AS Peringatkan Ancaman Bom
WTC Mangga Dua Dijaga Ketat
Jakarta
(Bali Post) -
Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Kedutaan Besar
(Kedubes)-nya mengeluarkan peringatan akan adanya ancaman bom di
Jakarta mulai 11-14 Maret. Imbauan juga disampaikan kepada
warganya untuk waspada dan menghindari kawasan sekitar pusat
perdagangan World Trade Center (WTC) Mangga Dua, Jakarta Utara.
Sinyalemen akan terjadinya bom itu disebarluaskan lewat situs
www.usembassyjakarta.org oleh Kedubes AS di Jakarta.
Dari pantauan Bali Post di lokasi, Sabtu (12/3)
kemarin, peringatan itu cepat direspons Polda Metro Jaya.
Pasalnya, puluhan polisi tampak diterjunkan untuk menjaga dan
mengamankan tiap sudut gedung pusat perbelanjaan yang diduga
menjadi sasaran bom ini.
Sejumlah anggota satuan Gegana yang ikut diturunkan
tampak menyisir tiap sudut gedung. Namun, kegiatan mereka tidak
tampak mencolok. Penyisiran hanya dilakukan dengan menggunakan
peralatan deteksi yang dibawa dengan sebelah tangannya. Peralatan
berat, sama sekali tidak terlihat. Tetapi kendaraan penjinak bom,
siaga di belakang gedung. Alat deteksi bom tampak terpasang di
pintu masuk. Tetapi aparat polisi tidak melakukan pemeriksaan
secara ketat. Pemeriksaan terhadap pengunjung dilakukan
sekadarnya. Begitu pula dengan tiap kendaraan. Pemeriksaan sebatas
formalitas. Bagi pengunjung yang membawa tas dan bungkusan, sempat
digeledah. Namun, penggeledahan itu terlihat sekadarnya saja.
Sikap siaga dan waspada aparat kepolisian itu
ternyata tidak dipedulikan warga. Buktinya, makin siang pusat
perbelanjaan itu makin didatangi pengunjung. Hal ini sebagai
tanda, mereka tidak terpengaruh dan mempedulikan peringatan pihak
AS tersebut. Kegiatan di WTC Mangga Dua berjalan normal, sama
seperti tiap harinya. Semua toko sebagian besar buka, jumlah
pengunjung, terlihat tetap ramai seperti biasanya. Sejumlah
pedagang dan pengunjung yang sempat ditanyai Bali Post soal
ancaman bom itu mengaku telah mengetahui informasi tersebut.
Namun, tidak merasa khawatir. Mereka meyakini sasaran serangan
teroris utama adalah pusat aktivitas warga AS atau negara
sekutunya. (kmb3