Cerah,
Prospek
Properti 2005
Denpasar
(Bali Post)-
Membaiknya
roda
perekonomian Bali setahun
belakangan
ternyata
berimbas pula
pada
sektor propertinya.
Bahkan
diperkirakan prospek
sektor
ini pada
tahun 2005
akan
lebih
baik lagi.
Demikian
dikemukakan
Direktur 18
Jaya Property, I
Gede
Putu Setiawan yang
didampingi Marketing
Supervisor Agung
Oka, Public Relations Cindy
dan Property Consultant AA.
Jaya
Putra, SH di Bali
Mall Galeria,
Jumat (18/2)
kemarin.
Setiawan
yang dijumpai
dalam
pameran yang digelar
selama 10
hari (18-27
Februari)
tersebut
mengatakan
sekarang
ini
pertumbuhan permintaan
properti
terutama
rumah
hunian di Bali,
cukup
baik.
Meski
dia
mengaku tidak
mengetahui
angka
persis berapa
pertumbuhan
tersebut,
penjualan
properti
meningkat
cukup
tajam.
''Saya
tidak
tahu persentase
pertumbuhan
sejauh
ini, namun
dilihat
dari angka
penjualan
properti yang
meningkat
berarti
memang ada
pertumbuhan
signifikan
dalam
permintaan,'' katanya.
Dikatakan
Setiawan,
di
tengah ketatnya
persaingan
penjualan
properti
dewasa
ini terdapat
beberapa
hal yang
perlu
dipikirkan pengembang.
Salah
satunya yang
dinilai
Setiawan cukup
memegang
peranan
adalah lokasi
perumahan
tersebut.
Dia
menekankan
pentingnya
lokasi yang
strategis
untuk
menarik minat
pelanggan.
Properti
merupakan
investasi
sekaligus
bisnis yang
menguntungkan
jika
pemilihan lokasinya
benar-benar
strategis.
''Pelanggan
lebih
mementingkan lokasi
dibandingkan
harga
dan bentuk
rumah.
Bila
lokasinya sudah
strategis
pasti
akan
banyak
peminatnya, seperti
perumahan yang
saat
ini sedang
kami
tawarkan yaitu Green
Kori Village (GKV) yang
berlokasi
di
Banjar Semer,
Kerobokan,
Kuta
dan Soputan
Surya Regency (SSR).
Kedua
perumahan
ini
cukup banyak
peminatnya
bahkan
untuk SSR sudah
terjual
sekitar 95 persen,''
paparnya.
Agung
Oka
mengimbuhi, pertumbuhan
permintaan
juga
ditunjang makin
ekspansifnya bank
menyalurkan
kredit
properti.
Bahkan
agresifitas bank ini
sangat
membantu pengembang
dan
konsumen yang memang
benar-benar
membutuhkan
rumah
hunian. ''Bank
saat
ini sangat
ekspansif
menawarkan
kredit
properti dengan
bunga yang
cukup
bersaing sehingga
permintaan
juga
makin besar,''
jelasnya.
Dia
mengaku optimis
prospek
properti ke
depan
masih
akan cerah
mengingat
perumahan
merupakan
salah
satu kebutuhan
primer. (kmb18)