kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 13 Maret 2005 tarukan valas
 

SURAT PEMBACA


Cerdas
Sikapi Kenaikan BBM

Sebagai seorang awam saya mencoba untuk memahami argumentasi yang dipakai oleh pemerintah untuk menempuh kebijakan yang tidak populer yakni menaikkan harga BBM:

1. Indonesia termasuk negara pengimpor minyak (tidak lagi sebagai pengekspor), sedangkan harga minyak di pasaran dunia jauh lebih tinggi dari harga di dalam negeri, sehingga pemerintah harus mensubsidi trilyunan rupiah. Hal ini sangat memberatkan APBN yang bermuara pada terhambatnya pembangunan makro. Di samping itu, disparitas harga yang terlalu tajam akan mengundang para broker untuk melakukan penyelundupan minyak besar-besaran ke luar negeri.

2. Subsidi BBM yang jumlahnya trilyunan rupiah tersebut justru sebagian besar dinikmati oleh orang kaya karena konsumsi BBM mereka jauh lebih besar dibanding dengan masyarakat kalangan bawah dengan asumsi orang kaya mobil dan pabriknya banyak.

3. BBM termasuk sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui. Harga BBM yang terlalu murah menyebabkan konsumsi BBM akan sangat tinggi, sehingga akan berdampak pada polusi udara yang semakin meningkat, dan yang lebih penting lagi cadangan minyak di perut bumi semakin terkuras. Ini berarti kita mengabaikan kepentingan anak cucu kelak.

4. Kenaikan harga BBM akan berdampak pada deversifikasi bahan bakar, misalnya memanfaatkan batu bara sebagai alternatif (Indonesia termasuk penghasil batu bara sangat besar sedang pemanfaatannya belum memasyarakat).

5. Sebagai negara yang sedang terpuruk di bidang ekonomi, kenaikan harga sebagai dampak kenaikan harga BBM akan menyebabkan masyarakat melakukan efisiensi di segala bidang. Suatu sikap yang memang seharusnya dilakukan di saat negara sedang krisis. Kalau saya analogikan negara adalah sebuah mobil, sedangkan rakyat adalah penumpang, karena kekeliruan sopir di masa lalu mobil kita sedang terpuruk di lumpur. Agar mobil terselamatkan tidak ada jalan lain penumpangnya harus mau bersusah-susah turun ke lumpur dan mendorong mobil sehingga mobil dan kita bisa selamat sampai di tujuan.

6. Dana kompensasi kenaikan harga BBM akan disalurkan oleh pemerintah kepada orang yang tepat dalam bentuk dana kesehatan, pendidikan dan lainnya. Ini janji pemerintah, mari kita buktikan dan awasi bersama.

Pemahaman ini tidak berarti mengabaikan keinginan sebagian masyarakat yang menengarai terjadinya disefisiensi di tubuh Pertamina. Sehingga, muncul tuntutan agar Pertamina diaudit, termasuk mengejar harta koruptor kakap untuk subsidi rakyat. Mudah-mudahan ini bisa dilakukan simultan.

I Dewa Made Darsana
Jl
. P. Bangka No.3
Dauhwaru
, Kec. Negara
Kab
.
Jembrana

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com