Ditertibkan,
Tukang
Ojek di
Gilimanuk
Negara (Bali Post) -
Belakangan
ini
tukang ojek
di
Gilimanuk yang jumlahnya
20 orang
lebih
sering membuat
ulah,
sehingga mencoreng
citra
Gilimanuk. Oleh
karena
itu, tukang
ini
akan ditertibkan.
Beberapa
oknum
tukang ojek
di
Gilimanuk belakangan
sering
dikeluhkan karena
sering
meloloskan penumpang
tanpa KTP
atau KTP-nya
mati
dengan menjemput
sampai
ke kapal.
Imbalannya
selain
uang Rp 5-10
ribu
bahkan lebih,
juga
sering merayu
penumpang
untuk
diajak selingkuh
sebagai
imbalannya.
Seperti
yang terjadi
belum lama
ini,
seorang penumpang
dari
Jember melaporkan
salah
seorang oknum
tukang
ojek ke KP3
Gilimanuk
dengan
tuduhan telah
melakukan
perkosaan.
Sehingga,
kasus
ini sempat
ditangani
di
Polres Jembrana
dan
meski akhirnya
tidak
ditemukan adanya
unsur
perkosaan.
Selain
itu,
ulah tukang
ojek
juga dikeluhkan
penumpang
lainnya
dari Negara. Dia yang
bermaksud
akan
menyeberang ke
Ketapang,
malah
dipaksa naik
ojek
dan merasa
dilecehkan. ''Payudara
saya
mau dipegang-pegang,
tapi
saya berontak,''
kata
seorang wanita yang
mau
menyeberang. Hal ini
juga
sudah disampaikan
ke
aparat setempat.
Kepala
Terminal Gilimanuk
Sujana,
Sabtu (2/12) lalu,
mengakui
banyaknya
keluhan
mengenai ulah
para
tukang ojek. ''Masalah
di
Gilimanuk ini
sangat
kompleks dan
cukup
sulit mengaturnya,''
katanya.
Dengan
demikian, pihaknya
akan
melakukan penertiban.
Lurah
Gilimanuk
Gede
Agus Wibawa (Gus
Beng)
juga mengatakan
untuk
menyikapi masalah
ini,
pihaknya sudah
mengadakan
rapat
pada Jumat (1/12)
lalu,
baik dengan
Kapolsek KP3
Gilimanuk,
Kepala Terminal
dan
instansi terkait
lainnya
di Gilimanuk
serta
para tukang
ojek di
empat
pangkalan. ''Namun
rapat
belum kuorum
dan
akan kami
lanjutkan
setelah
Kuningan nanti,''
katanya.
Penanganan
masalah
ojek cukup
krusial,
karena
ini ada
kaitannya
dengan
patologi sosial
masyarakat
di
Gilimanuk yang hanya
mengandalkan
sektor
jasa. Pihaknya
merencanakan agar
para
tukang ojek
tiap
pagi bisa
apel,
demikian juga
identitas
tukang
ojek ditertibkan
dan
akan diberikan
ciri
khusus, bahkan
lengkap
dengan atribut
ojek. ''Masing-masing
pangkalan
juga
akan ditata,''
jelasnya.
Pihaknya
pun mengharapkan
citra
Gilimanuk sebagai
pintu
gerbang Bali bisa
terjaga
dengan ketertiban
para
tukang ojek
ini.
(kmb)