Warung
Global-------------
Pejabat
jangan
hanya Buru
Persenan
Adanya
proyek-proyek yang
banyak
mangkrak di Bali
sungguh
memprihatinkan, bagaimana
tidak
karena sebagian
dari
proyek tersebut
sangat
dibutuhkan masyarakat.
Proyek
tersebut
dibuat
seakan tanpa
kajian
atau perencanaan yang
matang,
baik dari
sisi
peruntukan, apalagi
dari
segi pembiayaan.
Sehingga
dinilai
bahwa proyek
itu
dibuat hanya
untuk
dijadikan proyek
semata alias agar
dapat
persenan.
Tentu
sungguh
disayangkan kalau
nantinya
ujung-ujungnya
rakyat yang
menjadi
korban, bahkan
menjadi
sapi perahan.
Demikian
antara lain
terungkap
dalam
acara Warung Global
yang disiarkan
langsung Radio Global 96,5
FM dan
dipancarluaskan Radio
Singaraja FM, Sabtu
(2/12). Berikut
rangkuman
selengkapnya.
============================================================
Ngurah
Setiawan
mengatakan,
pemerintah
harus
terbuka dan
mengumumkan
melalui media
massa
bahwa
proyek yang sudah
mangkrak
ini
butuh investor atau
partner untuk
bagi
hasil. Kalau
tidak
diobati maka
pembangunan
berikutnya
akan
terhambat.
Oleh
karena
itu, lebih
baik
jalan pintas
bagi
hasil dengan
pihak yang
sudah
teruji dan
terbukti
didukung
oleh
desa pekraman
setempat agar
desa
pekraman tidak
hanya
penonton dikemudian
hari.
Jero
Wijaya
di Kintamani
berpendapat,
banyaknya
proyek yang
mangkrak
karena
tidak terlepas
dari
prilaku manusia.
Proyek
tersebut diharapkan
beberapa
pihak agar
ada
proyek saja,
akan
tetapi
bukan untuk
peruntukannya yang
dipentingkan.
Di
Bangli sendiri
ada
beberapa proyek yang
mangkrak
misalnya
proyek Yang
Api dan
diprediksikan
juga museum
vokonologi
juga
akan
mangkrak.
Nang
Tut Su
di Tabanan
mengatakan
sebaiknya
seorang
pemimpin atau
calon
pemimpin/pejabat hendaknya
berfikir
dengan
bijak misalnya
apa
yang baik
untuk
masyarakat Bali dan
disimak
apakah proyek
terdahulu
perlu
dilanjutkan atau
disempurnakan
demi
keuntungan masyarakat
Bali. Namun
kalau
masing-masing pejabat
punya
ide sendiri
maka
bertaburanlah
kemangkrakan-kemangkrakan
proyek yang menyedot
uang
rakyat sehingga
mubazir.
Adnyana
di
Pedungan menjelaskan,
setiap
pimpinan ingin
sukses,
jangankan bupati
ketua
pemuda saja
ingin
sukses.
Proyek
mangkrak
ini
kemungkinan disebabkan
keuangan.
Kalau
diungkit yang dulu
juga
tidak
akan manfaatnya.
Maka
kepada
pejabat sekarang
harus
pandai-pandai apakah
proyek
tersebut diteruskan
atau
tidak?
Kalau
diteruskan
perlu
dianalisa untung
ruginya.
Hal ini
dilakukan agar
tidak
membebani rakyat
sehingga
rakyat
tidak sapi
perahan.
Jujur
di
Sanglah mengharapkan
proyek
jangan dijadikan
proyek
di atas
kertas,
tetapi jadikan
proyek
tersebut kenyataan
sesuai
dengan harapan
masyarakat.
Sementara
Nang
Cekov mengatakan
semakin
dikeruklah APBD.
Karena
itu
memenga keinginan
pejabat.
Tidak
dipikirkan,
entah
bisa dipakai
atau
tidak oleh
masayarakat
proyek
itu. Yang penting
sekian
persen dari
nilai
proyek itu
akan
didapatnya.
Dikatakan,
seorang
pemimpin seharusnya
mempunyai
katagori-katagori
yakni
memiliki kemampuan,
kemauan
dan kontroling.
Seorang
pemimpin harus
mempunyai program
kerja
atau plening
di
sinilah perlu
kemampuan managerial
oleh sang
pemimpin
yakni
dengan melihat
skala
prioritas. Kalau
itu
saja seorang
pemimpin
tidak
punya, lalu
apa
yang dilakukan?
Paling haya
KKN yakni"
keliang
kelieng Nelahan
pipis".
Kedepan,
katanya
kualitas pemimpin
yang harus
diutamakan.
Juga
kontroling
sangat
penting.
Jadi
harus
jelas jangan
hanya
ngeruk-ngeruk APBD.
Agung
Putra
di Denpasar
mengharapkan
seharusnya
pemerintah
harus
memiliki
cara lain
yakni
kecerdasan yang super
misalnya mencari
bapak
angkat, kalau
mau
memperdayakan orang-orang
lokal
harus mencari SDM-SDM
yang memang
cerdas.
Disamping mengkodisikan
perda-perda
harus
dirubah maka
harus
ada pemimpin yang "bajingan
" yang kebijakannya
tegas
dan berani.
Dogler
di
Gianyar berpendapat
agar proyek
tersebut
tidak
mangkrak seharusnya
ada
kajian yang matang
biar
tidak ada
kesan
proyek tersebut
dipaksakan
kemudian
ujung-ujungnya agar
ada
feenya.
Kedepanya
perlu
pemimpin memikirkan
dan
mengkaji dengan
matang,
apalagi sebelumnya
anggota
dewan melakukan study
banding ke
luar
daerah atau
ke luar
negeri
akhirnya proyek
itu
mangkrak dan
dikatagorikan
pembangunan
tidak
berhasil.
Diingatkan
jangan
berorintasi pada
proyek yang
ujung-ujungnya fee.
Diharapkan
juga
pemerintah membuat
proyek
padat karya
sehingga
masyarakatpun
bisa
memanfaatkan.
Sementara
Ngurah
Halus mengharapkan
proyek
tersebut jangan
dibiarkan
mangkrak
karena
tiap tahun
ada
anggaran dan
tiap
tahunnya anggaran
tersebut
ditingkatkan
asal
proyek tersebut
selesai.
(panca)