kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Kliwon, 4 Desember 2006

 Bali


Ditertibkan
, Tukang Ojek di Gilimanuk

Negara (Bali Post) -
Belakangan
ini tukang ojek di Gilimanuk yang jumlahnya 20 orang lebih sering membuat ulah, sehingga mencoreng citra Gilimanuk. Oleh karena itu, tukang ini akan ditertibkan.

Beberapa oknum tukang ojek di Gilimanuk belakangan sering dikeluhkan karena sering meloloskan penumpang tanpa KTP atau KTP-nya mati dengan menjemput sampai ke kapal. Imbalannya selain uang Rp 5-10 ribu bahkan lebih, juga sering merayu penumpang untuk diajak selingkuh sebagai imbalannya.

Seperti yang terjadi belum lama ini, seorang penumpang dari Jember melaporkan salah seorang oknum tukang ojek ke KP3 Gilimanuk dengan tuduhan telah melakukan perkosaan.

Sehingga, kasus ini sempat ditangani di Polres Jembrana dan meski akhirnya tidak ditemukan adanya unsur perkosaan.

Selain itu, ulah tukang ojek juga dikeluhkan penumpang lainnya dari Negara. Dia yang bermaksud akan menyeberang ke Ketapang, malah dipaksa naik ojek dan merasa dilecehkan. ''Payudara saya mau dipegang-pegang, tapi saya berontak,'' kata seorang wanita yang mau menyeberang. Hal ini juga sudah disampaikan ke aparat setempat.

Kepala Terminal Gilimanuk Sujana, Sabtu (2/12) lalu, mengakui banyaknya keluhan mengenai ulah para tukang ojek. ''Masalah di Gilimanuk ini sangat kompleks dan cukup sulit mengaturnya,'' katanya. Dengan demikian, pihaknya akan melakukan penertiban.

Lurah Gilimanuk Gede Agus Wibawa (Gus Beng) juga mengatakan untuk menyikapi masalah ini, pihaknya sudah mengadakan rapat pada Jumat (1/12) lalu, baik dengan Kapolsek KP3 Gilimanuk, Kepala Terminal dan instansi terkait lainnya di Gilimanuk serta para tukang ojek di empat pangkalan. ''Namun rapat belum kuorum dan akan kami lanjutkan setelah Kuningan nanti,'' katanya.

Penanganan masalah ojek cukup krusial, karena ini ada kaitannya dengan patologi sosial masyarakat di Gilimanuk yang hanya mengandalkan sektor jasa. Pihaknya merencanakan agar para tukang ojek tiap pagi bisa apel, demikian juga identitas tukang ojek ditertibkan dan akan diberikan ciri khusus, bahkan lengkap dengan atribut ojek. ''Masing-masing pangkalan juga akan ditata,'' jelasnya.

Pihaknya pun mengharapkan citra Gilimanuk sebagai pintu gerbang Bali bisa terjaga dengan ketertiban para tukang ojek ini. (kmb)

 

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)