kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Kliwon, 4 Desember 2006

 Bali


Warung
Global-------------
Pejabat
jangan hanya Buru Persenan 

Adanya proyek-proyek yang banyak mangkrak di Bali sungguh memprihatinkan, bagaimana tidak karena sebagian dari proyek tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Proyek tersebut dibuat seakan tanpa kajian atau perencanaan yang matang, baik dari sisi peruntukan, apalagi dari segi pembiayaan. Sehingga dinilai bahwa proyek itu dibuat hanya untuk dijadikan proyek semata alias agar dapat persenan. Tentu sungguh disayangkan kalau nantinya ujung-ujungnya rakyat yang menjadi korban, bahkan menjadi sapi perahan. Demikian antara lain terungkap dalam acara Warung Global yang disiarkan langsung Radio Global 96,5 FM dan dipancarluaskan Radio Singaraja FM, Sabtu (2/12). Berikut rangkuman selengkapnya.

============================================================ 

Ngurah Setiawan mengatakan, pemerintah harus terbuka dan mengumumkan melalui media massa bahwa proyek yang sudah mangkrak ini butuh investor atau partner untuk bagi hasil. Kalau tidak diobati maka pembangunan berikutnya akan terhambat. Oleh karena itu, lebih baik jalan pintas bagi hasil dengan pihak yang sudah teruji dan terbukti didukung oleh desa pekraman setempat agar desa pekraman tidak hanya penonton dikemudian hari.  

Jero Wijaya di Kintamani berpendapat, banyaknya proyek yang mangkrak karena tidak terlepas dari prilaku manusia. Proyek tersebut diharapkan beberapa pihak agar ada proyek sajaakan tetapi bukan untuk peruntukannya yang dipentingkan. Di Bangli sendiri ada beberapa proyek yang mangkrak misalnya proyek Yang Api dan diprediksikan juga museum vokonologi juga akan mangkrak

Nang Tut Su di Tabanan mengatakan sebaiknya seorang pemimpin atau calon pemimpin/pejabat hendaknya berfikir dengan bijak misalnya apa yang baik untuk masyarakat Bali dan disimak apakah proyek terdahulu perlu dilanjutkan atau disempurnakan demi keuntungan masyarakat Bali. Namun kalau masing-masing pejabat punya ide sendiri maka bertaburanlah kemangkrakan-kemangkrakan proyek yang menyedot uang rakyat sehingga mubazir. 

Adnyana di Pedungan menjelaskan, setiap pimpinan ingin sukses, jangankan bupati ketua pemuda saja ingin sukses. Proyek mangkrak ini kemungkinan disebabkan keuangan. Kalau diungkit yang dulu juga tidak akan manfaatnya. Maka kepada pejabat sekarang harus pandai-pandai apakah proyek tersebut diteruskan atau tidak? Kalau diteruskan perlu dianalisa untung ruginya. Hal ini dilakukan agar tidak membebani rakyat sehingga rakyat tidak sapi perahan.

Jujur di Sanglah mengharapkan proyek jangan dijadikan proyek di atas kertas, tetapi jadikan proyek tersebut kenyataan sesuai dengan harapan masyarakat. Sementara Nang Cekov mengatakan semakin dikeruklah APBD. Karena itu memenga keinginan pejabat. Tidak dipikirkan, entah bisa dipakai atau tidak oleh masayarakat proyek itu. Yang penting sekian persen dari nilai proyek itu akan didapatnya.  

Dikatakan, seorang pemimpin seharusnya mempunyai katagori-katagori yakni memiliki kemampuan, kemauan dan kontroling. Seorang pemimpin harus mempunyai program kerja atau plening di sinilah perlu kemampuan managerial oleh sang pemimpin yakni dengan melihat skala prioritas. Kalau itu saja seorang pemimpin tidak punya, lalu apa yang dilakukan? Paling haya KKN yakni" keliang kelieng Nelahan pipis". Kedepan, katanya kualitas pemimpin yang harus diutamakan. Juga kontroling sangat penting. Jadi harus jelas jangan hanya ngeruk-ngeruk APBD.  

Agung Putra di Denpasar mengharapkan seharusnya pemerintah harus memiliki cara lain yakni kecerdasan yang super misalnya mencari bapak angkat, kalau mau memperdayakan orang-orang lokal harus mencari SDM-SDM yang memang cerdas. Disamping mengkodisikan perda-perda harus dirubah maka harus ada pemimpin yang "bajingan " yang kebijakannya tegas dan berani.  

Dogler di Gianyar berpendapat agar proyek tersebut tidak mangkrak seharusnya ada kajian yang matang biar tidak ada kesan proyek tersebut dipaksakan kemudian ujung-ujungnya agar ada feenya. Kedepanya perlu pemimpin memikirkan dan mengkaji dengan matang, apalagi sebelumnya anggota dewan melakukan study banding ke luar daerah atau ke luar negeri akhirnya proyek itu mangkrak dan dikatagorikan pembangunan tidak berhasil. Diingatkan jangan berorintasi pada proyek yang ujung-ujungnya fee. Diharapkan juga pemerintah membuat proyek padat karya sehingga masyarakatpun bisa memanfaatkan.  

Sementara Ngurah Halus mengharapkan proyek tersebut jangan dibiarkan mangkrak karena tiap tahun ada anggaran dan tiap tahunnya anggaran tersebut ditingkatkan asal proyek tersebut selesai. (panca)

 

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)