setelah kompor meledak dan menyambar bensin yang berada di dalam jeriken yang berjarak sekitar tiga meter dari pusat api. Sehingga, dalam lima menit api sudah melalap semua isi rumah.

Saat itu, mereka lari keluar rumah, sedangkan Rian berteriak dari dalam kamar. Ponimin berusaha menolong dan masuk ke dalam rumah, namun usahanya sia-sia dan dia justru terbakar sehingga kini terbaring di RSU Negara.

Sementara Rian tidak tertolong. Bahkan, mayatnya saat berhasil dikeluarkan sudah dalam keadaan mengenaskan. ''Saat itu, kakaknya bisa keluar. Mungkin adiknya terjebak di dalam kamar,'' tambahnya.

Api padam sekitar 10 menit, karena rumah tersebut berdinding  gedek. Tidak ada sisa, semua ludes, bahkan satu dari dua ekor kambing juga hangus terbakar karena tidak bisa diselamatkan. Mobil pemadam pun datang setelah api hampir padam. Demikian halnya dengan aparat keamanan. 

Kerugian dari musibah itu ditaksir mencapai Rp 29 juta karena termasuk sembako dan dagangan lainnya ikut terbakar. Sedang korban Rian sudah dikuburkan malam itu juga. Siti yang kini hamil tujuh bulan masih tampak shock dan duduk menyalami tamu yang datang untuk menyampaikan rasa duka.

Kini, Ponimin sedang terbaring lemah dan sekarat di sal D RSU Negara. Tampak sekujur tubuhnya menghitam dan hangus terbakar. Sedangkan kulit kakinya habis terkelupas. ''Kondisi tubuhnya hampir seluruhnya terbakar sehingga masih perlu perawatan intensif dan masih trauma,'' kata salah seorang kerabat yang menunggui di RSU Negara.

Sementara Kades Banyubiru H. Ali mengatakan pihaknya akan segera bersurat ke Pemkab Jembrana untuk meminta bantuan atas musibah yang menimpa keluarga Ponimin tersebut. (kmb)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)