kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 18 Januari 2006

 Pariwisata


DPD Prihatinkan Pariwisata Bali 

Jakarta (Bali Post) -
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) prihatin dengan kondisi kepariwisataan Bali pascabom Bali II. Keprihatinan tersebut menyusul turunnya angka kunjungan wisatawan asing terutama menjelang akhir tahun lalu. ''Kondisi kepariwisataan di Bali bulan Desember dan Januari ini ternyata masih amat memprihatinkan,'' kata juru bicara DPD Bali Nyoman Rudana pada sidang paripurna DPD-RI di Jakarta, Selasa (17/1) kemarin.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita serta wakil ketua Irman Gusman, Laode Ida. Hadir pula seluruh anggota DPD Bali, I Wayan Sudirta, Ida Bagus Gede Agastia, dan Ida Ayu Agung Mas.

Rudana mencontohkan, kunjungan turis asing untuk merayakan Natal dan Tahun Baru hanya sekitar 3.000 orang/hari. Padahal, sebelum ledakan bom, kunjungan turis asing lebih dari 7.000 orang/hari.  Jika tidak ada langkah cepat dari pemerintah pusat untuk memperbaiki kondisi tersebut, Rudana khawatir target kunjungan wisatawan asing tahun ini tidak tercapai. ''Perlu upaya maksimal dari pemerintah pusat untuk menghindari lay off atau pemutusan hubungan kerja,'' paparnya.

Atas dasar itulah, Rudana mengingatkan, perlunya meringaknan beban pajak hotel dan restoran dengan menghilangkan jenis pajak tertentu agar biaya operasional lebih ringan. Selain itu, perlu upaya khusus seperti kampanye dan promosi kepariwisataan Bali.  Rudana mengharapkan pemerintah membenahi sistem kerja keimigrasian guna memudahkan kedatangan wisatawan asing.

Pemerintah, kata dia, agar mengkaji ulang keputusan tentang pemberlakuan Visa on Arrival dengan mempertimbangkan masalah yang menimpa kepariwisataan Indonesia. ''Berlakukan kembali bebas visa kunjungan sementara bagi beberapa negara yang merupakan sumber turis,'' katanya.

Terhadap masalah keamanan di lingkungan Bandara Ngurah Rai, Rudana mengharapkan perlunya penerapan keamanan standar internasional dengan melengkapi peralatan elektronik berupa kamera CCTV. ''Dengan keseriusan pemerintah menangani masalah terorisme ini, diyakini wisatawan asing banyak yang akan kembali ke Bali,'' katanya. Yang juga perlu diperhatikan, kata Rudana, masalah ancaman lewat laut. Ia mengharapkan pemerintah menambah anggaran bagi tersedianya fasilitas pendukung bagi pengamanan perairan Bali. Seperti untuk pengadaan kapal patroli. (010)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)