''BALON'' PLN
Ada
yang tak
Beres
Pada
bulan
Januari 2005 saya
terlambat
membayar
rekening
listrik
dikarenakan ada
kesibukan
upacara
di kampung.
Karena
waktu terbatas
pada
tanggal 19 dan 20
Januari
antreannya banyak
sekali
di PLN di
depan Tiara
Dewata,
sehingga nomor yang
saya
ambil tidak
dapat
ditunggu sampai
gilirannya.
Jumat,
21 Januari
libur.
Pada
hari Sabtu
saya
juga antre
tetapi
juga tidak
keburu
dan saya
mendapat
informasi
bahwa
saya dapat
membayar
listrik
di mana
saja yang
ada logo ''BALON'' (bayar
listrik on line).
Pada
hari
Senin pagi
saya
membayar listrik
di
salah satu
koperasi
di
Denpasar dan
ternyata
bisa,
saya merasa
lega.
Namun yang
terjadi
besok siangnya
adalah
kekecewaan karena
petugas PLN
datang
pada Selasa
siang
dan kepada
pegawai
saya mengatakan
listrik
akan
diputus
karena rekening
tidak
dibayar.
Apa
yang terjadi
dengan
sistem on line PLN?
Saya
terpaksa
diam
dan mencari
permasalahannya.
Kemudian
pada 14
Februari saya
coba
membayar listrik
di
salah satu
koperasi
lain di
Denpasar.
Setelah
membayar saya
mendapat
bukti
rekening pembayaran,
berselang 1 jam 30
menit
saya coba
membayar
nomor
rekening yang sama
di PLN
di depan Tiara
Dewata, eh...
ternyata
bisa
juga.
Saya
sengaja
mengorbankan satu
rekening
dibayar
dua kali hanya
untuk
membuktikan sistem
BALON-nya PLN
ada yang
tidak
benar.
Saya
yang mengerti IT
(information technology) sangat
kecewa
kepada PLN, yang namanya
on line itu
adalah real time,
sama
seperti
di Telkom
atau bank.
Sekali
kita
sudah melakukan
perubahan
atau
pembayaran maka
saat
itu juga
di database
pusat
harus berubah.
Itulah
yang namanya on line.
Kalau
hanya
mengkopi data saja,
itu sih
bukan on line
namanya.
Saya
harap PLN
tidak
mencari kambing
hitam.
Saya
berharap PLN
segera
mengubah sikap
dengan
mencabut
poster-poster ''BALON''
versi PLN dan
menggantikan
dengan poster ''Bisa
Bayar
Listrik di
Sini''
kecuali kantor PLN
yang sudah
benar-benar on line.
Ir.
I Wayan
Saputra
Jl.
Tk.
Gerinding No. 7
Denpasar