kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 13 Maret 2005 tarukan valas
 

BERITA


AS Peringatkan Ancaman Bom

WTC Mangga Dua Dijaga Ketat

Jakarta (Bali Post) -
Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Kedutaan Besar (Kedubes)-nya mengeluarkan peringatan akan adanya ancaman bom di Jakarta mulai 11-14 Maret. Imbauan juga disampaikan kepada warganya untuk waspada dan menghindari kawasan sekitar pusat perdagangan World Trade Center (WTC) Mangga Dua, Jakarta Utara. Sinyalemen akan terjadinya bom itu disebarluaskan lewat situs www.usembassyjakarta.org oleh Kedubes AS di Jakarta.

Dari pantauan Bali Post di lokasi, Sabtu (12/3) kemarin, peringatan itu cepat direspons Polda Metro Jaya. Pasalnya, puluhan polisi tampak diterjunkan untuk menjaga dan mengamankan tiap sudut gedung pusat perbelanjaan yang diduga menjadi sasaran bom ini.

Sejumlah anggota satuan Gegana yang ikut diturunkan tampak menyisir tiap sudut gedung. Namun, kegiatan mereka tidak tampak mencolok. Penyisiran hanya dilakukan dengan menggunakan peralatan deteksi yang dibawa dengan sebelah tangannya. Peralatan berat, sama sekali tidak terlihat. Tetapi kendaraan penjinak bom, siaga di belakang gedung. Alat deteksi bom tampak terpasang di pintu masuk. Tetapi aparat polisi tidak melakukan pemeriksaan secara ketat. Pemeriksaan terhadap pengunjung dilakukan sekadarnya. Begitu pula dengan tiap kendaraan. Pemeriksaan sebatas formalitas. Bagi pengunjung yang membawa tas dan bungkusan, sempat digeledah. Namun, penggeledahan itu terlihat sekadarnya saja.

Sikap siaga dan waspada aparat kepolisian itu ternyata tidak dipedulikan warga. Buktinya, makin siang pusat perbelanjaan itu makin didatangi pengunjung. Hal ini sebagai tanda, mereka tidak terpengaruh dan mempedulikan peringatan pihak AS tersebut. Kegiatan di WTC Mangga Dua berjalan normal, sama seperti tiap harinya. Semua toko sebagian besar buka, jumlah pengunjung, terlihat tetap ramai seperti biasanya. Sejumlah pedagang dan pengunjung yang sempat ditanyai Bali Post soal ancaman bom itu mengaku telah mengetahui informasi tersebut. Namun, tidak merasa khawatir. Mereka meyakini sasaran serangan teroris utama adalah pusat aktivitas warga AS atau negara sekutunya. (kmb3

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com