Bebotoh
Gianyar
Himpun Kekuatan
BEBOTOH
tajen
di Gianyar
kini
menghimpun kekuatan.
Mereka yang
berasal
dari Kecamatan
Payangan,
Sukawati,
Ubud,
dan Blahbatuh
belum lama
ini
melakukan rapat
penggalangan
kekuatan
untuk
mempertanyakan solusi,
terkait
penghidupan mereka
yang dipotong
dari
pemberantasan tajen.
Bahkan,
sekitar 20
bebotoh
mendatangi
kantor LSM GARPPAR.
Mereka
berencana
akan
menggelar
aksi
damai ke
gedung DPRD
Gianyar
dan kepada
pihak
eksekutif.
Terkait
dengan
itu, Ketua
Garda
Penerus Perjuangan
Aspirasi
Rakyat
Gianyar (GARPPAR) Ngakan
Rai yang
ditemui
di kantornya
Jumat (12/8)
siang
kemarin mengakui
kedatangan
beberapa
bebotoh.
Menurut
Ngakan Rai,
mereka
datang dan
menyampaikan
aspirasinya
mengenai
kehidupan
mereka yang
dirasakan
terpotong
akibat
penertiban tajen.
''Sejumlah
bebotoh
dari kecamatan
bahkan
telah menghubungi LSM
sekaligus
meminta
saya menjadi mediator
untuk
menyampaikan aspirasi
mereka
dengan pihak
terkait,''
jelasnya.
Menurut
Rai,
bebotoh ingin
menyampaikan
aspirasi
dan
dicarikan solusi
terbaik
atas pemotongan yang
terkesan
arogan. ''Mereka
yang belum
siap
untuk mencari
penghasilan lain
tidak
bisa hidup,''
tambah
Rai.
Saat
ini,
para bebotoh
di
empat kecamatan,
Sukawati,
Ubud,
Blahbatuh, dan
Payangan,
telah
melakukan konsolidasi.
Mereka
siap
turun ke
jalan,
masing-masing dengan
mengajak 500
orang.
Di
samping
itu, para
pedagang
kecil yang
selama
ini mengais
rezeki
dari berjualan
di
tajen juga
ikut.
''Kami
mau
menjadi mediator sepanjang
aksi yang
dilakukan
tidak
anarkis. Mereka
kan
hanya
menyampaikan aspirasi,''
jelasnya
Rai.
(dar)