Bima dan Dompu masih Langka BBM
Bensin Eceran Rp 5.000 per Botol...
Mataram (Suara NTB) -
Kelangkaan BBM jenis premium dan solar masih terjadi di
Bima dan Dompu. Pengecer BBM jenis premium berjamuran di
jalan dengan harga yang cukup tinggi, mencapai angka Rp
5 ribu per botol. Selain harga yang tinggi, BBM yang
dijual dengan takaran botol tersebut tidak bisa dijamin
keasliannya dan juga tidak mencapai satu liter.
Pantauan Suara NTB di Dompu dan Bima selama tiga hari,
Senin- Rabu, (8-10/8) antrean panjang kendaraan yang
hendak mengisi BBM terus terjadi di SPBU, bahkan antrean
itu juga terjadi bagi mereka yang membeli BBM jenis
premium dengan menggunakan jerigen untuk dijual kembali
dengan menggunakan takaran botol. Untuk pembeli yang
menggunakan jerigen harus memperlihatkan KTP-nya.
Abram Pong, kepala SPBU Dompu, mengaku antrean panjang
ini bukan saja terjadi pada saat itu, tetapi sudah
terjadi sejak beberapa pekan lalu. ''Antrean seperti ini
terjadi mulai terjadinya kelangkaan BBM beberapa pekan
lalu,'' ujarnya. Abram juga mengaku, kesulitan untuk
melarang mereka yang membeli dengan menggunakan jerigen,
karena mereka mendesak dan keberadaan mereka untuk
menyambung kendaraan yang kehabisan bahan bakar di
tengah jalan untuk sampai ke SPBU.
Terkait kelangkaan BBM di Kota dan Kabupaten Bima,
pemerintah kota dan kabupaten telah mengeluarkan surat
pelarangan bagi SPBU untuk melayani pengisian dengan
menggunakan jerigen. Tetapi oleh pengecer tidak
kehabisan akal untuk memperoleh BBM untuk dijual, mereka
memanfaatkan kendaraan bermotor maupun bemo untuk
mengisi full tangkinya dan disedot kembali ketika berada
di luar SPBU.
Terhadap persoalan ini, Abram Pong merasa kesulitan
untuk mengecek dan mengetahuinya. ''Kita merasa
kesulitan mengidentifikasi pelaku yang mengisi BBM
dengan mengantrekan kendaraannya lalu dikeluarkan untuk
dijual kembali. Akibat dari perilaku ini, jatah SPBU
Dompu yang biasanya 25 ribu hingga 30 ribu liter per
hari dapat melayani kendaraan hingga 24 jam. Sekarang
hanya beberapa jam,'' ujarnya. Lanjutnya, bila terjadi
keterlambatan pendistribusian dari pertamina cabang
Denpasar ke depot pertamina Bima kebutuhan BBM untuk di
SPBU Dompu dikurangi hingga 10 ribu liter per harinya.
Antre Lama
Sementara itu, Ros, pengecer BBM di Dorotangga Dompu
kepada Suara NTB mengaku, tingginya harga premium
lantaran mereka harus mengantre cukup lama dan bahkan
harus menginap untuk dapat mengisi jerigennya. Untuk itu,
ia harus menjual Rp 5 ribu per botolnya lantaran
kesulitan mendapatkan BBM.
Untuk memperoleh BBM jenis premium di SPBU, Sedo
pengecer BBM di cabang Cakre Kandai Dua Dompu
menggunakan teknik yang beda. Ia bersama dengan
teman-temannya yang lain dengan memborong mobil untuk
mengisi BBM di SPBU yang ada di Sumbawa, karena di
Sumbawa sendiri persediaan BBM masih tergolong aman.
Karena jauhnya tempat memperoleh BBM dan harus
mengeluarkan biaya yang cukup banyak Sedo (bukan nama
sebenarnya) harus menjualnya pada konsumen dengan harga
Rp 5 ribu per botolnya.
Kabid Humas Polda NTB, Drs. AKBP H.M Basri, kepada Suara
NTB, Jumat (12/8) melalui ponselnya mengaku, terkait hal
ini pihaknya hanya bisa mengawasi proses
pendistribuasian BBM baik di SPBU maupun keamanannya.
Sementara untuk pembelian menggunakan jerigen dalam
jumlah yang sedikit menurut Basri masih merupakan hal
yang wajar dan tidak termasuk dalam koridor pengawasan
pihak kepolisian. ''Tetapi bila pembeli membeli dalam
jumlah banyak dan tidak mendapat izin, akan ditahan dan
dikenai sanksi penimbunan BBM,'' ujarnya. Terkait dengan
penimbunan ini lanjutnya, beberapa waktu lalu Polres
Bima telah menahan pelakunya karena menimbun 300 liter
BBM premium. (ula)
Klik di
Sini