kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Paing, 19 Pebruari 2005

 Bali


Masyarakat
Ramai-ramai Fotokopi Gambar Seram
Terkait
Tanda Misterius  --- 

Amlapura (Bali Post) -
Bupati
Karangasem Drs. IG Sumantara AP mengimbau masyarakat Karangasem agar tidak resah, terkait ditemukannya tanda misterius di bangunan mereka. Selain itu, masyarakat diharapkan tetap berdoa sesuai keyakinannya guna mohon perlindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa.

Imbauan itu dibuat setelah digelar pertemuan lanjutan dari tim teknis dengan koordinator Kakandepag Karangasem Drs. IB Ketut Mukur Muka. Rapat digelar di aula Kakandepag, dihadiri antara lain Kasi Adat dan Agama Gusti Jumutan, Kabag Min Polres Kompol Darsana, serta Kasdim Mayor Sapto Woro.

Dalam pertemuan guna menindaklanjuti pertemuan sebelumnya yang dipimpin Sekda IM Madri, S.H., masyarakat diminta tak berprasangka buruk, tak melakukan provokasi dan terprovokasi dengan hal itu. Namun begitu, kewaspadaan hendaknya ditingkatkan, serta tetap rutin melakukan persembahyangan sesuai kepercayaan masing-masing.

Mukur Muka mengatakan tim juga bakal menanyakan hal itu kepada sembilan pedanda (pendeta) di seluruh Bali. Sementara di Karangasem sampai kemarin, tanda coretan putih di bangunan merajan, palinggih, rumah atau di tiyang rumah (adegan) atau di tiyang angkul-angkul dipergunjingkan karena ditemukan masyarakat di empat kecamatan. Keempat wilayah yang masyarakatnya menemukan tanda misterius itu yakni di Kubu, Bebandem, Abang, dan Karangasem.

 

''Kerauhan''

 

 

Di pihak lain, beberapa masyarakat dan ratusan siswa di Amlapura, kemarin menyerbu usaha fotokopi. Salah seorang pemilik usaha fotokopi di depan SMAN 2 Amlapura Nengah Suarya mengatakan, Kamis (17/2) lalu, banyak siswa memfotokopi gambar seram. Makhluk seram itu digambarkan membawa tempat kapur yang dipakai membuat tanda misterius itu. Kemarin lanjut Suarya gambar makhluk seram difotokopi dalam satu halaman folio dengan imbauan. Kemarin di pasar-pasar gambar makhluk seram itu juga dibawa orang, sehingga ramai dipergunjingkan.

Mereka memfotokopi selebaran gambar seram yang berisi imbauan dari salah seorang pengiring Ida Betara Ida Ratu Gede Mas Mecaling, I Gusti Mangku Geria dari Jero Subagan. Gusti Mangku Geria membenarkan imbauan itu dikeluarkannya untuk pasien atau warga yang sempat mendatanginya.

Namun katanya, imbauan yang disebutnya sebagai pangandika (pernyataan) Ida Ratu Gede itu tak disertai gambar makhluk seram itu. Dia justru terkejut saat BP menyodorkan gambar makhluk seram yang didapat dari warga yang memfotokopi gambar itu.

''Maaf, saya tak tahu ada yang menambah gambar makhluk seram seperti itu. Saya tarik, tak boleh menggambarkan bala samar druwen Ida Betara Gede seperti itu. Saya takut yang membuat dan menyebarkannya akan didukain (dimarahi) Ida Betara Gede dan mereka bisa mendapat celaka,'' papar pria yang berpakaian serba putih itu.

Gusti Mangku Geria mengatakan pada Rabu (16/2) tengah malam, dirinya nedunang Ida Betara Gede dalam rangka minta petunjuk--setelah warga di sekitar rumahnya di Subagan ramai mempergunjingkan penemuan tanda misterius itu. Isi imbauan itu pada intinya, agar umat menggelar upacara tertentu. Hal itu, dalam rangka mohon keselamatan agar terhindar dari marabahaya seperti bencana alam atau wabah penyakit.

Saat kerauhan--Gusti Mangku Geria dirasuki dan menyampaikan  pengandikan Ida Betara Gede. Redaksinya dicatat istrinya. Dari pengandikan Ida Batara Gede itu, katanya, lingga tangan (tanda misterius) itu memang dilakukan bala samar druwen Ida Batara Gede. Jumlahnya ribuan, sehingga dalam sekejap bisa membuat tanda itu ke banyak tempat. Soal kenapa tanda itu berbeda bentuknya, karena jumlah bala samar itu banyak dan mempunyai kemampuan membuat goresan yang tak sama.

''Namun, bala samar itu tak seperti di gambar ini (makhluk seram-red). Saat saya mencoba melihat dalam semedi, kosong tak bisa digambarkan,'' katanya. (013)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)