Mengatasi Kemiskinan
Sebagaimana diberitakan pada harian ini terbitan 14
Maret 2005, Sekjen ASEAN Ong Keng Yong mengatakan, bahwa
kemiskinan menjadi kendala utama dalam melaksanakan pembangunan
berkelanjutan di dunia umumnya dan di negara-negara ASEAN
khususnya, serta mengimbau adanya kerja sama antarnegara maupun
antardaerah di lingkungan negara-negara ASEAN, dalam usahanya
mengatasi kemiskinan di negaranya masing-masing.
Untuk mengatasi kemiskinan ini di
Indonesia,
di antaranya ada empat hal yang perlu dikaji dan atau dilaksanakan:
1. Mengaktifkan kembali program KB. Pertumbuhan
penduduk rata-rata di Indonesia masih tergolong tinggi. Untuk
menekan pertumbuhan penduduk menjadi sekecil mungkin dan atau
sampai pertumbuhan nol (0) atau mencapai ZPG (zero population
growth), program KB yang sudah pernah dilaksanakan perlu
diaktifkan dan diidensifkan kembali, dipakai sebagai program
nasional jangka panjang. Karena, meskipun ada peningkatan dalam
bidang produksi, peningkatan ini akan tidak ada artinya, akan
sia-sia saja, apabila tidak disertai adanya usaha memperkecil
pertumbuhan penduduk. Produksinya naik, jumlah penduduknya juga
ikut naik, keadaannya akan tetap begitu-begitu saja. Yang kita
harapkan, produksi naik di satu pihak, di lain pihak jumlah
penduduk menurun, setidak-tidaknya jumlahnya tetap. Barulah terasa
akan adanya peningkatan taraf hidup rakyat.
2. Mengaktifkan kembali program transmigrasi.
Sebagaimana halnya program KB, program transmigrasi ini juga
mengalami pasang surut secara drastis dan dalam waktu yang relatif
lama. Pada hakikatnya kedua program ini merupakan obat mujarab
dalam mengatasi penyakit kemiskinan di Indonesia. Kepadatan
penduduk di Indonesia sangat tidak merata. Di satu pihak jejalan
penduduk di kota-kota besar sangat luar biasa, sepertinya
tidak ada ruang untuk bergerak.
3. Meningkatkan SDM. Usaha meningkatkan SDM ini,
baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas, sudah sering
dan banyak dibahas di kalangan masyarakat. Namun pembahasannya
umumnya masih terbatas pada lapangan kerja yang sudah tersedia
atau yang sejenis ataupun yang mendesak diperlukan. Belum sampai
pada program jangka panjang, yakni bagaimana kekayaan alam
Indonesia yang berlimpah-limpah ini, di lautan, di darat, di dalam
tanah, digali dan dikelola. Pemerintah tidak perlu takut mencari
pinjaman di dalam maupun di luar negeri untuk membiayai para ahli
mengadakan riset pembukaan lapangan kerja baru, asal
perencanaannya dibuat sematang mungkin.
4. Meningkatkan usaha pemberantasan KKN. Diakui
atau tidak, KKN sudah merupakan penyakit yang kronis di kalangan
masyarakat Indonesia. Karena masalahnya begitu kompleks, perlu
dibuat Program Induk untuk memberantasnya, yang juga dipakai
sebagai program nasional jangka panjang, agar tidak berkesan,
hangat-hangat tahi ayam. Program Induk ini, selain dari segi
cara-cara pemberantasannya, mencari sumber sebab terjadinya KKN,
juga untuk diatasi sedini mungkin, agar tidak satu yang ditangkap,
muncul sepuluh koruptor baru. Ini memang pekerjaan yang berat
serta rumit, namun merupakan suatu keharusan bila Indonesia ingin
maju mengejar ketertinggalan.
Nyoman Alit
Jl. Gadung
No.77
Denpasar