kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 8 Nopember 2006

 Nusatenggara


Diduga Anggota Jaringan Teroris

Buronan Polda Jatim Ditangkap di Sumbawa---
 

Mataram (Suara NTB) -
Sy bin Sahrul (31) dan istrinya A (30), DPO atau buronan Polda Jawa Timur (Jatim) yang diburu karena terlibat kasus bahan peledak ditangkap di Sumbawa Minggu (5/11). Buronan yang diduga anggota jaringan teroris ini ditangkap di RT  03 RW 15, Dasan Kali Baru, Desa Labuhan Badas, Sumbawa. Saat penangkapan berlangsung, tim gabungan Polda Jatim dan Polres Sumbawa juga berhasil menyita sedikitnya 2 kg bubuk potasium (TNT) dicampur arang serta 10 meter sumbu peledak.

Demikian diungkapkan Direskrim Polda NTB Kombes Pol. Drs. Gusti Ngurah Rahardja Subiyakta didampingi Kasubid Publikasi Kompol. Dra. Hj. Tri Budi Pangastuti, Selasa (7/11) kemarin.  Secara rinci tidak dijelaskan, kronologi penangkapan Sy dan A (istrinya) yang dalam persembunyiannya di Sumbawa juga terlibat jual beli bahan peledak.

''Tersangka tidak menyerahkan diri tetapi ditangkap,'' tegas Direskrim, seraya menambahkan Sya ditangkap Minggu sekitar pukul 17.00 wita. Begitu ditangkap, kedua buronan ini kemudian diangkut ke Mataram dan Senin (6/11) langsung diterbangkan melalui Bandara Selaparang menuju Surabaya.

Menyinggung keterlibatan Sy dan istrinya dalam jaringan teroris, Direskrim belum bisa menjelaskannya secara detil. ''Soal keterlibatan kedua buronan ini dalam aksi teror, masih kita selidiki,'' jelasnya.

Sementara itu, selama dalam persembunyiannya di Sumbawa, Sy bersama istrinya menyewa rumah di di RT 03, RW 15 di  Dasan Kali Baru, Labuhan Badas. Kepada warga sekitarnya termasuk ke pemilik rumah yang disewanya, Sy mengaku seorang pengusaha yang bergerak di bidang usaha jual beli hasil laut seperti teripang, rumput laut dan sejenisnya.

Namun dalam praktiknya, bukan hasil laut yang diperjualbelikan Sy. ''Yang bersangkutan selama bersembunyi di Sumbawa juga terlibat jual beli bahan peledak dengan nelayan di Pulau Tengah dan Pulau Sailut. Apakah bahan peledak itu untuk menangkap ikan? Secara rinci belum diketahui. ''Pokoknya ada yang menerima bahan peledak itu dari tangan Sy,'' terang Rahardja Subiyakta.

Pengakuan Sy, cukup banyak bahan peledak yang sudah berpindah tangan darinya selama ia bersembunyi di Sumbawa. '' Ia mengaku telah menjual sedikitnya 500 detonator serta 20 meter sumbu peledak,'' sebutnya. Bahan peledak itu dijual dengan harga  Rp 350 ribu per 100 detonator. Sedangkan untuk sumbu peledak dijual per 10 meter seharga Rp 300 ribu.

Lalu dari mana bahan peledak itu dipasok Sy? ''Ia mengaku memperoleh bahan peledak itu dari temannya di Pasuruan ,'' katanya, tanpa bersedia menyebutkan identitas pemasok bahan peledak itu. Sementara untuk pembeli bahan peledak di Pulau Tengah dan Pulau Sailut menurut Direskrim, masih dalam penyelidikan jajarannya. (049)


Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)