kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Umanis, 20 Maret 2005 tarukan valas
 

Surat Pembaca


Mengatasi Kemiskinan
 

Sebagaimana diberitakan pada harian ini terbitan 14 Maret 2005, Sekjen ASEAN Ong Keng Yong mengatakan, bahwa kemiskinan menjadi kendala utama dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan di dunia umumnya dan di negara-negara ASEAN khususnya, serta mengimbau adanya kerja sama antarnegara maupun antardaerah di lingkungan negara-negara ASEAN, dalam usahanya mengatasi kemiskinan di negaranya masing-masing.

Untuk mengatasi kemiskinan ini di Indonesia, di antaranya ada empat hal yang perlu dikaji dan atau dilaksanakan:

1. Mengaktifkan kembali program KB. Pertumbuhan penduduk rata-rata di Indonesia masih tergolong tinggi. Untuk menekan pertumbuhan penduduk menjadi sekecil mungkin dan atau sampai pertumbuhan nol (0) atau mencapai ZPG (zero population growth), program KB yang sudah pernah dilaksanakan perlu diaktifkan dan diidensifkan kembali, dipakai sebagai program nasional jangka panjang. Karena, meskipun ada peningkatan dalam bidang produksi, peningkatan ini akan tidak ada artinya, akan sia-sia saja, apabila tidak disertai adanya usaha memperkecil pertumbuhan penduduk. Produksinya naik, jumlah penduduknya juga ikut naik, keadaannya akan tetap begitu-begitu saja. Yang kita harapkan, produksi naik di satu pihak, di lain pihak jumlah penduduk menurun, setidak-tidaknya jumlahnya tetap. Barulah terasa akan adanya peningkatan taraf hidup rakyat.

2. Mengaktifkan kembali program transmigrasi. Sebagaimana halnya program KB, program transmigrasi ini juga mengalami pasang surut secara drastis dan dalam waktu yang relatif lama. Pada hakikatnya kedua program ini merupakan obat mujarab dalam mengatasi penyakit kemiskinan di Indonesia. Kepadatan penduduk di Indonesia sangat tidak merata. Di satu pihak jejalan penduduk di kota-kota besar sangat luar biasa,  sepertinya tidak ada ruang untuk bergerak.

3. Meningkatkan SDM. Usaha meningkatkan SDM ini, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas, sudah sering dan banyak dibahas di kalangan masyarakat. Namun pembahasannya umumnya masih terbatas pada lapangan kerja yang sudah tersedia atau yang sejenis ataupun yang mendesak diperlukan. Belum sampai pada program jangka panjang, yakni bagaimana kekayaan alam Indonesia yang berlimpah-limpah ini, di lautan, di darat, di dalam tanah, digali dan dikelola. Pemerintah tidak perlu takut mencari pinjaman di dalam maupun di luar negeri untuk membiayai para ahli mengadakan riset pembukaan lapangan kerja baru, asal perencanaannya dibuat sematang mungkin.

4. Meningkatkan usaha pemberantasan KKN. Diakui atau tidak, KKN sudah merupakan penyakit yang kronis di kalangan masyarakat Indonesia. Karena masalahnya begitu kompleks, perlu dibuat Program Induk untuk memberantasnya, yang juga dipakai sebagai program nasional jangka panjang, agar tidak berkesan, hangat-hangat tahi ayam. Program Induk ini, selain dari segi cara-cara pemberantasannya, mencari sumber sebab terjadinya KKN, juga untuk diatasi sedini mungkin, agar tidak satu yang ditangkap, muncul sepuluh koruptor baru. Ini memang pekerjaan yang berat serta rumit, namun merupakan suatu keharusan bila Indonesia ingin maju mengejar ketertinggalan.

 

Nyoman Alit

Jl. Gadung No.77

Denpasar

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com