Mantan Bupati Karangasem Di-''pelebon''
Amlapura (Bali Post) -
Bupati Karangasem periode 1967-1979, Anak Agung Gde
Karang, di-pelebon Minggu (3/12) kemarin, di setra Desa
Pakraman Karangasem. Sebelum di-pelebon dan dikremasi,
jenazah putra raja terakhir Karangasem A.A. Anglurah
Agung Ketut Karangasem itu diupacarai secara militer
yang ditandai dengan tembakan salvo di depan Puri Agung
Karangasem dengan irup Wakapolda Bali Brigjen Pol.
Nyoman Gde Suwetha.
Usai prosesi nedunang dewata, jenazah almarhum
diserahkan keluarga puri yang diwakili penglingsir puri
Prof. Dr. AAG Putra Agung, S.U. untuk diupacarai secara
militer. Usai upacara itu, disongsong masyarakat untuk
dinaikkan ke bade tumpang sembilan, selanjutnya diusung
menuju setra (kuburan).
A.A. Gde Karang, pensiunan perwira polisi kelahiran 25
Desember 1925 itu, meninggal Kamis (9/11) lalu, di
Denpasar akibat usia senja. Saat menjabat Bupati
Karangasem, almarhum amat dicintai rakyatnya. Almarhum
yang mempunyai enam putra-putri itu, terakhir sempat
menjadi anggota DPRD Bali.
Pesan terakhir yang sempat disampaikan kepada masyarakat
umum yakni ketika ulang tahun PDAM Karangasem di Taman
Tirtagangga. Pesannya, ketika itu dibacakan salah
seorang putranya, karena almarhum hanya bisa duduk di
kursi roda.
A.A. Gde Karang berpesan agar warga Karangasem yang
telah sukses di perantauan jangan melupakan tanah
leluhurnya, Karangasem. Almarhum berharap kalau sudah
sukses mesti menyempatkan diri pulang kampung dan
berpartisipasi membangun di bumi lahar yang masih
tertinggal itu.
Prosesi upacara pelebon almarhum mendapat perhatian
masyarakat. Di sepanjang kiri dan kanan Jln. Gajah Mada,
Amlapura masyarakat ikut mengiringi dan melepas mantan
pemimpinnya itu.
Prosesi pelebon almarhum dihadiri antara lain Gubernur
Bali Dewa Made Beratha dan Nyonya, Bupati Karangasem
Wayan Geredeg, Wakil Bupati Drs. IGL Rai, pejabat
Kapolres se-Bali, perwira dan pensiunan polisi, serta
kerabat puri di Bali seperti dari Puri Kesiman AAG
Kusuma Wardana serta pimpinan Kelompok Media Bali Post
Satria Naradha. (013)