Cerdas
Sikapi Kenaikan
BBM
Sebagai
seorang awam
saya mencoba
untuk memahami
argumentasi yang
dipakai oleh
pemerintah untuk
menempuh
kebijakan yang tidak
populer yakni
menaikkan harga
BBM:
1. Indonesia termasuk
negara pengimpor
minyak (tidak
lagi sebagai
pengekspor),
sedangkan harga
minyak di
pasaran dunia
jauh lebih
tinggi dari
harga di
dalam negeri,
sehingga
pemerintah harus
mensubsidi
trilyunan rupiah.
Hal ini
sangat
memberatkan APBN yang bermuara
pada terhambatnya
pembangunan makro.
Di samping
itu, disparitas
harga yang
terlalu tajam
akan
mengundang para
broker untuk
melakukan penyelundupan
minyak
besar-besaran ke
luar negeri.
2.
Subsidi BBM yang
jumlahnya trilyunan
rupiah tersebut
justru sebagian
besar dinikmati
oleh orang
kaya karena
konsumsi BBM
mereka jauh
lebih besar
dibanding dengan
masyarakat
kalangan bawah
dengan asumsi
orang kaya
mobil dan
pabriknya banyak.
3. BBM termasuk
sumber daya
alam yang tidak
bisa diperbarui.
Harga BBM yang
terlalu murah
menyebabkan
konsumsi BBM akan
sangat tinggi,
sehingga akan
berdampak pada
polusi udara
yang semakin
meningkat, dan yang
lebih penting
lagi cadangan
minyak di
perut bumi
semakin terkuras.
Ini
berarti kita
mengabaikan
kepentingan anak
cucu kelak.
4. Kenaikan
harga BBM
akan
berdampak pada
deversifikasi
bahan bakar,
misalnya
memanfaatkan batu
bara sebagai
alternatif (Indonesia
termasuk
penghasil batu
bara sangat
besar sedang
pemanfaatannya
belum memasyarakat).
5. Sebagai
negara yang
sedang terpuruk
di bidang
ekonomi, kenaikan
harga sebagai
dampak kenaikan
harga BBM
akan
menyebabkan masyarakat
melakukan
efisiensi di
segala bidang.
Suatu
sikap yang memang
seharusnya
dilakukan di
saat negara
sedang krisis.
Kalau
saya analogikan
negara adalah
sebuah mobil,
sedangkan rakyat
adalah penumpang,
karena kekeliruan
sopir di
masa lalu
mobil kita
sedang terpuruk
di lumpur.
Agar mobil
terselamatkan tidak
ada jalan
lain penumpangnya
harus mau
bersusah-susah
turun ke
lumpur dan
mendorong mobil
sehingga mobil
dan kita
bisa selamat
sampai di
tujuan.
6. Dana kompensasi
kenaikan harga
BBM akan
disalurkan oleh
pemerintah kepada
orang yang tepat
dalam bentuk
dana kesehatan,
pendidikan dan
lainnya. Ini
janji pemerintah,
mari
kita buktikan
dan awasi
bersama.
Pemahaman
ini tidak
berarti
mengabaikan keinginan
sebagian
masyarakat yang menengarai
terjadinya
disefisiensi di
tubuh Pertamina.
Sehingga,
muncul tuntutan
agar Pertamina
diaudit, termasuk
mengejar harta
koruptor kakap
untuk subsidi
rakyat.
Mudah-mudahan
ini bisa
dilakukan
simultan.
I
Dewa Made Darsana
Jl. P.
Bangka No.3
Dauhwaru,
Kec. Negara
Kab.
Jembrana