Karyawan
Katering Mogok, British Airways Lumpuh
London -
Puluhan
ribu penumpang pesawat telantar Jumat (12/8) kemarin,
setelah perusahaan penerbangan British Airways
membatalkan semua penerbangannya, baik ke dalam maupun
ke luar Bandara utama Heatrow. Gaya pemogokan ini
dikenal sebagai wildcat.
Perusahaan ini membatalkan 500 penerbangan di Heatrow,
bandara internasional tersibuk di dunia, hingga pukul
18.00 sore setelah para karyawan pada perusahaan
katering yang menyiapkan makanan untuk pesawat berjalan
keluar melakukan aksi mogok. Aksi ini dilandasi oleh
perasaan simpati akibat pemutusan hubungan kerja ratusan
orang rekan mereka.
Pesawat komersial Australia Qantas, Finnair dan Sri
Lankan Airways yang menggunakan fasilitas yang sama juga
merasakan efeknya, saat 121 pemberangkatan pesawat
British Airways dan sekitar 100 kedatangan kemudian
dibatalkan Kamis (11/8), mengganggu sekitar 20.000 orang
pengguna jasa tersebut.
Dengan tidak ada tanda-tanda kelihatan akan pemulihan
masalah, di mana 100 pesawat dengan 1.000 pilot dan kru
kabin parkir di bandara, British Airways mengatakan
mereka akan tetap melakukan tugasnya. ''Ini merupakan
hal yang sangat mengecewakan bagi kami, mengingat kami
mendapat imbas yang amat besar akibat permasalahan
orang lain,'' kata Kepala Eksekutif British Airways Sir
Rod Eddington, di mana mogok kali ini merupakan aksi
untuk ketiga kalinya yang dilakukan para karyawan di
Heathrow.
Mick Temple, direktur manajemen dari BAA Heathrow
Airport, mengatakan kepada Radio BBC bahwa akan ada ''gangguan
yang amat besar pada hari ini dan kemungkinan beberapa
hari ke depan'' bagi para penumpang British Airways.
Saat
permasalahan ini terus berlangsung, Temple mengatakan,
mereka yang bepergian menggunakan pesawat penerbangan
lain dari Heathrow seharusnya tidak menemui banyak
permasalahan, meski ia memberi saran kepada mereka untuk
melakuan pengecekan informasi sebelum pergi menuju
bandara. ''Saya dengan keras memberikan saran kepada
setiap orang untuk melakukan pengecekan karena saya
dapat mengatakan jika beberapa hal sekarang ini berjalan
tidak sesuai dengan harapan karena aksi mogok yang saat
ini berlangsung,'' katanya.
Saat para penumpang tiba Kamis mereka menemukan
kejanggalan dan kebingunan di terminal Bandara Heathrow,
para staf bandara kemudian mendistribusikan kursi lipat
dan sebotol air, dan mereka kemudian berjuang untuk
mencarikan akomodasi bagi para penumpang ini. ''Saya
kira saya tidak akan dapat tidur nyenyak malam ini,''
kata Peter Weston (49), seorang guru yang akan bepergian
menuju Jerman. ''Anak saya menemukan sebuah lokasi
pojokan di tempat kedatangan penumpang, saya kira kami
akan tidur di sana.''
Chaos ini muncul setelah tindakan pemutusan hubungan
kerja 800 pekerja dari Gate Gurment International,
sebuah perusahaan katering penerbangan yang dimiliki
oleh perusahaan swasta grup Texas Pacific, yang membuat
sekitar 80.000 makanan dalam sehari bagi British
Airways, klien terbesarnya di Heathrow. (ton/afp)