kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Paing, 13 Agustus 2005

 Mancanegara


Barat Tunggu Manuver Iran Soal Nuklir
 

Wina -
Setelah memberi peringatan kepada Iran untuk menghentikan aktivitas nuklir mereka, komunitas internasional sekarang mengambil langkah menunggu dan melihat apakah Teheran akan mengambil keputusan terhadap tenggat waktu yang diberikan hingga September untuk menghentikan konversi uranium yang sudah memicu kekhawatiran internasional akan dialihkan menjadi program pembuatan senjata.

"Saya berharap kepada Iran untuk mencoba sebelum 3 September untuk melakukan sebuah perjanjian baru dengan Eropa. Namun, saya kira pihak Eropa sudah membuat keputusan mereka dan tidak merencanakan untuk kembali lagi," kata ahli non-profilerasi Gary Samore dari Institut Internasional Bidang Strategi di London.

Iran berharap untuk mendapatkan sebuah persetujuan dari langkah pertama yaitu mengenai pengayaan uranium, yang dapat digunakan sebagai bahan bakar reaktor nuklir dan sekaligus materi kasar untuk pembuatan bom atom.

Badan pengamat PBB dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina menerima sebuah resolusi dari Uni Eropa yang menyatakan "perhatian serius" terhadap aktivitas kegiatan konversi uranium Iran, dan menjadwalkan 3 September sebagai tanggal bagi Iran untuk memberikan laporan.

Kegagalan Iran untuk menghentikan aktivitas tersebut, yang sebelumnya sudah ditangguhkan pada November, namun dibuka kembali pada pekan ini, dapat membuat IAEA mengambil keputusan membawa masalah ini kepada DK PBB agar Iran dikenai sanksi.

Para diplomat di Wina yang dekat dengan IAEA mengatakan bahwa para negosiator UE yaitu Inggris, Prancis dan Jerman sudah sejak Desember mencoba mempengaruhi Iran untuk menutup aktivitas tersebut dan kembali ke jalur perdagangan dan meraih keuntungan banyak lainnya. Para negosiator juga dikatakan merasa dibohongi keputusan Iran yang kembali membuka pengerjan pengayaan, dan kemudian menolak memberikan tawaran insentif yang sebelumnya dijanjikan.

Seorang juru bicara pada badan menteri luar negeri London mengatakan "Iran sudah berkhianat" dalam sebuah perjanjian bernama perjanjian Paris untuk menunda aktivitas saat negosiasi dilangsungkan dengan trio Eropa dan "pintu jalan pembicaraan masih terbuka untuk Iran jika mereka dengan cepat menghentikan semua penerjaan di Uranium Conversion Facility" di Isfahan.

"Kami masih percaya bahwa tidak akan ada jalan konfrontasi di depan, jika Iran tidak ingin menciptakan suasana seperti itu benar-benar terjadi," kata juru bicara tadi.

Samore mengatakan Iran mungkin tetap keras kepala dengan jalur yang mereka tempuh sekarang ini, untuk dua alasan, alasan politis dan alasan teknis.

Alasan politis bawa Iran kini berpikir bahwa mereka sekarang berada dalam posisi kuat dari pada saat setuju untuk melakukan penangguhan tahun lalu. Tindakan ini mereka lalukan karena dunia tidak mau mengambil risiko terhadap salah satu produsen minyak terbesar ini, melakukan pemotongan atau penghentian suplai di saat harga minyak yang meroket dan pihak Amerika Serikat, yang ingin membawa Teheran menuju DK PBB, dipersulit oleh posisi mereka dalam pendudukan militer di Irak. (ton/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)