kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Paing, 13 Agustus 2005

 Mancanegara

 

Karyawan Katering Mogok, British Airways Lumpuh

London -
Puluhan ribu penumpang pesawat telantar Jumat (12/8) kemarin, setelah perusahaan penerbangan British Airways membatalkan semua penerbangannya, baik ke dalam maupun ke luar Bandara utama Heatrow. Gaya pemogokan ini dikenal sebagai wildcat.

Perusahaan ini membatalkan 500 penerbangan di Heatrow, bandara internasional tersibuk di dunia, hingga pukul 18.00 sore setelah para karyawan pada perusahaan katering yang menyiapkan makanan untuk pesawat berjalan keluar melakukan aksi mogok. Aksi ini dilandasi oleh perasaan simpati akibat pemutusan hubungan kerja ratusan orang rekan mereka.

Pesawat komersial Australia Qantas, Finnair dan Sri Lankan Airways yang menggunakan fasilitas yang sama juga merasakan efeknya, saat 121 pemberangkatan pesawat British Airways dan sekitar 100 kedatangan kemudian dibatalkan Kamis (11/8), mengganggu sekitar 20.000 orang pengguna jasa tersebut.

Dengan tidak ada tanda-tanda kelihatan akan pemulihan masalah, di mana 100 pesawat dengan 1.000 pilot dan kru kabin parkir di bandara, British Airways mengatakan mereka akan tetap melakukan tugasnya. ''Ini merupakan hal yang sangat mengecewakan bagi kami, mengingat kami mendapat imbas yang amat besar akibat  permasalahan orang lain,'' kata Kepala Eksekutif British Airways Sir Rod Eddington, di mana mogok kali ini merupakan aksi untuk ketiga kalinya yang dilakukan para karyawan di Heathrow.

Mick Temple, direktur manajemen dari BAA Heathrow Airport, mengatakan kepada Radio BBC bahwa akan ada ''gangguan yang amat besar pada hari ini dan kemungkinan beberapa hari ke depan'' bagi para penumpang British Airways.

Saat permasalahan ini terus berlangsung, Temple mengatakan, mereka yang bepergian menggunakan pesawat penerbangan lain dari Heathrow seharusnya tidak menemui banyak permasalahan, meski ia memberi saran kepada mereka untuk melakuan pengecekan informasi sebelum pergi menuju bandara. ''Saya dengan keras memberikan saran kepada setiap orang untuk melakukan pengecekan karena saya dapat mengatakan jika beberapa hal sekarang ini berjalan tidak sesuai dengan harapan karena aksi mogok yang saat ini berlangsung,'' katanya.

Saat para penumpang tiba Kamis mereka menemukan kejanggalan dan kebingunan di terminal Bandara Heathrow, para staf bandara kemudian mendistribusikan kursi lipat dan sebotol air, dan mereka kemudian berjuang untuk mencarikan akomodasi bagi para penumpang ini.  ''Saya kira saya tidak akan dapat tidur nyenyak malam ini,'' kata Peter Weston (49), seorang guru yang akan bepergian menuju Jerman. ''Anak saya menemukan sebuah lokasi pojokan di tempat kedatangan penumpang, saya kira kami akan tidur di sana.''

Chaos ini muncul setelah tindakan pemutusan hubungan kerja 800 pekerja dari Gate Gurment International, sebuah perusahaan katering penerbangan yang dimiliki oleh perusahaan swasta grup Texas Pacific, yang membuat sekitar 80.000 makanan dalam sehari bagi British Airways, klien terbesarnya di Heathrow. (ton/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)