Masyarakat
Ramai-ramai
Fotokopi
Gambar
Seram
Terkait
Tanda
Misterius
---
Amlapura
(Bali Post)
-
Bupati
Karangasem Drs. IG
Sumantara AP
mengimbau
masyarakat
Karangasem agar
tidak
resah, terkait
ditemukannya
tanda
misterius di
bangunan
mereka.
Selain
itu,
masyarakat diharapkan
tetap
berdoa sesuai
keyakinannya
guna
mohon perlindungan
Ida Sang Hyang
Widhi
Wasa, Tuhan Yang
Maha
Esa.
Imbauan
itu
dibuat setelah
digelar
pertemuan lanjutan
dari
tim
teknis
dengan koordinator
Kakandepag
Karangasem Drs. IB
Ketut
Mukur Muka.
Rapat
digelar
di aula Kakandepag,
dihadiri
antara lain
Kasi
Adat dan Agama
Gusti
Jumutan, Kabag Min
Polres
Kompol Darsana,
serta
Kasdim Mayor Sapto
Woro.
Dalam
pertemuan
guna
menindaklanjuti pertemuan
sebelumnya yang
dipimpin
Sekda IM
Madri, S.H.,
masyarakat
diminta
tak berprasangka
buruk,
tak melakukan
provokasi
dan
terprovokasi dengan
hal itu.
Namun
begitu,
kewaspadaan hendaknya
ditingkatkan,
serta
tetap rutin
melakukan
persembahyangan
sesuai
kepercayaan masing-masing.
Mukur
Muka
mengatakan
tim
juga
bakal menanyakan
hal itu
kepada
sembilan pedanda (pendeta)
di
seluruh Bali.
Sementara
di
Karangasem sampai
kemarin,
tanda
coretan putih
di
bangunan merajan,
palinggih,
rumah
atau di
tiyang
rumah (adegan)
atau di
tiyang
angkul-angkul
dipergunjingkan karena
ditemukan
masyarakat
di
empat kecamatan.
Keempat
wilayah yang
masyarakatnya
menemukan
tanda
misterius itu
yakni
di Kubu,
Bebandem,
Abang,
dan Karangasem.
''Kerauhan''
Di
pihak lain,
beberapa
masyarakat
dan
ratusan siswa
di
Amlapura, kemarin
menyerbu
usaha
fotokopi.
Salah
seorang pemilik
usaha
fotokopi
di
depan SMAN 2
Amlapura
Nengah
Suarya mengatakan,
Kamis (17/2)
lalu,
banyak siswa
memfotokopi
gambar
seram.
Makhluk
seram
itu digambarkan
membawa
tempat kapur yang
dipakai
membuat tanda
misterius
itu.
Kemarin
lanjut
Suarya gambar
makhluk
seram difotokopi
dalam
satu halaman folio
dengan
imbauan.
Kemarin
di
pasar-pasar gambar
makhluk
seram itu
juga
dibawa orang,
sehingga
ramai
dipergunjingkan.
Mereka
memfotokopi
selebaran
gambar
seram yang berisi
imbauan
dari salah
seorang
pengiring Ida Betara
Ida Ratu
Gede
Mas Mecaling, I
Gusti
Mangku Geria
dari
Jero Subagan.
Gusti
Mangku
Geria membenarkan
imbauan
itu dikeluarkannya
untuk
pasien atau
warga yang
sempat
mendatanginya.
Namun
katanya,
imbauan yang
disebutnya
sebagai
pangandika (pernyataan)
Ida Ratu
Gede
itu tak
disertai
gambar
makhluk seram
itu.
Dia
justru
terkejut saat BP
menyodorkan
gambar
makhluk seram yang
didapat
dari warga yang
memfotokopi
gambar
itu.
''Maaf,
saya tak
tahu
ada yang menambah
gambar
makhluk seram
seperti
itu.
Saya
tarik, tak
boleh
menggambarkan bala
samar
druwen Ida
Betara
Gede seperti
itu.
Saya takut yang
membuat
dan menyebarkannya
akan
didukain (dimarahi)
Ida Betara
Gede
dan mereka
bisa
mendapat celaka,''
papar
pria yang berpakaian
serba
putih itu.
Gusti
Mangku
Geria mengatakan
pada
Rabu (16/2) tengah
malam,
dirinya nedunang Ida
Betara
Gede dalam
rangka
minta petunjuk--setelah
warga
di sekitar
rumahnya
di
Subagan ramai
mempergunjingkan
penemuan
tanda
misterius itu.
Isi
imbauan
itu pada
intinya, agar
umat
menggelar upacara
tertentu.
Hal itu,
dalam
rangka mohon
keselamatan agar
terhindar
dari
marabahaya seperti
bencana
alam atau
wabah
penyakit.
Saat
kerauhan--Gusti
Mangku
Geria dirasuki
dan
menyampaikan
pengandikan Ida
Betara
Gede.
Redaksinya
dicatat
istrinya. Dari
pengandikan Ida Batara
Gede
itu, katanya,
lingga
tangan (tanda
misterius)
itu
memang dilakukan
bala
samar
druwen Ida
Batara
Gede.
Jumlahnya
ribuan,
sehingga dalam
sekejap
bisa membuat
tanda
itu ke
banyak
tempat. Soal
kenapa
tanda itu
berbeda
bentuknya, karena
jumlah
bala
samar itu
banyak
dan mempunyai
kemampuan
membuat
goresan yang tak
sama.
''Namun,
bala
samar
itu tak
seperti
di gambar
ini (makhluk
seram-red).
Saat
saya
mencoba melihat
dalam
semedi, kosong
tak
bisa digambarkan,''
katanya.
(013)