kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Kliwon, 4 Desember 2006

 Bali


Direktur
PDAM Dinilai Balas Dendam

Amlapura (Bali Post) -
Wakil
Ketua Komisi I DPRD Karangasem IB Mahadewa menilai Direktur PDAM Karangasem Gede Putu Kertia, S.E. menerapkan manajemen balas dendam. Hal itu terkait pernyataan Kertia yang merencanakan bakal mencopot dua kepala bagian (kabag) di PDAM Karangasem yang telah menggerakkan karyawan untuk berdemo ke Bupati Karangasem Wayan Geredeg.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kertia merencanakan sementara bakal mencopot Kabag Keuangan IB Manuaba dan Kabag Teknik Wayan Sujana dari jabatannya. Pasalnya, beberapa waktu lalu, dua kabag itu dinilai punya andil sebagai juru bicara dalam demo ratusan karyawan PDAM. Selain menuntut Bupati Geredeg agar memberhentikan Kertia dari jabatan Direktur PDAM. Pendemo juga mengadukan Kertia telah melakukan sejumlah penyimpangan serta korupsi. Melalui juru bicara IB Manuaba, pendemo minta Bupati memberhentikan Direktur Kertia. Selama Kertia masih menduduki kursi direktur, pendemo mengancam tak mau menjalankan perintahnya. Namun, saat Bupati Geredeg menerjunkan tim pemeriksa, ternyata tak ditemukan penyimpangan atau pun korupsi seperti yang dituduhkan para pendemo.

Terkait rencana pencopotan dua Kabag itu, Mahadewa mengatakan hal itu tak akan menyelesaikan masalah. Seharusnya dalam rangka pembinaan dan memperbaiki manajemen PDAM dilakukan dengan cara lebih bijaksana dan duduk bersama.

Selama ini yang menjadi masalah sampai dua kabag di PDAM itu merasa tak tunduk kepada direktur, karena ada SK Bupati Karangasem No. 76 tahun 1999 yang memasukkan dua kabag itu ke jajaran direksi. Kini setelah terbit SK Bupati Karangasem No. 36 tahun 2006 yang mencabut SK Bupati No. 76, bukan berarti harus mencopot atau memecat dua kabag itu dari jajaran manajemen PDAM. Seharusnya, Direktur Kertia juga introspeksi. ''Jangan balas dendam. Kalau sistemnya balas dendam dan tebang pilih terus kapan manajemen akan baik?'' ujar Mahadewa.

Dia membantah membela salah satu kabag yang bakal dicopot itu, karena masih ada hubungan keluarga. ''Pernyataan saya murni dari dalam hati dan tak membela siapa-siapa,'' kilahnya.

Sedang Kertia menyatakan prihatin karena selama ini PDAM di bumi lahar itu terus merugi, sehingga mesti dibantu Pemkab Karangasem. Setelah dia memimpin PDAM berbagai upaya dilakukan seperti efisiensi dan merapikan manajemen. Pembacaan meteran air pelanggan dilakukan secara disiplin, kebocoran air dan pendapatan juga terus ditekan. Biaya pengamprah sambungan baru juga dimasukkan dalam neraca. Sebelumnya hal itu tidak dimasukkan neraca. Sehingga, belakangan terus terjadi surplus pendapatan. Perbaikan manajemen lewat efisiensi agar diperoleh keuntungan selalu dituntut termasuk oleh Dewan. ''Karena itu, perbaikan manejemen serta pelayanan kepada pelanggan dan efisiensi mutlak kami lakukan,'' ujar Kertia. (013)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)