kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Paing, 13 Agustus 2005

 Nusatenggara


Bima dan Dompu masih Langka BBM

Bensin Eceran Rp 5.000 per Botol...

Mataram (Suara NTB) -
Kelangkaan BBM jenis premium dan solar masih terjadi di Bima dan Dompu. Pengecer BBM jenis premium berjamuran di jalan dengan harga yang cukup tinggi, mencapai angka Rp 5 ribu per botol. Selain harga yang tinggi, BBM yang dijual dengan takaran botol tersebut tidak bisa dijamin keasliannya dan juga tidak mencapai satu liter.

Pantauan Suara NTB di Dompu dan Bima selama tiga hari, Senin- Rabu, (8-10/8) antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi BBM terus terjadi di SPBU, bahkan antrean itu juga terjadi bagi mereka yang membeli BBM jenis premium dengan menggunakan jerigen untuk dijual kembali dengan menggunakan takaran botol. Untuk pembeli yang menggunakan jerigen harus memperlihatkan KTP-nya.

Abram Pong, kepala SPBU Dompu, mengaku antrean panjang ini bukan saja terjadi pada saat itu, tetapi sudah terjadi sejak beberapa pekan lalu. ''Antrean seperti ini terjadi mulai terjadinya kelangkaan BBM beberapa pekan lalu,'' ujarnya. Abram juga mengaku, kesulitan untuk melarang mereka yang membeli dengan menggunakan jerigen, karena mereka mendesak dan keberadaan mereka untuk menyambung kendaraan yang kehabisan bahan bakar di tengah jalan untuk sampai ke SPBU.

Terkait kelangkaan BBM di Kota dan Kabupaten Bima, pemerintah kota dan kabupaten telah mengeluarkan surat pelarangan bagi SPBU untuk melayani pengisian dengan menggunakan jerigen. Tetapi oleh pengecer tidak kehabisan akal untuk memperoleh BBM untuk dijual, mereka memanfaatkan kendaraan bermotor maupun bemo untuk mengisi full tangkinya dan disedot kembali ketika berada di luar SPBU.

Terhadap persoalan ini, Abram Pong merasa kesulitan untuk mengecek dan mengetahuinya. ''Kita merasa kesulitan mengidentifikasi pelaku yang mengisi BBM dengan mengantrekan kendaraannya lalu dikeluarkan untuk dijual kembali. Akibat dari perilaku ini, jatah SPBU Dompu yang biasanya 25 ribu hingga 30 ribu liter per hari dapat melayani kendaraan hingga 24 jam. Sekarang hanya beberapa jam,'' ujarnya. Lanjutnya, bila terjadi keterlambatan pendistribusian dari pertamina cabang Denpasar ke depot pertamina Bima kebutuhan BBM untuk di SPBU Dompu dikurangi hingga 10 ribu liter per harinya.

 

Antre Lama

Sementara itu, Ros, pengecer BBM di Dorotangga Dompu kepada Suara NTB mengaku, tingginya harga premium lantaran mereka harus mengantre cukup lama dan bahkan harus menginap untuk dapat mengisi jerigennya. Untuk itu, ia harus menjual Rp 5 ribu per botolnya lantaran kesulitan mendapatkan BBM.

Untuk memperoleh BBM jenis premium di SPBU, Sedo pengecer BBM di cabang Cakre Kandai Dua Dompu menggunakan teknik yang beda. Ia bersama dengan teman-temannya yang lain dengan memborong mobil untuk mengisi BBM di SPBU yang ada di Sumbawa, karena di Sumbawa sendiri persediaan BBM masih tergolong aman. Karena jauhnya tempat memperoleh BBM dan harus mengeluarkan biaya yang cukup banyak Sedo (bukan nama sebenarnya) harus menjualnya pada konsumen dengan harga Rp 5 ribu per botolnya.

Kabid Humas Polda NTB, Drs. AKBP H.M Basri, kepada Suara NTB, Jumat (12/8) melalui ponselnya mengaku, terkait hal ini pihaknya hanya bisa mengawasi proses pendistribuasian BBM baik di SPBU maupun keamanannya.

Sementara untuk pembelian menggunakan jerigen dalam jumlah yang sedikit menurut Basri masih merupakan hal yang wajar dan tidak termasuk dalam koridor pengawasan pihak kepolisian. ''Tetapi bila pembeli membeli dalam jumlah banyak dan tidak mendapat izin, akan ditahan dan dikenai sanksi penimbunan BBM,'' ujarnya. Terkait dengan penimbunan ini lanjutnya, beberapa waktu lalu Polres Bima telah menahan pelakunya karena menimbun 300 liter BBM premium. (ula)

Klik di Sini 

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)