Kelompok
Sembilan
segera
Dilimpahkan ke
Kejaksaan
Denpasar
(Bali Post) -
Kelompok
Sembilan --
warga Australia yang
terlibat
kasus 8,3 kg heroin --
dipastikan
segera
menjadi tahanan
kejaksaan.
Penyidikan yang
dilakukan
Polda Bali
sudah
rampung, dan
sesuai
rencana pelimpahan
para
tersangka dan
barang
bukti (BB) akan
dilakukan
Senin (15/8)
lusa.
Kabid
Humas
Polda Bali Kombes
Pol. AS
Reniban membenarkan
Kelompok 9
segera
meninggalkan status tahanan
polisi.
Seluruh berita
acara
pemeriksaan (BAP) sembilan
warga Australia
itu
dinyatakan sudah
lengkap.
Informasi
dari
kejaksaan yang diterima
penyidik, BAP
Kelompok 9
telah
memenuhi syarat --
P-21. ''Kalau
tak ada
halangan,
Senin
lusa akan
diserahkan
ke
kejaksaan. Pelimpahan
tahap
kedua ini
menyangkut
semua
tersangka dan BB,''
tegasnya
Jumat (12/8)
kemarin.
Sembilan
warga Australia yang
ditangkap
polisi 17 April 2005
itu
dijerat pasal
mematikan.
Mereka
kini dititipkan
di LP
Kerobokan lantaran
ruang
tahanan Mapolda Bali
penuh
dengan tersangka
kasus
judi. Empat
tersangka yang
tergabung
dalam Gang
Bandara -- Eric Martin,
Renae Lawrence, Michael
William Czugat,
dan
Antonhy Scoot -- lebih
dulu
dipindah ke LP.
Kelompok
Melasti --
Myuran
Sukumaran, Than Dhuc
Nguyen, Norman James, dan
Shi Yi Chen bersama Andrew
Chan -- meninggalkan
tahanan
polisi, Senin (1/8)
lalu.
Tukang
Cuci Mobil
Tersangka
Andrew Chan termasuk paling
ramai
dikejar wartawan
asing.
Siapakah pria
berkaca yang
dijuluki godfather
kasus 8,3 kg heroin
itu?
Lahir di Sydney, 12
Januari 1984, Andrew Chan
merupakan
anak
keempat (bungsu-red)
dari
pasangan Ken Yock
Chan dan Helen Chan.
Dia
punya tiga
kakak,
masing-masing Michael Chan, Francis Chan,
dan Mary Chan. Andrew drop
out di SMA,
dan
pernah bekerja
jadi
tukang cuci
mobil.
Tahun
2002, dia
keluar
dari sekolah
gara-gara
punya
masalah. Andrew Chan bekerja
di
McDonal di
tengah
kesibukan menimba
ilmu di
High School.
Akhir
tahun 2000
ia
diterima sebagai
karyawan AC & T,
dan
pada 2001 menjadi
tukang
cuci mobil
merangkap
mekanik
di perusahaan Holden.
Akhir
tahun 2002 bekerja
di
Recom, dan Andrew
Chan sempat
menjadi
pegawai Compass Eurest
sebelum
diringkus pasukan
Dit.
Narkoba Polda Bali,
17 April 2005.
Saat
menjalani
pemeriksaan
enam jam,
Rabu (4/5)
lalu,
pria berdarah
Cina
itu mengaku
hanya
jadi kurir. Andrew
Chan disuruh
bule
wanita mengantar
koper
berisi heroin untuk
Myuran
Sukumaran.
Saat
Polda
menangkap Kelompok 9,
bule
keturunan Asia itu
menginap
di Sea View Hotel,
Jalan
Pantai Kuta. Andrew
Chan pun mengambil
koper
di Sea View Hotel. (kmb
10)