Barat Tunggu Manuver Iran Soal Nuklir
Wina -
Setelah memberi peringatan kepada Iran untuk
menghentikan aktivitas nuklir mereka, komunitas
internasional sekarang mengambil langkah menunggu dan
melihat apakah Teheran akan mengambil keputusan terhadap
tenggat waktu yang diberikan hingga September untuk
menghentikan konversi uranium yang sudah memicu
kekhawatiran internasional akan dialihkan menjadi
program pembuatan senjata.
"Saya
berharap kepada Iran untuk mencoba sebelum 3 September
untuk melakukan sebuah perjanjian baru dengan Eropa.
Namun, saya kira pihak Eropa sudah membuat keputusan
mereka dan tidak merencanakan untuk kembali lagi," kata
ahli non-profilerasi Gary Samore dari Institut
Internasional Bidang Strategi di London.
Iran berharap untuk mendapatkan sebuah persetujuan dari
langkah pertama yaitu mengenai pengayaan uranium, yang
dapat digunakan sebagai bahan bakar reaktor nuklir dan
sekaligus materi kasar untuk pembuatan bom atom.
Badan pengamat PBB dari Badan Energi Atom Internasional
(IAEA) di Wina menerima sebuah resolusi dari Uni Eropa
yang menyatakan "perhatian serius" terhadap aktivitas
kegiatan konversi uranium Iran, dan menjadwalkan 3
September sebagai tanggal bagi Iran untuk memberikan
laporan.
Kegagalan Iran untuk menghentikan aktivitas tersebut,
yang sebelumnya sudah ditangguhkan pada November, namun
dibuka kembali pada pekan ini, dapat membuat IAEA
mengambil keputusan membawa masalah ini kepada DK PBB
agar Iran dikenai sanksi.
Para diplomat di Wina yang dekat dengan IAEA mengatakan
bahwa para negosiator UE yaitu Inggris, Prancis dan
Jerman sudah sejak Desember mencoba mempengaruhi Iran
untuk menutup aktivitas tersebut dan kembali ke jalur
perdagangan dan meraih keuntungan banyak lainnya. Para
negosiator juga dikatakan merasa dibohongi keputusan
Iran yang kembali membuka pengerjan pengayaan, dan
kemudian menolak memberikan tawaran insentif yang
sebelumnya dijanjikan.
Seorang juru bicara pada badan menteri luar negeri
London mengatakan "Iran sudah berkhianat" dalam sebuah
perjanjian bernama perjanjian Paris untuk menunda
aktivitas saat negosiasi dilangsungkan dengan trio Eropa
dan "pintu jalan pembicaraan masih terbuka untuk Iran
jika mereka dengan cepat menghentikan semua penerjaan di
Uranium Conversion Facility" di Isfahan.
"Kami
masih percaya bahwa tidak akan ada jalan konfrontasi di
depan, jika Iran tidak ingin menciptakan suasana seperti
itu benar-benar terjadi," kata juru bicara tadi.
Samore mengatakan Iran mungkin tetap keras kepala dengan
jalur yang mereka tempuh sekarang ini, untuk dua alasan,
alasan politis dan alasan teknis.
Alasan politis bawa Iran kini berpikir bahwa mereka
sekarang berada dalam posisi kuat dari pada saat setuju
untuk melakukan penangguhan tahun lalu. Tindakan ini
mereka lalukan karena dunia tidak mau mengambil risiko
terhadap salah satu produsen minyak terbesar ini,
melakukan pemotongan atau penghentian suplai di saat
harga minyak yang meroket dan pihak Amerika Serikat,
yang ingin membawa Teheran menuju DK PBB, dipersulit
oleh posisi mereka dalam pendudukan militer di Irak.
(ton/afp)