Pilpimwan
NTB Terancam
Gagal........
Tatib
Masih
Dipersoalkan, F-PG Pecah
Mataram
(Suara NTB) -
Kendati
perubahan
peraturan
tata
tertib DPRD NTB sudah
disepakati,
namun
masih saja
terjadi
perdebatan dalam
pelaksanaannya.
Masih
ada
pasal yakni
pembentukan
fraksi
utuh yang bertentangan
dengan PP 25.
Ditambah
lagi
realita politik
di
tubuh Fraksi
Partai
Golkar (F-PG) yang memiliki
anggota
terbanyak, terjadi
perpecahan
soal
calon Ketua DPRD NTB
yang diusulkan
partainya.
Informasi
yang berkembang,
Ketua
Semnetara DPRD NTB H.
Suhaili F.T. telah
mengeluarkan
undangan
resmi
rapat paripurna
khusus
dengan agenda pemilihan
pimpinan DPRD (pilpimwan)
NTB, Sabtu (19/2)
pag ini.
Namun
didahului
penetapan
teknis
dan tatacara
pilpimwan DPRD NTB.
Sejumlah
anggota
Dewan Jumat (18/2)
kemarin,
mengkhawatirkan
pilpimwan
mengalami deadlock (gagal).
Mengenai
tatib,
menurut Yakub,
sebenarnya
tak
boleh keluar
dari
kesepakatan dan
itu
dilakukan untuk
membangun
kebersamaan,
memahami
realita
politik dan
mengakomodir
aspirasi yang
berkembang
dinamis.
Adapun
hasilnya
nanti
menjadi kewenangan
Mendagri.
''Itu
otoritas
Mendagri,
tetapi
apa yang disepakati
sebagai
kerja keras
untuk
menyelesaikan kebuntuan
selama
enam bulan
ini,''
katanya.
Hal senada
juga
disampaikan Rizali
Hadi,
dari Fraksi PAN.
Menurut
dia,
teman-temannya yang masih
mempersoalkan
tatib
diharapkan bisa
memahami
kesepakatan yang
dibuat
melalui pembahasan
sebuah
panitia khusus.
Dia
mengakui
ada
anggota Dewan yang
kasak
kusuk mempersoalkan
perubahan
tatib,
tetapi bagaimanapun
persoalan
ditubuh
Dewan harus
segera
diakhiri.
''Kita lihat
saja
besok (Sabtu
pagi
ini-red),'' kata
Rizali
Hadi ditanya
kemungkinan
paripurna
pilpimwan deadlock.
Suara
mempersoalkan
tatib yang
telah
dirubah terdengar
antara
lain dari
beberapa
anggota
Dewan dari F-PG. H.M.
Djamani
misalnya melihat
masih
adanya pasal
dalam
tatib yang katanya
dirubah yang
bertentangan
dengan PP 25. Hal
ini tak
bedanya
dengan tatib lama
yang konsekuensinya
akan
ditolak
Mendagri.
Konflik
F-PG
Persoalan
internal F-PG maupun
kelompok
Sunardi
Ayub dengan DPD
Partai
Golkar NTB menjadi
hal
sangat krusial yang
membuat
pilpimwan yang tak
berjalan
lancar.
Indikasi
ke arah
itu
sudah terlihat
dari
rapat F-PG yang digelar,
Jumat
kemarin, megalami
deadlock. Terlihat
Sunardi,
cs.
melakukan perlawanan
terhadap
keputusan
partainya yang
mengajukan
Suhaili F.T
sebagai
calon ketua DPRD NTB.
Nampaknya
dukungan
terhadap
Suhaili yang
signifikan
membuat
Sunardi, dkk.
ingin
menjegalnya.
Fraksi
PKS dan PAN
telah
menunjukkan sinyal
dukungannya
ke
Suhaili. Seperti
dituturkan
juru
bicara PKS, Suryadi
Jaya
Purnama dan
Rizali
Hadi dari PAN,
pihaknya
memilih
calon ketua yang
tidak
memiliki catatan
korupsi
di masa
lalu,
memiliki komitmen
melakukan
perubahan
di
Dewan, figur
baru,
dan energik.
Bahkan
Rizali
terang-terangan menyebut
orang
dimaksud adalah
Suhaili.
H. Syaiful Islam
dari
kelompok delapan
ditemui
terpisah, menyatakan
pihaknya
tetap
merujuk pada
keputusan
bahwa yang
menjadi
calon ketua
Dewan
ada persetujuan
dari DPP
Partai
Golkar.
Namun
setelah dicermati,
keputusan DPD
Partai
Golkar NTB yang mengusulkan
Suhaili
belum ada
persetujuan DPP
berdasarkan
surat
DPP No. B.145/Golkar/6/2004
tanggal 2
Juni 2004.
Di
samping
itu, lanjut
Syaiful,
surat
DPP Partai
Golkar No. B.260/Golkar/X/2004
tanggal 15
Oktober 2004 yang
menyetujui Drs. H. L.
Sudjirman
sebagai
calon Ketua DPRD NTB
belum
dicabut atau
belum
dibatalkan. (046)