kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Paing, 13 Agustus 2005

 Nusantara


Kasus
Pemalsuan Gelar--
Polisi
Tahan Delapan Tersangka 

Jakarta (Bali Post) -
Penyidikan
kasus pemberian gelar kesarjanaan palsu terus berlanjut. Setelah Kamis (11/8) lalu menahan Mardiana, Direktur Utama Yayasan Institut Manajemen Global Indonesia (IMGI), Jumat (12/8) kemarin polisi kembali menahan tujuh tersangka lainnya. Dua di antara tersangka yang ditahan merupakan warga negara asing (WNA). ''LC (tersangka warga negara Australia yang mengaku sebagai Presiden Northern California Global University -- NCGU-red) sudah ditangkap di Kalimantan Tengah dan sekarang tengah diperiksa di sana dan akan segera dibawa ke Mabes Polri,'' kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Aryanto Boedihardjo kepada wartawan di Mabes Polri Jakarta, kemarin

Enam tersangka lainnya yang sudah ditahan di Rumah Tahanan Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, menurut Aryanto, adalah Harris Roberts (WN Amerika Serikat yang mengaku sebagai Direktur Program IMGI), Lilik Purwanti, Agus Triyanto, Ipik Ambarpurnomo, Udin Arsyad dan Bahrun (seluruhnya staf IMGI).

Sementara itukondisi kantor IMGI di Century Tower tampak sepi. Kantor itu  diberi garis polisi. Tampak di dalam masih terdapat sejumlah perangkat kerja seperti komputer, meja, arsip-arsip, dan televisi 14 inci. Kantor  juga masih tampak tertata rapi. Hanya pintunya ditutup dan disegel polisi.

Menurut Taufik, staf sebuah penerbangan yang bertetangga dengan IMGI mengaku terkejut dengan penggerebekan kantor tersebut. Sebab, ia sering melihat kantor itu memajang ratusan foto wisudawan di depan kantornya. ''Biasanya dipajang di sini. Enggak nyangka kalau itu palsu,'' katanya. 

Kata Taufik, staf kantor tersebut dikenal ramah. Tetapi, mereka lebih banyak tertutup. Para staf juga tidak bergaul dengan staf kantor di sebelahnya. ''Saya kenal Ibu Lilik di sini. Dia ramah. Saya juga terkejut mendengar kantor ini memperjualbelikan ijazah palsu,'' tandas Teguh, staf lainnya.

Fenomena ijazah palsu ini memang menarik. Sebab, beberapa waktu lalu, banyak publik figur yang mendapatkan  gelar doktor dalam disiplin ''ilmu'' tertentuOleh publik, gelar itu dipertanyakan. Sebab, dilihat dari sepak terjangnya selama initak mungkin dia mendapatkan gelar doktor. Salah satu orang yang dipertanyakan adalah seorang penyanyi dangdut.  Ketika marak pencalonan anggota legislatif dan calon kepala daerah, ijazah palsu juga marak diperjualbelikan.  Banyak dari mereka mencantelkan gelar kesarjanaannya di belakang namanya, seperti MBA dan sebagainya.  Harga gelar S-1 ditaksir belasan juta rupiah. Sementara gelar S-2 bisa puluhan juta rupiah. Namun, praktik yang digelar IMGI belum diketahui berapa ''harganya''. Modusnya pun ditaksir tak sulit. Tinggal mendaftar, lalu ditetapkan tanggal wisudanya di gedung atau di hotel, dan jeprat-jepret pakai toga, dan  selembar ijazah sudah berada di tangan. Patgulipat ada uang semua bisa dilipat. (kmb5/kmb7)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)